Jalan Padang Panjang-Sicincin Kini Bisa Dilintasi Usai Putus Imbas Banjir Bandang

Hutama Karya ditunjuk Kementerian PUPR untuk menangani Ruas Jalan Nasional Padang Panjang-Sicincin yang sempat terputus akibat bencana banjir yang melanda Sumatra Barat.

oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana diperbarui 22 Jul 2024, 08:40 WIB
Diterbitkan 22 Jul 2024, 08:40 WIB
Jalan Padang Panjang-Sicincin Kini Bisa Dilintasi Usai Putus Imbas Banjir Bandang
Ruas Jalan Nasional Padang Panjang-Sicincin. (Foto: Hutama Karya)

Liputan6.com, Jakarta - Ruas Jalan Nasional Padang Panjang-Sicincin yang sempat terputus akibat banjir bandang yang melanda Sumatra Barat pada Mei 2024, sudah dapat dilalui mulai Minggu, 21 Juli 2024.

Adapun jalan yang sempat terputus sepanjang 5 km kini dapat dilalui kembali setelah penanganan yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero) melalui anak usaha PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI). Pengerjaan dilakukan melalui penanganan mendesak tanggap darurat bencana alam banjir bandang, lahar dingin, dan tanah longsor di ruas Jalan Nasional Padang Panjang-Sicincin Km 62+700 – 67+800. 

Project Manager Penanganan Tanggap Darurat Ruas Jalan Padang Panjang-Sicincin HKI Eka Satriades memaparkan, pihaknya ditargetkan pemerintah untuk dapat merealisasikan open traffic di seluruh titik pekerjaan dengan rentang waktu 2 bulan setelah bencana. 

"Kami diberi amanah oleh pemerintah melalui Kementerian PUPR untuk melakukan open traffic dalam waktu 70 hari kerja. Open traffic yang dilakukan secara pararel dengan perbaikan jalan permanen ini diharapkan dapat mengembalikan konektivitas dan perekonomian antara Kota Padang dengan daerah lain di sekitarnya," urainya, Senin (22/7/2024).

Untuk mempersiapkan open traffic, HKI melaksanakan sejumlah hal seperti mempersiapkan pengecekan lebar di setiap lokasi konstruksi agar cukup dilalui oleh dua lajur lalu lintas, pemasangan dan pengecekan rambu-rambu lalu lintas.

Kemudian, pemasangan lampu penerangan jalan terutama di lokasi yang rawan kecelakaan, pengaspalan di lokasi-lokasi yang berlubang, menyiapkan traffic-man di lokasi yang sempit dan rawan kecelakaan, dan melaksanakan uji coba open traffic pada 18 Juli 2024. 

Adapun hal-hal yang menjadi perhatian dalam uji coba open traffic ini yakni pengawasan ekstra untuk titik-titik jalan yang masih bersinggungan dengan pekerjaan konstruksi, serta antisipasi kemacetan akibat kepadatan kendaraan. 

 

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.


Tantangan Pekerjaan Konstruksi

Ruas Jalan Nasional Padang Panjang-Sicincin. (Foto: Kementerian PUPR)
Ruas Jalan Nasional Padang Panjang-Sicincin. (Foto:Hutama Karya)

"Kami mengimbau kepada masyarakat yang akan melintasi ruas Jalan Nasional Padang Panjang-Sicincin untuk berhati-hati dan mengutamakan keselamatan bersama, menaati rambu-rambu lalu lintas, dan memperhatikan arahan petugas lapangan. Dikarenakan open traffic ini berjalan pararel dengan kegiatan konstruksi," imbuh Eka.

Dalam melakukan pekerjaan di lapangan, Eka menceritakan, pihaknya menghadapi sejumlah tantangan seperti lokasi pekerjaan yang cukup sempit, curam, dan akses yang sulit untuk menjangkau area pekerjaan.

Akselerasi pekerjaan dilakukan dengan mendatangkan dan menggunakan sejumlah alat berat yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, serta penerapan metode konstruksi yang mampu mempercepat proses pekerjaan di lapangan.

"Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat agar penanganan tanggap darurat di ruas Padang Panjang-Sicincin ini bisa kami selesaikan dengan baik dan tepat waktu," pungkas Eka.


Isi 43 Bendungan, Kementerian PUPR Bikin Hujan Buatan

Kementerian PUPR, BMKG, BRIN, dan TNI AU bekerja sama  melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna menjaga debit tampungan air bendungan. (Dok Kementerian PUPR)
Kementerian PUPR, BMKG, BRIN, dan TNI AU bekerja sama melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna menjaga debit tampungan air bendungan. (Dok Kementerian PUPR)

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berkerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan TNI AU dalam melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna menjaga debit tampungan air bendungan yang dikelola.

Kolaborasi ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dan mitigasi terhadap dampak kekeringan pada musim kemarau 2024.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Bob Arthur Lombogia mengatakan, dari hasil teknologi modifikasi cuaca yang telah dilakukan menunjukkan terjadinya peningkatan inflow. Meskipun tidak terjadi secara masif dengan rata-rata mengalami curah hujan ringan (0,5-20 mm per hari) di 22 bendungan dan curah hujan sedang (20-50 mm per hari) di 12 bendungan.

"Inflow waduk yang terjadi selama kegiatan TMC sebesar 0-60,22 m3 per detik. Volume inflow waduk selama kegiatan TMC berlangsung bertambah sebesar 63.853.170 m3. Sehingga kegiatan TMC dapat dilaksanakan sebagai upaya mitigasi kekeringan untuk tahun-tahun mendatang dan jika diperlukan dapat juga dilakukan untuk mitigasi pada musim hujan agar tidak terjadi banjir," terangnya, Selasa (9/7/2024).

 


Kegiatan TMC

Kementerian PUPR, BMKG, BRIN, dan TNI AU bekerja sama  melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna menjaga debit tampungan air bendungan. (Dok Kementerian PUPR)
Kementerian PUPR, BMKG, BRIN, dan TNI AU bekerja sama melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna menjaga debit tampungan air bendungan. (Dok Kementerian PUPR)

Kegiatan TMC dilaksanakan sejak 1-10 Juni 2024 di 3 posko dari 4 posko yang direncanakan, yakni Lanud Husain Sastranegara (posko 2), Lanud Adi Soemarmo (posko 3), dan Lanud Abdurraman Saleh (posko 4).

Sementara posko 1 yang direncanakan berada di Lanud Halim Perdanakusuma tidak dilaksanakan TMC karena Bendungan Sindangheula dan Bendungan Karian di Banten sudah dalam kondisi di atas normal (hampir melimpas).

Pelaksanaan TMC menyasar di 43 bendungan di Pulau Jawa yang memiliki layanan irigasi. Berdasarkan data pemetaan terhadap tampungan waduk di Pulau Jawa pada 27 Mei 2024, sebanyak 97 tampungan waduk mengalami penurunan sebesar 981.563.373 m³ atau 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya pada periode sama.

Namun, hanya 43 bendungan dengan layanan irigasi yang direkomendasikan untuk dilaksanakan TMC.

"Selain hujan dari teknologi modifikasi cuaca turun di daerah tangkapan air bendungan, hujan hasil kegiatan TMC juga turun di beberapa areal daerah irigasi. Sehingga mampu mengairi area irigasi secara langsung,” kata Bob.


Jokowi: Jangan Main-Main Urusan Kekeringan hingga Gelombang Panas

Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memimpin Rapat Terbatas Rencana Pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu, 28 Desember 2022. (Dok Humas Sekretariat Kabinet RI)

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia menargetkan membangun 61 bendungan dalam 10 tahun terakhir. Hal itu bukan tanpa alasan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan seluruh pihak agar tidak bermain-main dengan pasokan air terutama di daerah sentra produksi beras.

Jokowi mengatakan, bencana kekeringan akan berdampak pada kenaikan harga pangan akibat turunnya produksi pertanian. Apalagi dunia dihadapkan pada persoalan gelombang panas yang terjadi di banyak negara.

"Artinya apa? jangan main-main urusan kekeringan, jangan main-main urusan gelombang panas. begitu stok (pangan) tidak ada, produksi berkurang artinya harga pasti akan naik. otomatis," tutur dia dalam acara Rakornas Pengendalian Inflasi di Istana, Jakarta (14/6/2024).

Jokowi menuturkan, tren gelombang panas yang telah memecahkan rekor. Misalnya di India suhu telah mencapai 50 derajat celsius. "Kemudian di Myanmar 45,8 derajat celcius, panas sekali," kata dia.

Seiring hal itu, pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 61 bendungan atau waduk dalam 10 tahun terakhir. Adapun, realisasi pembangunan waduk baru mencapai 43.

"Kita dalam 10 tahun ini memiliki target bangun waduk 61 dan bendungan, yang sudah saya resmikan 43 bendungan tapi air ini juga harus diteruskan sampai ke sawah," kata dia.

 

Infografis Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Bakal Terjun Bebas. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Bakal Terjun Bebas. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya