Liputan6.com, Jakarta Dalam Islam, terdapat keringanan (rukhsah) bagi umat Muslim yang sedang dalam perjalanan jauh, yakni sejauh minimal 82 km. Salah satu bentuk keringanan ini adalah kebolehan menjamak sholat, yaitu menggabungkan dua shalat fardhu dalam satu waktu. Sholat yang dapat dijamak adalah Dhuhur dengan Ashar serta Maghrib dengan Isya.
Baca Juga
Advertisement
Jamak shalat terbagi menjadi dua jenis, yaitu jamak taqdim dan jamak ta’khir. Jamak taqdim dilakukan dengan mengerjakan dua shalat dalam waktu shalat pertama, seperti menggabungkan shalat Maghrib dan Isya pada waktu Maghrib. Sementara itu, jamak ta’khir dilakukan dengan mengerjakan dua shalat dalam waktu shalat kedua, seperti menggabungkan shalat Maghrib dan Isya pada waktu Isya.
Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai niat dan tata cara pelaksanaan shalat jamak taqdim Maghrib dan Isya agar ibadah tetap sesuai dengan syariat meskipun dalam kondisi bepergian. Dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (2/4/2025).
Niat Sholat Maghrib (Jamak Taqdim dengan Isya)
أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مَحْمُوعًا بِالْعِشَاءِ جَمْعَ تَقْدِيمِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli fardhal maghribi tsalâtsa raka'ātin majmů'an bil 'isya-i jam'a taqdimin lillāhi ta'ālā.
Artinya: Aku menyengaja shalat fardhu Maghrib tiga rakaat dijamak bersama Isya dengan jamak taqdim karena Allah Ta'ala.
Niat Sholat Isya (Setelah Maghrib dalam Jamak Taqdim)
أُصَلِّي فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli fardhal 'isya-i arba'a raka'ätin lillāhi ta'ālā.
Artinya: Aku menyengaja shalat fardhu Isya empat rakaat karena Allah Ta'ala.
Advertisement
Tata Cara Sholat Jamak Taqdim Maghrib dan Isya
Sholat jamak taqdim Maghrib dan Isya dilakukan dengan cara menggabungkan kedua sholat tersebut dalam waktu Maghrib. Berikut adalah langkah-langkah pelaksanaannya:
1. Membaca Niat Jamak Taqdim
Sebelum memulai sholat, harus berniat untuk menjamak sholat dengan jamak taqdim. Niat ini dibaca dalam hati sebelum takbiratul ihram.
2. Mengerjakan Sholat Maghrib Terlebih Dahulu
Sholat dimulai dengan melaksanakan sholat Maghrib tiga rakaat seperti biasa, lengkap dengan tahiyat akhir dan salam.
3. Mengerjakan Sholat Isya Setelahnya
Setelah selesai sholat Maghrib, langsung melanjutkan dengan sholat Isya sebanyak empat rakaat tanpa jeda yang terlalu lama.
4. Memastikan Kedua Sholat Berada dalam Satu Waktu yang Sama
Sholat Isya harus dilakukan masih dalam waktu Maghrib. Tidak boleh ada jeda yang terlalu lama antara sholat Maghrib dan Isya.
5. Memastikan Masih dalam Keadaan Perjalanan
Sholat Isya harus dilakukan ketika masih dalam kondisi musafir (bepergian). Perjalanan harus masih berlanjut saat sholat Isya dimulai.
6. Memenuhi Rukun dan Syarat Sholat
Sholat dilakukan sebagaimana sholat fardhu pada umumnya, dengan gerakan dan bacaan yang sama. Sholat Maghrib tetap tiga rakaat dan sholat Isya tetap empat rakaat jika tidak diqasar.
Dengan mengikuti tata cara ini, sholat jamak taqdim Maghrib dan Isya dapat dilakukan dengan benar sesuai syariat Islam.
Syarat Mengerjakan Sholat Jamak Taqdim
Agar sholat jamak taqdim dapat dilakukan dengan sah, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi. Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai syarat-syarat tersebut:
1. Tertib dalam Urutan Pelaksanaan Sholat
Dalam sholat jamak taqdim, urutan pelaksanaan sholat harus sesuai dengan ketentuan, yaitu mendahulukan sholat yang pertama sebelum melaksanakan sholat yang kedua. Sebagai contoh, jika seseorang ingin menjamak sholat Maghrib dan Isya dengan jamak taqdim, maka ia harus terlebih dahulu menyelesaikan sholat Maghrib sebelum melanjutkan ke sholat Isya. Urutan ini wajib dipatuhi, sehingga tidak diperbolehkan mengerjakan sholat Isya terlebih dahulu sebelum sholat Maghrib.
2. Mengucapkan Niat di Awal Sholat
Salah satu syarat penting dalam sholat jamak taqdim adalah meniatkan sholat jamak sejak awal, tepatnya pada sholat pertama yang akan dikerjakan. Niat ini sebaiknya dilakukan bersamaan dengan takbiratul ihram dalam sholat pertama. Dengan adanya niat ini, seseorang telah menyatakan kesungguhannya untuk menggabungkan dua sholat dalam satu waktu dengan alasan yang dibenarkan oleh syariat, yaitu dalam kondisi bepergian.
3. Mengerjakan Kedua Sholat Secara Berurutan Tanpa Jeda Lama
Sholat pertama dan sholat kedua dalam jamak taqdim harus dilakukan secara berturut-turut tanpa adanya jeda yang terlalu lama. Artinya, setelah menyelesaikan sholat pertama, seseorang harus segera memulai sholat kedua tanpa melakukan aktivitas lain yang bisa dianggap sebagai pemisah. Jika terdapat jeda yang cukup lama hingga dianggap sudah keluar dari rangkaian sholat jamak, maka sholat jamak taqdim tidak sah dan harus dilakukan secara terpisah sesuai waktu masing-masing.
4. Masih dalam Keadaan Bepergian Saat Sholat Kedua Dikerjakan
Syarat terakhir adalah bahwa seseorang masih berada dalam kondisi perjalanan (musafir) ketika melaksanakan sholat yang kedua. Ini berarti bahwa perjalanan belum selesai atau belum mencapai tujuan saat sholat kedua dikerjakan.
Namun, perjalanan yang dilakukan tidak harus mencapai batas minimal jarak qashar (sekitar 82 km), selama seseorang masih dalam keadaan musafir dan belum kembali ke tempat tinggalnya. Jika seseorang sudah sampai di tempat tujuan sebelum sholat kedua dilaksanakan, maka sholat jamak taqdim tidak lagi diperbolehkan.
Dengan memenuhi keempat syarat di atas, sholat jamak taqdim dapat dilakukan dengan benar dan sah sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Advertisement
