Liputan6.com, Khartoum - Sebuah pesawat milik militer Sudan jatuh pada Selasa (25/2/2025) di Omdurman, sebelah utara ibu kota Sudan, Khartoum.
Insiden ini menewaskan awaknya dan beberapa perwira angkatan darat, dikutip dari laman Xinhua, Rabu (26/2).
Advertisement
Pesawat Antonov, yang lepas landas dari Pangkalan Udara Wadi Seidna sekitar 22 km di sebelah utara Khartoum, jatuh tak lama setelah lepas landas, kata militer Sudan dalam sebuah pernyataan.
Advertisement
Seorang sumber militer yang berbicara dengan syarat anonim, mengaitkan kecelakaan itu dengan kesalahan teknis.
Pesawat dengan awak empat orang itu dilaporkan sedang dalam misi militer, mengangkut beberapa perwira tinggi.
Saksi mata mengatakan, pesawat itu terbang di ketinggian rendah sebelum tiba-tiba jatuh dan terbakar di daerah padat penduduk.
Menurut Sudan News, kecelakaan udara itu merenggut nyawa seorang brigadir jenderal, beberapa perwira dan prajurit, dan sedikitnya lima warga sipil.
Puing-puing pesawat tersebar di rumah-rumah penduduk, dengan beberapa rumah mengalami kerusakan yang signifikan.
Komite Perlawanan Karari, sebuah kelompok relawan lokal, melaporkan bahwa beberapa korban luka bakar dan sepuluh jenazah dibawa ke rumah sakit setelah kecelakaan tersebut. Kelompok tersebut juga mencatat adanya luka parah di antara para penyintas.
Kecelakaan menambah daftar krisis kemanusiaan yang terjadi Sudan, yang telah dilanda konflik antara Angkatan Bersenjata Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat paramiliter sejak April 2023.
Kekerasan tersebut telah menewaskan lebih dari 29.600 orang dan membuat lebih dari 15 juta orang mengungsi, menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi.