Kemlu RI: Belum Ada Informasi WNI Jadi Korban Gempa Myanmar dan Thailand

Thailand dan Myanmar masing-masing telah mengumumkan status darurat di wilayahnya.

oleh Khairisa Ferida Diperbarui 28 Mar 2025, 17:47 WIB
Diterbitkan 28 Mar 2025, 17:47 WIB
Para penyintas gempa bumi menunggu untuk menerima perawatan medis di kompleks rumah sakit di Naypyidaw pada 28 Maret 2025, setelah gempa bumi di Myanmar bagian tengah. (Dok: AFP/Sebastien Berger)
Para penyintas gempa bumi menunggu untuk menerima perawatan medis di kompleks rumah sakit di Naypyidaw pada 28 Maret 2025, setelah gempa bumi di Myanmar bagian tengah. (Dok: AFP/Sebastien Berger)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyatakan, berdasarkan koordinasi dengan KBRI Yangon dan KBRI Bangkok, hingga saat ini belum terdapat informasi adanya Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban gempa magnitudo 7,7 pada Jumat (28/3/2025) sekitar pukul 13.00 waktu setempat.Titik gempa dilaporkan berjarak 13 Km arah utara-barat laut dari Kota Sagaing, Myannmar. Gempa juga dirasakan hingga ke wilayah tengah dan utara Thailand, termasuk Bangkok.

"KBRI Yangon tengah memantau dan berkoordinasi dengan otoritas dan komunitas Indonesia untuk mengidentifikasi WNI yang terdampak. Sejauh ini sejumlah WNI yang berada di wilayah Mandalay telah melaporkan dalam keadaan baik. Total WNI yang berada di Myanmar tercatat sekitar 250 orang," ungkap Direktur Pelindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI Judha Nugraha dalam pesan tertulisnya kepada awak media.

Untuk wilayah Myanmar, ujar Judha, berdasarkan pantauan media setempat bahwa titik gempa merusak sejumlah infrastruktur di Mandalay, salah satunya melumpuhkan Old Sagaing Bridge yang menghubungkan Kota Mandalay dengan Sagaing Region.

Mengutip CNA, junta militer Myanmar telah mengumumkan keadaan darurat di enam wilayah pascagempa, termasuk di Mandalay dan Naypyidaw.

Untuk wilayah Thailand, Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra telah menetapkan Bangkok sebagai zona darurat dan memerintahkan otoritas terkait untuk mengeluarkan peringatan nasional, pemberitahuan publik melalui SMS dan media, serta mobilitas militer. Bandara, rumah sakit, dan layanan transportasi juga disiagakan. Bangkok Metropolitan Authority merilis nomor hotline darurat 1555 melalui akun Facebook resminya untuk menerima laporan warga terdampak gempa.

"Sejauh ini belum terdapat laporan adanya WNI di Thailand yang menjadi korban gempa. Total jumlah WNI yang tercatat menetap di Thailand sejumlah 2.379 orang," kata Judha.

KBRI Yangon dan KBRI Bangkok mengimbau kepada para WNI untuk tetap waspada atas gempa susulan dan segera menghubingi hotline KBRI jika menghadapi keadaan darurat.

Hotline KBRI Yangon: +95 9 503 7055 dan Hotline KBRI Bangkok: +65929031103

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya