Liputan6.com, Jakarta - Benjolan putih yang muncul di dekat bibir mungkin terlihat tidak berbahaya, namun bisa menjadi sinyal dari masalah kesehatan yang lebih serius. Terkadang, benjolan ini bukan hanya masalah kecantikan, melainkan tanda adanya kondisi yang perlu perhatian medis.
Jika Anda mengalami benjolan putih yang terasa nyeri atau sulit sembuh, penting untuk mengetahui penyebabnya agar bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Advertisement
Oleh karena itu, ketahui beberapa penyebab benjolan putih di bibir yang perlu Anda ketahui, seperti melansir dari Times of India, Selasa (11/2/2025):
Advertisement
1. Bintik Fordyce
Bintik fordyce adalah bintik kecil yang berwarna putih atau kekuningan, biasanya muncul di dekat bibir atau area genital. Bintik ini terbentuk akibat kelenjar minyak yang membesar dan tidak berbahaya.
Meskipun tidak menimbulkan rasa sakit, bintik ini serin kali disalahartikan sebagai kondisi medis lainnya. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan bahwa itu bukan masalah kesehatan yang lebih serius.
2. Sariawan
Sariawan adalah luka kecil dan nyeri yang muncul di dalam mulut atau bibir, seringkali berbentuk bintik putih. Sariawan bisa dipicu oleh cedera ringan pada mulut atau konsumsi makanan tertentu.
Menurut Dr. Monica Kapoor, ahli kosmetik dan direktur Flawless Cosmetic Clinic & ILACAD Institute, sariawan juga bisa muncul akibat stres berlebihan.
"Sariawan dapat sembuh secara alami, tetapi bisa kambuh. Sariawan yang terasa nyeri ini juga dapat dipicu oleh stres yang berlebihan," kata Dr. Monica.
Â
3. Infeksi Jamur (Sariawan Mulut)
Sariawan mulut, yang disebabkan oleh infeksi jamur Candida, dapat menyebabkan bercak atau benjolan putih di bibir dan mulut.
Infeksi ini memerlukan pengobatan antijamur untuk menghilangkan gejalanya. Jika tidak diobati, infeksi ini bisa berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih besar.
4. Milia
Milia adalah kista putih kecil yang terbentuk di bawah kulit, seringkali di sekitar bibir. Kista ini terbentuk ketika protein bernama keratin terperangkap di bawah permukaan kulit.
Meskipun biasanya tidak berbahaya, milia bisa mengganggu penampilan wajah. Jika milia terasa mengganggu atau membesar, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kulit untuk penanganan lebih lanjut.
Â
Advertisement
5. Herpes
Infeksi virus herpes simpleks (HSV-1) dapat menyebabkan benjolan berisi cairan berwarna putih atau kekuningan di bibir. Infeksi ini sangat menular dan seringkali menimbulkan rasa nyeri.
"Benjolan berisi cairan yang disebabkan oleh virus herpes simpleks ini dapat disebabkan oleh hubungan seksual dengan pasien yang terinfeksi," menurut Dr. Nipun Jain, ahli kosmetik di Aura Skin Cosmetology Clinic.
Â
6. Kanker Mulut
Munculnya bercak putih atau benjolan yang menetap di bibir dan tidak kunjung sembuh bisa menjadi tanda kanker mulut. Lesi putih yang terus ada bisa menjadi indikasi kondisi yang lebih serius dan membutuhkan perhatian medis segera.
Jika Anda mengalami gejala ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis agar segera mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Advertisement
![Loading](https://cdn-production-assets-kly.akamaized.net/assets/images/articles/loadingbox-liputan6.gif)