Ini 2 Penyebab Krusial yang Bikin Indonesia Gampang Dibobol Hacker

Di balik ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan meroket hingga Rp 5.841 triliun pada 2030, tersimpan ancaman serius terhadap keamanan siber yang perlu segera diantisipasi.

oleh Iskandar Diperbarui 27 Jan 2025, 10:00 WIB
Diterbitkan 27 Jan 2025, 10:00 WIB
Hacker
Ilustrasi peretasan sistem komputer. (Sumber Pixabay)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan meroket hingga USD 360 miliar atau sekitar Rp 5.841 triliun pada tahun 2030. Namun, di balik peluang besar ini, tersimpan ancaman serius terhadap keamanan siber yang perlu segera diantisipasi.

Country Director Fortinet Indonesia, Edwin Lim, menyoroti dua tantangan utama yang dihadapi Indonesia. Pertama, masih banyaknya penggunaan sistem keamanan siber lawas (legacy system).

Sistem jadul tersebut, menurutnya, tidak hanya mahal dalam perawatan, tetapi juga sulit ditingkatkan sehingga Indonesia rentan terhadap serangan siber.

"Sistem lawas ini seringkali mahal perawatannya dan sulit di-upgrade, sehingga membuatnya rentan terhadap serangan," ungkap Edwin melalui keterangan resminya, Senin (27/1/2025).

Data menunjukkan lebih dari 60% insiden siber di Indonesia pada tahun 2023 diakibatkan oleh kerentanan pada sistem-sistem tersebut.

Selain masalah sistem lawas, penyebab krusial kedua adalah Indonesia menghadapi persoalan kekurangan tenaga ahli di bidang keamanan siber.

"Berdasarkan Laporan Kesenjangan Keterampilan Keamanan Siber Fortinet 2024, 80% responden di Indonesia menganggap kesenjangan keterampilan ini sebagai penyebab utama meningkatnya risiko siber," imbuh Edwin.

Menyadari urgensi permasalahan (serangan hacker) ini, Fortinet aktif menjalin kolaborasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian Perindustrian untuk memperkuat arsitektur keamanan siber di Indonesia.

 

Pertukaran Informasi dan Perumusan Keamanan Siber

Ilustrasi cyber security
Semakin maju dunia teknologi, masing-masing individu harus segera membekali diri dengan ilmu tentang keamanan siber. (Foto: Pexels/Pixabay)... Selengkapnya

Kolaborasi ini mencakup pertukaran informasi intelijen ancaman dan perumusan kebijakan keamanan siber. Perusahaan juga menyediakan solusi keamanan yang dirancang khusus untuk berbagai sektor industri, guna memastikan perlindungan aset digital yang kritikal.

Tak hanya itu, Fortinet juga berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang keamanan siber melalui kemitraan dengan perguruan tinggi ternama seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Melalui program Training Advancement Agenda (TAA), Fortinet menyediakan pelatihan lanjutan secara gratis bagi para profesional keamanan siber di Indonesia. Program ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan keterampilan dan menciptakan talenta-talenta keamanan siber yang mumpuni.

 

Keamanan Siber Berbasis AI

AI
Ilustrasi tools AI yang bisa digunakan untuk memudahkan proses pembuatan konten. (unsplash/Steve Johnson)... Selengkapnya

Seiring dengan adopsi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan komputasi awan yang terus meningkat, Fortinet bahkan terus mengembangkan strategi keamanannya.

"Kami memanfaatkan AI dan machine learning untuk meningkatkan kemampuan deteksi ancaman dan menerapkan pendekatan Zero Trust untuk memastikan keamanan di seluruh jaringan," ucap Edwin.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Fortinet menegaskan komitmennya untuk membantu Indonesia membangun masa depan digital yang lebih aman dan tangguh.

Infografis Kejahatan Siber (Liputan6.com/Abdillah)

Beragam Model Kejahatan Siber
Infografis Kejahatan Siber (Liputan6.com/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya