Liputan6.com, Jakarta Penggunaan handphone (HP) yang berlebihan, terutama pada anak-anak, menjadi perhatian serius karena dapat memicu berbagai gangguan penglihatan. Layar HP yang menyala terus menerus memaksa otot mata bekerja ekstra keras untuk fokus, sehingga memicu kelelahan dan berbagai masalah kesehatan mata lainnya. Artikel ini akan membahas berbagai gangguan penglihatan yang terkait dengan penggunaan HP berlebihan pada anak, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganannya.
Berbagai penelitian menunjukkan korelasi antara penggunaan HP yang intens dan peningkatan risiko miopia atau rabun jauh, terutama pada anak-anak. Selain itu, paparan sinar biru dari layar HP juga berpotensi merusak sel-sel di makula, bagian mata yang bertanggung jawab atas penglihatan pusat, meningkatkan risiko degenerasi makula di kemudian hari. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengawasi penggunaan HP anak dan menerapkan kebiasaan sehat untuk menjaga kesehatan mata mereka.
Tidak hanya miopia, penggunaan HP berlebihan juga dapat menyebabkan mata lelah (Computer Vision Syndrome/CVS), mata kering, ketegangan mata, bahkan blepharitis, peradangan pada kelopak mata. Gejala-gejala ini seringkali tidak disadari oleh anak-anak, sehingga peran orang tua sangat penting dalam mendeteksi dini dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Advertisement
“Anak-anak sangat rentan terhadap gangguan penglihatan akibat faktor genetika, lingkungan, atau kebiasaan seperti penggunaan gadget yang berlebihan,” kata dr. Kevin, SpM dari KMN EyeCare.
Kevin menjelaskan, mata anak-anak masih dalam tahap perkembangan, terutama pada usia awal kehidupan hingga usia 5-11 tahun. Pada periode ini, anatomi mata dan kemampuan melihat terus berkembang, sehingga kesehatan mata anak sangat rentan terhadap gangguan.
Penyebab Gangguan Mata Akibat Penggunaan HP Berlebihan
Salah satu penyebab utama gangguan penglihatan pada anak akibat penggunaan HP adalah paparan sinar biru. Sinar biru dari layar HP dapat menyebabkan kerusakan pada retina, bagian mata yang bertanggung jawab untuk memproses cahaya. Selain itu, menatap layar HP dalam waktu lama tanpa berkedip cukup sering dapat menyebabkan mata kering dan iritasi.
Terlalu lama fokus pada jarak dekat juga menjadi faktor penyebab. Otot mata anak yang masih berkembang akan kelelahan jika terus-menerus difokuskan pada layar HP yang berjarak dekat. Kondisi ini dapat menyebabkan mata lelah, sakit kepala, dan bahkan miopia.
Kurangnya istirahat mata juga berkontribusi. Anak-anak yang terus-menerus menggunakan HP tanpa jeda istirahat akan membuat mata mereka bekerja tanpa henti, sehingga meningkatkan risiko berbagai gangguan penglihatan. Oleh karena itu, penting untuk membatasi waktu penggunaan HP dan memberikan waktu istirahat yang cukup bagi mata.
Advertisement
Gejala Gangguan Penglihatan pada Anak
Gejala gangguan penglihatan pada anak seringkali tidak disadari, sehingga orang tua perlu waspada terhadap beberapa tanda-tanda berikut. Anak mungkin sering menyipitkan mata saat melihat objek jauh atau dekat, yang mengindikasikan kelainan refraksi seperti miopia atau hipermetropia.
Mereka juga mungkin memiringkan kepala dengan posisi yang tidak normal saat melihat, yang bisa menjadi tanda astigmatisme. Jika anak sering mendekatkan objek ke wajah untuk melihat dengan jelas, ini juga bisa menjadi indikasi miopia.
Selain itu, perhatikan juga jika anak sering mengucek mata, yang bisa menandakan mata kering atau iritasi. Jika anak mengeluh mata lelah, sakit kepala, atau penglihatan kabur, segera periksakan ke dokter mata.
Gangguan Penglihatan yang Sering Terjadi pada Anak
Beberapa gangguan penglihatan yang sering terjadi pada anak akibat penggunaan HP berlebihan antara lain:
- Miopia (Rabun Jauh): Kesulitan melihat objek jauh.
- Hipermetropia (Rabun Dekat): Kesulitan melihat objek dekat.
- Astigmatisme: Penglihatan buram pada semua jarak.
- Mata Lelah (CVS): Mata kering, merah, perih, dan sakit kepala.
- Mata Kering: Sensasi kering, gatal, dan iritasi pada mata.
- Strabismus (Mata Juling): Mata tidak sejajar.
“Penggunaan gawai dalam waktu lama tanpa jeda dapat mempercepat risiko elongasi aksial ini, apalagi jika anak bermain dengan jarak sangat dekat. Dampaknya, kemampuan melihat buram pada jarak tertentu menjadi keluhan yang umum. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat memperburuk penglihatan anak hingga dewasa,” terang Kevin.
Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa di Indonesia, sebanyak 3,6 juta anak mengalami kelainan refraksi. Ini menunjukkan pentingnya deteksi dini dan pencegahan gangguan penglihatan pada anak.
Advertisement
Cara Mengatasi Gangguan Penglihatan pada Anak
Langkah pertama adalah membatasi waktu penggunaan HP. Terapkan aturan 20-20-20: setiap 20 menit melihat layar, istirahatkan mata dengan melihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik.
Ajarkan anak untuk sering berkedip. Kedipan mata membantu melumasi mata dan mencegah kekeringan. Atur kecerahan layar HP agar tidak terlalu terang atau redup. Gunakan mode malam (night mode) jika tersedia.
Pastikan anak menjaga jarak pandang yang aman, minimal 30 cm antara mata dan layar HP. Anjurkan anak untuk duduk tegak dengan postur yang baik saat menggunakan HP. Jika anak mengalami gangguan penglihatan, segera konsultasikan dengan dokter mata.
Selain itu, perhatikan juga asupan nutrisi anak. Pastikan anak mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin A, lutein, dan zeaxanthin, yang baik untuk kesehatan mata. Jangan lupa untuk selalu memberikan waktu istirahat yang cukup bagi anak.
Tips Tambahan untuk Kesehatan Mata Anak
Berikut beberapa tips tambahan untuk menjaga kesehatan mata anak:
- Berikan waktu bermain di luar ruangan.
- Pastikan pencahayaan ruangan cukup terang.
- Lakukan pemeriksaan mata rutin.
- Ajarkan pentingnya menjaga kebersihan mata.
Dengan menerapkan tips-tips di atas, diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan penglihatan pada anak akibat penggunaan HP yang berlebihan. Ingat, deteksi dini dan pencegahan sangat penting untuk menjaga kesehatan mata anak.
Advertisement
