Ketua Komisi XI DPR Minta Pemerintah Hati-Hati Respons Tarif Impor Trump

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah untuk berhati-hati merespons kebijakan tarif impor baru AS yang diterapkan Presiden Donald Trump. Menurutnya, Indonesia harus menghitung cermat untung-rugi atas kebijakan baru tersebut.

oleh Delvira Hutabarat Diperbarui 03 Apr 2025, 17:02 WIB
Diterbitkan 03 Apr 2025, 17:02 WIB
Donald Trump saat dilantik sebagai presiden ke-47 Amerika Serikat. Pelantikan Trump berlangsung di Rotunda Gedung Capitol AS, Washington DC, Senin (20/1/2025).
Donald Trump saat dilantik sebagai presiden ke-47 Amerika Serikat. Pelantikan Trump berlangsung di Rotunda Gedung Capitol AS, Washington DC, Senin (20/1/2025). (Dok. Kevin Lamarque/Pool Photo via AP)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah berhati-hati merespons kebijakan tarif impor baru Amerika Serikat (AS) yang diterapkan Presiden Donald Trump. Menurutnya, Indonesia harus menghitung cermat untung-rugi atas kebijakan baru tersebut.

"Pemerintah harus tetap berhati-hati menghitung untung rugi kebijakan tarif baru AS tersebut pada kinerja perekonomian Indonesia secara keseluruhan," ujar Ketua Komisi XI DPR kepada wartawan, Kamis (3/4/2025).

Menurut politikus Golkar itu, kebijakan tarif Trump tersebut akan signifikan mempengaruhi ekspor Indonesia terhadap AS. Ia meminta semua stakeholder untuk segera berkonsolidasi demi mengantisipasi kebijakan Trump.

"Kebijakan tarif perdagangan baru AS di era Trump ini kan sangat signifikan dampak tekanannya pada ekspor Indonesia ke AS, sehingga pemerintah harus melakukan konsolidasi menyeluruh para stakeholder untuk menghadapinya," pungkas Misbakhun.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meningkatkan perang dagang global yang besar. Langkah tersebut akan berdampak terhadap masyarakat AS dan ekonomi AS ke dalam resesi.

Mengutip CNN, Kamis (3/4/2025), pada Rabu, Donald Trump mengumumkan keadaan darurat ekonomi nasional dan mengumumkan tarif setidaknya 10 persen di semua negara. Bahkan tarif lebih tinggi untuk 60 negara yang dianggap sebagai “pelanggar terburuk”, menurut pejabat Gedung Putih.

 

Tarif Impor hingga 54 Persen

20170406-Donald Trump Bertemu dengan Xi Jinping di Florida-AP
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sebelum melakukan pertemuan di resor Mar a Lago, Florida, Kamis (6/4). Isu perdagangan dan Korea Utara diperkirakan menjadi isu utama pembahasan kedua pemimpin negara tersebut. (AP Photo/Alex Brandon)... Selengkapnya

Salah satu tarif tertinggi sebesar 49 persen akan dikenakan kepada semua impor Kamboja, menurut poster yang dipajang Donald Trump dalam acara di Rose Garden pada Rabu pekan ini. Di antara tarif timbal balik yang baru diumumkan lainnya adalah 46 persen untuk Vietnam, 34 persen untuk China, dan 20 persen untuk Uni Eropa.

Tarif timbal balik China akan dikenakan di atas tarif 20 persen yang telah diberlakukan Donald Trump sehingga total tarifnya menjadi 54 persen. Amerika Serikat impor barang senilai USD 439 miliar dari China tahun lalu, sumber impor teratas kedua setelah Meksiko.

Kemudian mulai 2 Mei, tarif 54 persen juga akan diterapkan pada paket senilai kurang dari USD 800 yang dikirim ke Amerika Serikat dari China dan Hong Kong. Ini berarti warga AS yang memesan barang dari perusahaan yang berbasis di China, seperti AliExpress, Temu, dan Shein harus membayar 54 persen lebih mahal.

 

Baja dan Mobil Tidak Kena Tarif Timbal Balik

FOTO: Deretan Mobil Listrik Mejang di CIIE 2020
Mobil listrik Porsche terlihat di area pameran Automobile selama gelaran Pameran Impor Internasional China (China International Import Expo/CIIE) ketiga di Shanghai, China timur, pada 6 November 2020. (Xinhua/Ding Ting)... Selengkapnya

Barang yang dikenakan tarif sectoral, seperti baja, aluminium dan mobil tidak akan dikenakan tarif timbal balik khusus negara tambahan. Namun, dalam kasus China, tarif sectoral akan berlaku di atas tarif 20 persen yang berlaku sebelum pengumuman Rabu pekan ini.

Dalam kebanyakan kasus, Donald Trump menuturkan, tarif itu “setengah” dari tarif yang dikenakan negara lain dan blok perdagangan kepada AS jika memperhitungkan manipulasi mata uang dan hambatan perdagangan lainnya.   

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global
Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya