1 April 1946: Gempa Bumi M 7,2 di Aleutian Alaska Picu Tsunami Paling Merusak di Pasifik

Gempa bumi ini menimbulkan salah satu tsunami paling merusak di seluruh Pasifik pada abad ke-20. Di dekat daerah pembangkit listrik, di Pulau Unimak, gelombang tsunami besar mencapai 35 meter (lebih dari 100 kaki) di atas permukaan laut dan menghancurkan mercusuar Scotch Cap milik Penjaga Pantai AS yang baru dibangun.

oleh Tanti Yulianingsih Diperbarui 01 Apr 2025, 06:00 WIB
Diterbitkan 01 Apr 2025, 06:00 WIB
Gempa Aleutian picu tsunami di Hawaii. (drgeorgepc.com)
Gempa Aleutian picu tsunami di Hawaii. (drgeorgepc.com)... Selengkapnya

Liputan6.com, Aleutian - Salah satu tsunami yang paling merusak di seluruh Pasifik – dan yang paling parah di kepulauan Hawaii – diakibatkan oleh gempa bumi besar di dekat Unimak di rangkaian kepulauan Aleutian di Alaska. Bencana itu terjadi pada 1 April 1946.

Gempa bumi terjadi pada tanggal 1 April 1946 pukul 12:29 WIB. Pusat gempa berada di 52,8° LU, 163,5° BB, dan kedalaman fokusnya dangkal pada 25 km.

Mengutip drgeorgepc.com, Selasa (1/4/2025), disebutkan bahwa meskipun gempa tersebut awalnya ditetapkan berkekuatan magnitudo 7,2 namun pada tahun-tahun berikutnya energi yang dilepaskan dievaluasi ulang dan ditetapkan Magnitudo Momen (Mw) sebesar 8,6.

Gempa bumi ini menimbulkan salah satu tsunami paling merusak di seluruh Pasifik pada abad ke-20. Di dekat daerah pembangkit listrik, di Pulau Unimak, gelombang tsunami besar mencapai 35 meter (lebih dari 100 kaki) di atas permukaan laut dan menghancurkan mercusuar Scotch Cap milik Penjaga Pantai AS yang baru dibangun. Kelima awaknya tewas. Mercusuar ini berstruktur beton bertulang baja dan alasnya berada sekitar 30 meter di atas permukaan laut.

Tsunami berlanjut hingga Kepulauan Hawaii, pertama mencapai pantai utara Pulau Kauai, kira-kira 4,5 jam setelah gempa bumi, dan Hilo, 4,9 jam kemudian.

Tidak ada peringatan bagi Hawaii karena Sistem Peringatan Tsunami belum dibentuk pada saat itu. Tsunami menimbulkan kerusakan yang sangat besar di seluruh pulau, namun khususnya di Pulau Hawaii.

Kota Hilo di Pulau Hawaii dihantam oleh serangkaian 6 hingga 7 gelombang tsunami besar yang datang dengan interval 15-20 menit. Gelombang tertingginya memiliki ketinggian 8,1 meter di atas permukaan laut. Kerusakannya sangat parah. Gelombang tersebut menghancurkan tepi laut Hilo dan menewaskan 159 orang di sana. Setiap rumah di jalan utama yang menghadap Teluk Hilo dirobohkan fondasinya dan terbawa ke seberang jalan hingga membentur bangunan di sisi lain.

Di Lembah Pololu, Hawaii, gelombang tsunami setinggi lebih dari 12 meter melanda sebuah sekolah di Laupahoehoe Point Hawaii, dan menewaskan sejumlah anak-anak dan juga menghancurkan sebuah rumah sakit. . Sebanyak 165 orang kehilangan nyawa akibat tsunami ini. Kerusakan properti diperkirakan lebih dari $26 juta (dolar 1946).

Pada tahun 1948, akibat tsunami ini, Pusat Peringatan Tsunami Pasifik didirikan di Hawaii. Sistem peringatan ini diperluas pada tahun-tahun berikutnya dan menjadi markas besar Sistem Peringatan Pasifik Internasional.

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya