Uya Kuya Kembali Pulangkan Jenazah WNI dari Taiwan, Siapa Mereka?

Uya Kuya memulangkan dua jenazah WNI dari Taiwan, Andik Kristanto dan Milik Mulyani, dalam misi kemanusiaan yang mengharukan.

oleh Aditia Saputra Diperbarui 27 Mar 2025, 15:18 WIB
Diterbitkan 26 Mar 2025, 22:00 WIB
Uya Kuya melakukan misi kemanusiaan dengan memulangkan dua jenazah Warga Negara Indonesia (WNI) dari Taiwan.
Uya Kuya melakukan misi kemanusiaan dengan memulangkan dua jenazah Warga Negara Indonesia (WNI) dari Taiwan.... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Uya Kuya, yang juga merupakan anggota DPR RI, baru-baru ini melakukan misi kemanusiaan dengan memulangkan dua jenazah Warga Negara Indonesia (WNI) dari Taiwan. Jenazah tersebut adalah Alm. Andik Kristanto asal Madiun, Jawa Timur, dan Almh. Milik Mulyani asal Indramayu, Jawa Barat. Keduanya ditemukan meninggal dalam kondisi yang mengejutkan, dan pemulangan mereka melibatkan banyak pihak yang peduli terhadap nasib pekerja migran Indonesia.

Dalam pernyataannya, Uya Kuya menjelaskan bahwa Alm. Andik Kristanto ditemukan meninggal saat tidur di mess-nya, setelah sebelumnya berbicara dengan pacarnya melalui telepon. "Alm. Andik sudah diotopsi dan ditemukan ada pendarahan di dalam perut," ungkapnya. Sementara itu, Almh. Milik Mulyani ditemukan di pinggir jalan dengan kopernya, dan hasil otopsi menunjukkan tidak ada indikasi tindakan kriminal.

Proses pemulangan kedua jenazah ini dilakukan pada tanggal 26 Maret 2025, dan meskipun mereka dipulangkan pada hari yang sama, keduanya tiba di bandara yang berbeda. Alm. Andik mendarat di Bandara Juanda, Surabaya, sementara Almh. Milik mulyani tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Uya Kuya dan timnya berperan aktif dalam memastikan keduanya mendapatkan penghormatan terakhir yang layak.

Promosi 1

Proses Pemulangan Jenazah Alm. Andik Kristanto

Uya Kuya melakukan misi kemanusiaan dengan memulangkan dua jenazah Warga Negara Indonesia (WNI) dari Taiwan.
Uya Kuya melakukan misi kemanusiaan dengan memulangkan dua jenazah Warga Negara Indonesia (WNI) dari Taiwan.... Selengkapnya

Alm. Andik Kristanto diberangkatkan dari Taiwan dengan penerbangan Cathay Pacific nomor CX407, yang terbang dari TPE ke HKG pada pukul 08:20 dan melanjutkan penerbangan ke Surabaya dengan nomor CX779 pada pukul 14:25. Di Bandara Juanda, alm. Andik disambut oleh tim dari Abdul Hakim Bafagih, anggota DPR RI dari Komisi VI, serta aktivis PMI, Miss Yuni dan Alena.

Uya Kuya menjelaskan, "Kami berusaha memfasilitasi pemulangan jenazah ini dengan sebaik mungkin. Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap pekerja migran yang berada jauh dari rumah." Tim aktif PMI juga terlibat dalam proses ini, menunjukkan solidaritas mereka terhadap sesama pekerja migran yang mengalami kesulitan.

Proses pemulangan ini tidak hanya melibatkan Uya Kuya dan timnya, tetapi juga dukungan dari berbagai pihak. Banyak teman-teman PMI di seluruh dunia turut berkontribusi, termasuk Mbok Cikrak, Erica, dan Ibu Fenny, yang membantu dalam penggalangan dana dan logistik pemulangan.

Pemulangan Jenazah Almh. Milik Mulyani

Sementara itu, Almh. Milik Mulyani diberangkatkan dengan penerbangan China Airlines nomor CI761 dari Taiwan, yang terbang menuju Jakarta pada pukul 09:15. Di Bandara Soekarno-Hatta, Almh. Milik disambut langsung oleh Uya Kuya, yang juga merupakan anggota DPR RI dari Komisi IX.

Uya menegaskan pentingnya pemulangan jenazah ini sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi para pekerja migran. "Kita harus memberikan perhatian lebih kepada mereka yang berjuang di luar negeri. Ini adalah tanggung jawab kita sebagai bangsa untuk memastikan mereka mendapatkan hak-hak mereka," tambahnya.

Tim dari DPD Indramayu juga turut membantu dalam penerimaan jenazah Almh. Milik Mulyani di rumah duka, menunjukkan bahwa solidaritas dan kepedulian terhadap sesama pekerja migran sangatlah penting. Uya Kuya dan aktivis PMI berkomitmen untuk terus membantu pemulangan jenazah pekerja migran yang membutuhkan.

Penggalangan Dana dan Dukungan dari Berbagai Pihak

Proses pemulangan kedua jenazah ini melibatkan penggalangan dana yang signifikan. Uya Kuya menyebutkan, "Banyak pihak terkait dalam kepulangan kedua jenazah ini, antara lain seluruh teman-teman PMI di seluruh dunia." Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat untuk membantu pekerja migran.

Selain itu, Uya Kuya juga mendapatkan dukungan dari anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H.M. Hasbullah Rahmad, yang merupakan Ketua Fraksi PAN Provinsi Jawa Barat. Dukungan ini sangat berarti dalam memfasilitasi proses pemulangan jenazah, sehingga keluarga dapat segera mengurus pemakaman dengan layak.

Uya Kuya dan timnya berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia. Mereka tidak hanya fokus pada pemulangan jenazah, tetapi juga membantu pekerja migran yang sakit, lumpuh, mengalami gangguan jiwa, dan menjadi korban penipuan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya perhatian dan perlindungan terhadap pekerja migran yang berjuang demi masa depan keluarga mereka.

Sebulan yang lalu juga Uya Kuya dan para PMI yang di koordinir oleh Miss Yuni membiayai kepulangan jenazah PMI Taiwan yang meninggal sakit di Hongkong dan Taiwan. Sudah bbrp tahun terakhir ini orang tua Cinta Kuya dan Nino Kuya ini aktif di perlindungan pekerja Migran dengan memulangkan PMI2 yg sakit , lumpuh , koma sampai ODGJ dengan biaya pribadi.Yang pernah kita tahu juga 2 tahun yang lalu Uya Kuya pernah bersama Miss Yuni mengadvokasi puluhan PMI yg menjadi korban penipuan Love scammer di Hongkong dan Taiwan sampai pelakunya ditangkap oleh polda Jatim. Selain itu beberapa tahun terakhir ini Uya Kuya sering membantu korban2 TPPO (tindak pidana perdagangan orang) yang terjebak di Luar negeri seperti Myanmar , kamboja dan Philippina.

Uya juga menyarankan untuk migrasi yang aman, bekerja diluar negri harus menggunakan jalur yang resmi dan juga harus memiliki skill lewat pelatihan lembaga yang resmi agar negara bisa berperan penuh dalam perlindungan PMI saat ada masalah di tempat bekerja. Uya Kuya juga mengaku tiap hari menerima pengaduan PMI lebih dari belasan aduan perhari di Instagramnya.”Sebisa mungkin saya balas satu persatu” ujar Uya Kuya

Suami dari Astrid Kuya ini merasa terharu karna dalam pemulangan Jenazah kali ini banyak pihak yang ikut berdonasi juga. Hal ini memperlihatkan begitu eratnya solidaritas sesama pekerja Migran dan juga makin banyaknya tokoh2 aktivis yang semakin perduli dengan perlindungan Pekerja Migran.

“Partai Amanat Nasional (PAN) juga sekarang sedang ikut terlibat aktif dalam Revisi UU no 18 /2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Ada beberapa point penting yang yang menjadi perhatian PAN agar perlindungan Pekerja Migran lebih Optimal” Ujar Uya Kuya.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya