Trik Tes Koran untuk Menghadapi Psikotes Populer

Pelajari trik tes koran lengkap untuk menghadapi psikotes. Pahami jenis, cara mengerjakan, tips sukses, dan persiapan optimal dalam artikel ini.

oleh Ayu Rifka Sitoresmi Diperbarui 24 Mar 2025, 13:10 WIB
Diterbitkan 24 Mar 2025, 13:10 WIB
trik tes koran
trik tes koran ©Ilustrasi dibuat AI... Selengkapnya
Daftar Isi

Liputan6.com, Jakarta Tes koran merupakan salah satu jenis psikotes yang sering digunakan dalam proses seleksi karyawan atau penerimaan beasiswa. Meski terlihat sederhana, tes ini membutuhkan kecermatan dan strategi khusus untuk mendapatkan hasil optimal.

Tes koran bertujuan mengukur ketahanan, konsentrasi, kecepatan, dan ketelitian dalam menyelesaikan tugas yang repetitif, yaitu menjumlahkan angka secara berkelanjutan dalam waktu tertentu. Salah satu trik utama dalam menghadapi tes koran adalah menjaga ritme kerja yang stabil sepanjang tes berlangsung.

Artikel ini akan membahas secara komprehensif tentang trik tes koran, mulai dari pengertian, jenis-jenis, cara mengerjakan, hingga tips sukses menghadapinya.

Pengertian Tes Koran

Tes koran, juga dikenal sebagai tes Kraepelin atau tes Pauli, adalah sebuah alat uji psikologi yang dirancang untuk mengukur beberapa aspek penting dari fungsi kognitif dan ketahanan mental seseorang. Nama "tes koran" berasal dari ukuran kertas yang digunakan, yang biasanya sebesar lembaran koran.

Tes ini terdiri dari deretan angka-angka yang tersusun dalam kolom-kolom vertikal. Peserta diminta untuk menjumlahkan dua angka berurutan dengan cepat dan akurat dalam waktu yang terbatas. Meskipun terlihat seperti tes matematika sederhana, sebenarnya tes koran menilai berbagai aspek penting seperti:

  • Kecepatan kerja
  • Ketelitian
  • Konsentrasi
  • Ketahanan terhadap stres
  • Stabilitas emosi
  • Kemampuan adaptasi

Tes koran pertama kali dikembangkan oleh psikiater Jerman Emil Kraepelin pada akhir abad ke-19. Awalnya, tes ini digunakan untuk mendiagnosis gangguan otak seperti demensia. Namun seiring waktu, tes ini diadaptasi dan disempurnakan untuk keperluan seleksi karyawan dan penilaian psikologis di dunia kerja.

Jenis-Jenis Tes Koran

Terdapat dua jenis utama tes koran yang umum digunakan dalam proses rekrutmen dan penilaian psikologis:

1. Tes Kraepelin

Tes Kraepelin merupakan versi asli dari tes koran yang dikembangkan oleh Emil Kraepelin. Karakteristik utama tes ini meliputi:

  • Menggunakan kertas berukuran A4 atau F4
  • Penjumlahan angka dilakukan dari bawah ke atas
  • Terdiri dari sekitar 40 kolom
  • Waktu pengerjaan sekitar 20-30 menit
  • Instruksi "pindah" diberikan untuk beralih ke kolom berikutnya

2. Tes Pauli

Tes Pauli adalah pengembangan lebih lanjut dari tes Kraepelin yang dilakukan oleh Richard Pauli. Perbedaan utamanya antara lain:

  • Menggunakan kertas berukuran lebih besar (setara koran)
  • Penjumlahan angka dilakukan dari atas ke bawah
  • Memiliki lebih dari 40 kolom, seringkali mencapai 50-60 kolom
  • Waktu pengerjaan lebih lama, sekitar 60 menit
  • Instruksi "garis" diberikan untuk menandai batas pengerjaan

Kedua jenis tes ini memiliki tujuan yang sama yaitu mengukur aspek-aspek psikologis seperti konsentrasi, kecepatan kerja, dan ketahanan mental. Namun, perbedaan dalam format dan metode pengerjaan dapat memberikan insight yang sedikit berbeda tentang karakteristik peserta tes.

Cara Mengerjakan Tes Koran

Mengerjakan tes koran mungkin terlihat sederhana, namun membutuhkan strategi dan keterampilan khusus untuk mendapatkan hasil optimal. Berikut adalah langkah-langkah detail dalam mengerjakan tes koran:

1. Memahami Instruksi

Sebelum memulai, pastikan Anda memahami dengan jelas instruksi yang diberikan. Perhatikan apakah Anda diminta mengerjakan dari atas ke bawah (Tes Pauli) atau dari bawah ke atas (Tes Kraepelin). Pahami juga aba-aba yang akan diberikan pengawas, seperti "pindah" atau "garis".

2. Posisikan Diri dengan Nyaman

Atur posisi duduk Anda senyaman mungkin. Pastikan pencahayaan cukup dan lembar tes berada dalam jangkauan yang mudah. Kenyamanan fisik akan membantu Anda mempertahankan konsentrasi lebih lama.

3. Mulai Menjumlahkan

Begitu aba-aba dimulai, segera mulai menjumlahkan angka-angka sesuai instruksi. Untuk Tes Pauli, jumlahkan dari atas ke bawah. Untuk Tes Kraepelin, jumlahkan dari bawah ke atas.

4. Teknik Penjumlahan

  • Jumlahkan dua angka yang berdekatan.
  • Tulis hasil penjumlahan di sebelah kanan, di antara kedua angka tersebut.
  • Jika hasil penjumlahan dua digit, cukup tulis angka terakhirnya saja. Misalnya, 8 + 7 = 15, tulis angka 5 saja.

5. Penanganan Kesalahan

Jika Anda melakukan kesalahan, jangan panik. Cukup coret angka yang salah dan tulis angka yang benar di sebelahnya. Jangan menghabiskan waktu untuk menghapus, karena ini akan mengurangi efisiensi waktu Anda.

6. Merespon Aba-aba

Saat pengawas memberikan aba-aba (biasanya setiap 3 menit), segera respon sesuai instruksi:

  • Untuk Tes Pauli: Beri garis di bawah angka terakhir yang Anda kerjakan, lalu lanjutkan penjumlahan.
  • Untuk Tes Kraepelin: Pindah ke kolom berikutnya dan mulai dari bawah lagi.

7. Menjaga Kecepatan dan Konsistensi

Usahakan untuk menjaga kecepatan kerja Anda konsisten. Jangan terlalu lambat di awal dan terburu-buru di akhir, atau sebaliknya. Kecepatan yang stabil akan memberikan hasil yang lebih baik.

Sistem Penilaian Tes Koran

Sistem penilaian tes koran melibatkan beberapa aspek yang kompleks dan tidak hanya berfokus pada jumlah jawaban benar. Berikut adalah penjelasan detail tentang bagaimana tes koran biasanya dinilai:

1. Jumlah Total Penjumlahan

Ini adalah aspek paling dasar dari penilaian. Semakin banyak penjumlahan yang dapat diselesaikan dengan benar, semakin tinggi skor yang diperoleh. Namun, ini bukanlah satu-satunya faktor yang dipertimbangkan.

2. Akurasi

Ketelitian dalam menjumlahkan angka-angka juga sangat penting. Persentase jawaban benar dibandingkan dengan total penjumlahan yang dilakukan akan memberikan gambaran tentang tingkat ketelitian peserta.

3. Konsistensi

Penilaian juga mempertimbangkan konsistensi kinerja peserta sepanjang tes. Hal ini dapat dilihat dari:

  • Jumlah penjumlahan yang dilakukan di setiap interval waktu (biasanya setiap 3 menit)
  • Stabilitas jumlah penjumlahan antar kolom

4. Pola Grafik

Dari data jumlah penjumlahan per interval, dapat dibuat grafik yang menggambarkan kinerja peserta. Bentuk grafik ini dapat diinterpretasikan sebagai berikut:

  • Grafik datar: Menunjukkan konsistensi dan stabilitas emosi yang baik
  • Grafik naik: Mengindikasikan peningkatan kinerja dan adaptabilitas yang baik
  • Grafik turun: Mungkin menandakan kelelahan atau penurunan motivasi
  • Grafik fluktuatif: Bisa menunjukkan ketidakstabilan emosi atau konsentrasi

5. Kecepatan Kerja

Dihitung dari rata-rata jumlah penjumlahan yang dapat diselesaikan per menit atau per interval waktu tertentu.

6. Daya Tahan

Dinilai dari kemampuan peserta mempertahankan kinerja selama durasi tes. Penurunan signifikan di akhir tes mungkin mengindikasikan daya tahan yang kurang.

7. Pola Kesalahan

Jenis dan distribusi kesalahan juga dianalisis. Misalnya:

  • Kesalahan di awal tes mungkin menunjukkan kegugupan
  • Kesalahan di akhir tes bisa mengindikasikan kelelahan
  • Kesalahan yang konsisten pada angka tertentu mungkin menunjukkan kelemahan spesifik

Trik Tes Koran: Tips Sukses Menghadapi Tes

Menghadapi tes koran bisa menjadi pengalaman yang menantang, namun dengan persiapan yang tepat dan strategi yang efektif, Anda dapat meningkatkan peluang untuk sukses. Berikut adalah tips-tips jitu untuk mengoptimalkan performa Anda dalam tes koran:

1. Latihan Rutin

Semakin sering Anda berlatih, semakin terbiasa Anda dengan format tes. Lakukan latihan rutin dengan berbagai variasi soal tes koran. Catat waktu Anda dan evaluasi hasilnya untuk melihat area yang perlu ditingkatkan.

2. Tingkatkan Kecepatan Berhitung

Lakukan latihan penjumlahan cepat setiap hari. Mulai dari angka-angka kecil dan tingkatkan kesulitannya secara bertahap. Fokus pada penjumlahan dua digit terakhir untuk efisiensi waktu.

3. Kembangkan Teknik Scanning

Latih mata Anda untuk cepat memindai deretan angka. Teknik ini akan membantu Anda mengidentifikasi angka-angka dengan lebih cepat tanpa kehilangan akurasi.

4. Atur Ritme Kerja

Temukan ritme kerja yang nyaman bagi Anda. Jangan terlalu lambat di awal atau terburu-buru di akhir. Usahakan untuk mempertahankan kecepatan yang konsisten sepanjang tes.

5. Fokus pada Keseimbangan

Ingat bahwa kecepatan bukan segalanya. Fokus pada keseimbangan antara kecepatan dan akurasi. Lebih baik mengerjakan lebih sedikit tapi akurat daripada banyak tapi penuh kesalahan.

6. Gunakan Teknik Visualisasi

Sebelum tes, visualisasikan diri Anda mengerjakan tes dengan tenang dan efisien. Teknik ini dapat membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kepercayaan diri.

7. Jaga Kesehatan Fisik dan Mental

Pastikan Anda cukup tidur malam sebelum tes. Konsumsi makanan bergizi dan hindari kafein berlebihan yang dapat mempengaruhi konsentrasi.

8. Manajemen Stres

Kembangkan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam atau meditasi singkat. Terapkan ini sebelum dan selama tes untuk menjaga ketenangan.

9. Perhatikan Postur dan Kenyamanan

Duduk dengan postur yang baik dan pastikan area kerja Anda nyaman. Ini akan membantu Anda mempertahankan konsentrasi lebih lama.

10. Fokus pada Diri Sendiri

Jangan terpengaruh oleh kecepatan atau progress peserta lain. Fokus pada pekerjaan Anda sendiri dan lakukan yang terbaik sesuai kemampuan Anda.

Persiapan Menghadapi Tes Koran

Persiapan yang matang adalah kunci sukses dalam menghadapi tes koran. Berikut adalah langkah-langkah komprehensif untuk mempersiapkan diri menghadapi tes koran:

1. Pahami Format Tes

Pelajari dengan seksama format tes koran yang akan Anda hadapi. Ketahui apakah itu Tes Kraepelin atau Tes Pauli, durasi tes, dan aturan-aturan spesifiknya. Pemahaman yang baik tentang format tes akan membantu Anda merasa lebih siap dan percaya diri.

2. Latihan Rutin

Mulailah latihan setidaknya beberapa minggu sebelum tes. Gunakan contoh soal tes koran yang tersedia online atau buku latihan. Mulai dengan sesi pendek dan tingkatkan durasinya secara bertahap hingga mendekati durasi tes sebenarnya.

3. Tingkatkan Kecepatan Berhitung

Lakukan latihan penjumlahan cepat setiap hari. Mulai dari angka-angka sederhana dan tingkatkan kesulitannya secara bertahap. Fokus pada penjumlahan dua digit terakhir untuk efisiensi.

4. Simulasikan Kondisi Tes

Ciptakan lingkungan yang mirip dengan kondisi tes sebenarnya saat berlatih. Gunakan timer, duduk di meja, dan minimalisir gangguan. Ini akan membantu Anda terbiasa dengan suasana tes.

5. Analisis Performa

Setelah setiap sesi latihan, evaluasi performa Anda. Perhatikan pola kesalahan, kecepatan, dan konsistensi. Identifikasi area yang perlu perbaikan dan fokuskan latihan pada area tersebut.

Manfaat Tes Koran dalam Rekrutmen

Tes koran memiliki beragam manfaat dalam konteks rekrutmen karyawan dan penilaian psikologis. Berikut adalah beberapa manfaat utama penggunaan tes koran:

1. Mengukur Kecepatan dan Efisiensi Kerja

Tes koran memberikan gambaran yang jelas tentang seberapa cepat dan efisien seseorang dapat menyelesaikan tugas-tugas sederhana namun repetitif. Ini sangat relevan untuk posisi yang membutuhkan kecepatan pengolahan informasi dan pengambilan keputusan cepat.

2. Menilai Ketelitian dan Akurasi

Kemampuan untuk menjaga ketelitian di bawah tekanan waktu adalah kualitas yang sangat dihargai dalam banyak pekerjaan. Tes koran efektif dalam mengukur aspek ini.

3. Menganalisis Ketahanan Mental

Sifat monoton dan repetitif dari tes koran menguji ketahanan mental seseorang. Ini dapat mengindikasikan bagaimana seseorang akan berkinerja dalam tugas-tugas yang mungkin membosankan atau menekan dalam pekerjaan sehari-hari.

4. Mengevaluasi Stabilitas Emosi

Pola jawaban dan kecepatan kerja selama tes dapat memberikan insight tentang stabilitas emosi seseorang. Kemampuan untuk mempertahankan kinerja yang konsisten di bawah tekanan adalah indikator penting dari kestabilan emosional.

5. Memprediksi Kinerja Pekerjaan

Hasil tes koran dapat digunakan untuk memprediksi bagaimana seseorang akan berkinerja dalam pekerjaan yang membutuhkan ketelitian, kecepatan, dan ketahanan mental.

6. Mengidentifikasi Potensi Masalah Kognitif

Meskipun bukan tujuan utamanya dalam konteks rekrutmen, tes koran juga dapat membantu mengidentifikasi potensi masalah kognitif atau gangguan konsentrasi yang mungkin memerlukan penanganan lebih lanjut.

Perbedaan Tes Kraepelin dan Tes Pauli

Meskipun Tes Kraepelin dan Tes Pauli sering dianggap serupa karena keduanya termasuk dalam kategori tes koran, terdapat beberapa perbedaan signifikan antara keduanya. Memahami perbedaan ini penting untuk persiapan yang lebih efektif. Berikut adalah perbandingan detail antara Tes Kraepelin dan Tes Pauli:

1. Asal Usul

Tes Kraepelin: Dikembangkan oleh Emil Kraepelin, seorang psikiater Jerman, pada akhir abad ke-19. Awalnya digunakan untuk mendiagnosis gangguan otak seperti demensia.

Tes Pauli: Dikembangkan oleh Richard Pauli, seorang psikolog Jerman, pada awal abad ke-20 sebagai penyempurnaan dari Tes Kraepelin.

2. Metode Pengerjaan

Tes Kraepelin: Penjumlahan dilakukan dari bawah ke atas pada setiap kolom.

Tes Pauli: Penjumlahan dilakukan dari atas ke bawah pada setiap kolom.

3. Ukuran Lembar Kerja

Tes Kraepelin: Menggunakan kertas berukuran A4 atau F4.

Tes Pauli: Menggunakan kertas berukuran lebih besar, setara dengan ukuran koran.

4. Jumlah Kolom

Tes Kraepelin: Biasanya terdiri dari 40 kolom.

Tes Pauli: Memiliki lebih dari 40 kolom, seringkali mencapai 50-60 kolom.

5. Durasi Tes

Tes Kraepelin: Umumnya berlangsung sekitar 20-30 menit.

Tes Pauli: Biasanya berlangsung lebih lama, sekitar 60 menit.

Contoh Soal Tes Koran

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang tes koran, berikut adalah beberapa contoh soal yang mungkin Anda temui dalam Tes Kraepelin atau Tes Pauli. Perlu diingat bahwa dalam tes sebenarnya, Anda akan dihadapkan pada lembar kerja yang jauh lebih besar dengan banyak kolom dan baris.

Contoh 1: Tes Kraepelin

Berikut adalah contoh satu kolom dalam Tes Kraepelin. Ingat, penjumlahan dilakukan dari bawah ke atas.

729538461

Cara pengerjaan:

1 + 6 = 7 (tulis 7)7 + 4 = 11 (tulis 1)1 + 8 = 9 (tulis 9)9 + 3 = 12 (tulis 2)2 + 5 = 7 (tulis 7)7 + 9 = 16 (tulis 6)6 + 2 = 8 (tulis 8)8 + 7 = 15 (tulis 5)

Contoh 2: Tes Pauli

Berikut adalah contoh satu kolom dalam Tes Pauli. Ingat, penjumlahan dilakukan dari atas ke bawah.

583927461

Cara pengerjaan:

5 + 8 = 13 (tulis 3)3 + 3 = 6 (tulis 6)6 + 9 = 15 (tulis 5)5 + 2 = 7 (tulis 7)7 + 7 = 14 (tulis 4)4 + 4 = 8 (tulis 8)8 + 6 = 14 (tulis 4)4 + 1 = 5 (tulis 5)

FAQ Seputar Tes Koran

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan seputar tes koran beserta jawabannya:

1. Apakah tes koran hanya mengukur kemampuan berhitung?

Tidak, tes koran tidak hanya mengukur kemampuan berhitung. Meskipun melibatkan penjumlahan angka, tes ini sebenarnya dirancang untuk mengukur berbagai aspek kognitif dan psikologis seperti konsentrasi, kecepatan kerja, ketahanan mental, dan kemampuan bekerja di bawah tekanan. Hasil tes dapat memberikan gambaran tentang bagaimana seseorang mungkin berkinerja dalam situasi kerja yang menuntut fokus dan efisiensi tinggi.

2. Berapa lama waktu yang biasanya diberikan untuk mengerjakan tes koran?

Durasi tes koran bervariasi tergantung pada jenisnya. Tes Kraepelin biasanya berlangsung sekitar 20-30 menit, sementara Tes Pauli dapat berlangsung hingga 60 menit. Namun, perlu diingat bahwa setiap interval pengerjaan (biasanya per kolom) hanya diberi waktu sangat singkat, sekitar 15-30 detik. Kecepatan dan konsistensi dalam mengerjakan setiap interval ini yang menjadi fokus penilaian.

3. Bagaimana cara terbaik untuk mempersiapkan diri menghadapi tes koran?

Persiapan terbaik melibatkan beberapa aspek:

  • Latihan rutin: Berlatih mengerjakan contoh soal tes koran secara teratur.
  • Meningkatkan kecepatan berhitung: Lakukan latihan penjumlahan cepat setiap hari.
  • Melatih konsentrasi: Lakukan aktivitas yang meningkatkan fokus seperti membaca atau puzzle.
  • Simulasi kondisi tes: Ciptakan lingkungan yang mirip dengan kondisi tes saat berlatih.
  • Jaga kesehatan fisik dan mental: Pastikan cukup tidur dan makan makanan bergizi menjelang tes.

4. Apakah hasil tes koran dapat menentukan diterima atau tidaknya seseorang dalam proses rekrutmen?

Hasil tes koran biasanya bukan satu-satunya faktor yang menentukan keputusan dalam proses rekrutmen. Tes ini umumnya menjadi bagian dari serangkaian tes dan wawancara yang lebih komprehensif. Namun, performa yang baik dalam tes koran dapat memberikan kesan positif dan menunjukkan potensi kandidat dalam aspek-aspek tertentu yang mungkin relevan dengan posisi yang dilamar.

5. Bagaimana jika saya melakukan kesalahan saat mengerjakan tes koran?

Jika Anda melakukan kesalahan saat mengerjakan tes koran, jangan panik. Cara terbaik adalah:

  • Coret angka yang salah dengan satu garis.
  • Tulis angka yang benar di sebelahnya.
  • Lanjutkan ke angka berikutnya tanpa menghabiskan waktu terlalu lama untuk memperbaiki kesalahan.

Ingat, kecepatan dan konsistensi juga penting, jadi jangan terlalu terfokus pada satu kesalahan.

Kesimpulan

Tes koran, baik dalam bentuk Tes Kraepelin maupun Tes Pauli, merupakan alat penilaian psikologis yang tetap relevan dalam proses rekrutmen dan evaluasi karyawan di era modern. Meskipun terlihat sederhana, tes ini mampu mengukur berbagai aspek penting seperti konsentrasi, kecepatan kerja, ketelitian, dan ketahanan mental yang sangat diperlukan dalam banyak jenis pekerjaan.

Kunci sukses dalam menghadapi tes koran terletak pada persiapan yang matang dan strategi yang tepat. Latihan rutin, pemahaman mendalam tentang format tes, dan pengembangan teknik personal yang efektif dapat secara signifikan meningkatkan performa seseorang. Penting juga untuk memperhatikan aspek kesehatan fisik dan mental, karena kedua faktor ini sangat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam menghadapi tekanan dan menjaga konsentrasi selama tes berlangsung.

Bagi para pencari kerja, memahami dan mempersiapkan diri untuk tes koran dapat menjadi keunggulan kompetitif dalam proses seleksi. Sementara bagi perusahaan dan penilai, pemahaman yang baik tentang interpretasi hasil tes koran dapat membantu dalam membuat keputusan rekrutmen yang lebih tepat dan objektif.

Terakhir, perlu diingat bahwa meskipun tes koran adalah alat penilaian yang berharga, ia hanyalah satu bagian dari proses evaluasi yang lebih komprehensif. Hasil tes ini sebaiknya dipertimbangkan bersama dengan aspek-aspek lain seperti pengalaman hingga keterampilan. 

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya