Liputan6.com, Jakarta Dehidrasi pada bayi adalah kondisi yang sangat perlu diwaspadai oleh setiap orang tua. Bayi memiliki kebutuhan cairan yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa karena tubuh mereka masih dalam tahap perkembangan yang pesat.
Mengenali tanda-tanda dehidrasi pada bayi sangat penting untuk memastikan bahwa si kecil mendapatkan asupan cairan yang cukup dan tetap sehat. Salah satu tanda dehidrasi pada bayi yang dapat kamu perhatikan adalah mulut dan bibir yang kering.
Jika bayi kamu tampak kurang aktif atau lebih rewel dari biasanya, itu juga bisa menjadi indikasi bahwa mereka membutuhkan lebih banyak cairan. Berikut ini beberapa tanda dehidrasi pada bayi yang perlu kamu ketahui sebagai orang tua, sebagaimana dilansir oleh Liputan6.com dari berbagai sumber pada Senin (19/08/2024).
Advertisement
Tanda bayi dehidrasi
1. Mulut dan bibir kering
Salah satu tanda paling mudah untuk mengenali dehidrasi pada bayi adalah mulut dan bibir yang kering. Bayi yang mendapatkan cukup cairan biasanya memiliki mulut yang lembap dan bibir yang tidak pecah-pecah. Jika kamu melihat bibir bayi tampak kering atau pecah-pecah, ini bisa menjadi pertanda bahwa bayi sedang mengalami dehidrasi.
2. Popok yang jarang basah
Frekuensi buang air kecil juga merupakan indikator penting. Bayi yang terhidrasi dengan baik biasanya akan membasahi popoknya setidaknya 6-8 kali dalam 24 jam. Jika kamu mendapati popok bayi tetap kering selama beberapa jam atau jumlah popok basah berkurang drastis, ini bisa menjadi tanda bahwa bayi mengalami dehidrasi.
3. Mata cekung
Mata yang cekung atau tampak tenggelam ke dalam rongga mata adalah tanda lain dari dehidrasi pada bayi. Kondisi ini terjadi karena kurangnya cairan dalam tubuh yang menyebabkan jaringan di sekitar mata kehilangan kelembapannya. Jika mata bayi tampak cekung, segera cari perhatian medis.
Advertisement
Tanda bayi dehidrasi
4. Tidak ada air mata
Bayi yang mengalami dehidrasi mungkin tidak mengeluarkan air mata saat menangis. Kehadiran air mata menunjukkan bahwa tubuh memiliki cukup cairan. Jika bayi menangis tanpa air mata, ini bisa menjadi tanda dehidrasi yang harus segera ditangani.
5. Kulit tidak elastis
Kulit yang kehilangan elastisitas juga merupakan tanda dehidrasi pada bayi. Kamu bisa melakukan tes sederhana dengan mencubit lembut kulit di perut bayi. Pada bayi yang cukup cairan, kulit akan segera kembali ke posisi semula. Namun, jika kulit lambat kembali atau tetap terangkat, ini bisa menjadi indikasi dehidrasi.
Dehidrasi pada bayi adalah kondisi serius yang memerlukan perhatian segera. Dengan mengenali tanda-tanda dehidrasi, kamu dapat mengambil tindakan cepat untuk memastikan kesehatan dan keselamatan bayi.
