Liputan6.com, Jakarta - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah berhati-hati merespons kebijakan tarif impor baru Amerika Serikat (AS) yang diterapkan Presiden Donald Trump. Menurutnya, Indonesia harus menghitung cermat untung-rugi atas kebijakan baru tersebut.
"Pemerintah harus tetap berhati-hati menghitung untung rugi kebijakan tarif baru AS tersebut pada kinerja perekonomian Indonesia secara keseluruhan," ujar Ketua Komisi XI DPR kepada wartawan, Kamis (3/4/2025).
Baca Juga
Menurut politikus Golkar itu, kebijakan tarif Trump tersebut akan signifikan mempengaruhi ekspor Indonesia terhadap AS. Ia meminta semua stakeholder untuk segera berkonsolidasi demi mengantisipasi kebijakan Trump.
Advertisement
"Kebijakan tarif perdagangan baru AS di era Trump ini kan sangat signifikan dampak tekanannya pada ekspor Indonesia ke AS, sehingga pemerintah harus melakukan konsolidasi menyeluruh para stakeholder untuk menghadapinya," pungkas Misbakhun.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meningkatkan perang dagang global yang besar. Langkah tersebut akan berdampak terhadap masyarakat AS dan ekonomi AS ke dalam resesi.
Mengutip CNN, Kamis (3/4/2025), pada Rabu, Donald Trump mengumumkan keadaan darurat ekonomi nasional dan mengumumkan tarif setidaknya 10 persen di semua negara. Bahkan tarif lebih tinggi untuk 60 negara yang dianggap sebagai “pelanggar terburuk”, menurut pejabat Gedung Putih.
Tarif Impor hingga 54 Persen
Salah satu tarif tertinggi sebesar 49 persen akan dikenakan kepada semua impor Kamboja, menurut poster yang dipajang Donald Trump dalam acara di Rose Garden pada Rabu pekan ini. Di antara tarif timbal balik yang baru diumumkan lainnya adalah 46 persen untuk Vietnam, 34 persen untuk China, dan 20 persen untuk Uni Eropa.
Tarif timbal balik China akan dikenakan di atas tarif 20 persen yang telah diberlakukan Donald Trump sehingga total tarifnya menjadi 54 persen. Amerika Serikat impor barang senilai USD 439 miliar dari China tahun lalu, sumber impor teratas kedua setelah Meksiko.
Kemudian mulai 2 Mei, tarif 54 persen juga akan diterapkan pada paket senilai kurang dari USD 800 yang dikirim ke Amerika Serikat dari China dan Hong Kong. Ini berarti warga AS yang memesan barang dari perusahaan yang berbasis di China, seperti AliExpress, Temu, dan Shein harus membayar 54 persen lebih mahal.
Advertisement
Baja dan Mobil Tidak Kena Tarif Timbal Balik
Barang yang dikenakan tarif sectoral, seperti baja, aluminium dan mobil tidak akan dikenakan tarif timbal balik khusus negara tambahan. Namun, dalam kasus China, tarif sectoral akan berlaku di atas tarif 20 persen yang berlaku sebelum pengumuman Rabu pekan ini.
Dalam kebanyakan kasus, Donald Trump menuturkan, tarif itu “setengah” dari tarif yang dikenakan negara lain dan blok perdagangan kepada AS jika memperhitungkan manipulasi mata uang dan hambatan perdagangan lainnya.
