Liputan6.com, Jakarta Jabal Tsur atau yang juga disebut Jabal Thawr adalah gunung bersejarah yang terletak di selatan Mekkah, Arab Saudi. Di gua inilah Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar Ash Shidiq bersembunyi selama tiga hari tiga malam saat hijrah ke Madinah. Peristiwa menggetarkan ini terjadi di tengah ancaman kejam suku Quraisy yang ingin membunuh Nabi Muhammad SAW .
Gunung ini hanya berjarak sekitar 4 kilometer dari Masjidil Haram dan dapat ditempuh dalam 15 hingga 20 menit dengan taksi. Di dalam gua sempit itu, berbagai mukjizat terjadi yang menegaskan keimanan umat Islam. Salah satu kisah paling mengharukan adalah ketika Abu Bakar digigit ular, namun tetap diam demi menjaga ketenangan Rasulullah SAW.
Advertisement
Baca Juga
Perjalanan hijrah itu bukan sekadar pelarian, melainkan langkah besar menyelamatkan dakwah Islam dari kekejaman Quraisy. Mereka menyusun strategi dengan cermat, hingga akhirnya Nabi dan Abu Bakar harus berlindung di Gua Tsur. Dari tempat inilah kisah keajaiban dan pengorbanan luar biasa terukir abadi.
Sampai hari ini, Jabal Tsur menjadi destinasi yang mengundang rasa haru dan kekaguman para peziarah. Meski pintu gua telah diperlebar, pendakiannya tetap terjal dan menantang. Berikut fakta menarik Jabal Tsur dirangkum Liputan6.com dari Welcome Saudi dan Islamic Landmarks, Jumat (4/4/2025).
Tempat Persembunyian Nabi yang Penuh Mukjizat
Di puncak Jabal Tsur, terdapat gua sempit yang menyimpan kisah besar hijrah Nabi Muhammad. Selama tiga hari tiga malam, beliau dan Abu Bakar berlindung dari kejaran Quraisy. Allah SWT mengirim laba-laba dan burung merpati untuk melindungi mereka dari pandangan musuh.
Saat regu pencari Quraisy tiba di mulut gua, mereka tidak melihat tanda-tanda manusia. Jaring laba-laba dan sarang merpati membuat mereka yakin gua itu kosong.
Dalam sebuah hadits, Nabi bersabda kepada Abu Bakar, “Bagaimana kamu bisa khawatir terhadap dua orang yang memiliki orang ketiga, terutama jika orang ketiga itu adalah Allah?”
Advertisement
Abu Bakar Digigit Ular, Ini yang Dilakukan Nabi SAW
Ketika memasuki gua, Abu Bakar membersihkan lubang-lubang kecil. Tanpa sengaja, satu lubang terlewat dan seekor ular menyengat kakinya. Ia menahan sakit luar biasa tanpa bergerak, agar tidak membangunkan Nabi.
Air matanya jatuh dan membasahi wajah Rasulullah yang sedang tidur. Nabi terbangun dan langsung mengusap luka dengan ludahnya yang penuh berkah. Mukjizat terjadi, gigitan ular itu sembuh seketika.
Dari Ancaman Quraisy Hingga Turunnya Perintah Ilahi
Pada masa awal Islam, Nabi SAW dan pengikutnya menghadapi kekejaman Quraisy. Penganiayaan berubah menjadi rencana pembunuhan terhadap Nabi. Mereka berkumpul di Darun-Nadwa untuk menyusun siasat jahat.
Menerima petunjuk ilahi, Nabi memutuskan berhijrah ke Madinah. Ia berangkat bersama Abu Bakar, meninggalkan Mekah secara diam-diam. Jabal Tsur menjadi tempat perlindungan sementara sebelum menuju Madinah yang aman.
Advertisement
Lokasi Jabal Tsur Tak Jauh dari Masjidil Haram
Jabal Tsur terletak sekitar 4 kilometer di selatan Mekkah. Lokasinya dapat ditempuh dalam 15 hingga 20 menit dari Masjidil Haram dengan taksi. Gunung ini juga hanya berjarak setengah jam dari Jabal Al Nour.
Meskipun lokasinya cukup dekat, pendakian menuju Gua Tsur tetap menantang. Jalur curam dan terjal membuat perjalanan ini tidak mudah. Tapi semua terbayar dengan keharuan saat menyentuh tempat penuh sejarah ini.
Gua Tsur: Situs Ziarah Penting
Kini, Gua Tsur telah menjadi situs ziarah penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Jamaah haji dan umrah sering mengunjungi tempat bersejarah ini untuk mengenang peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW. Lokasi Gua Tsur di Jabal Tsur, yang berada di selatan Mekkah, mudah diakses, meskipun Jabal Thawr Cultural District masih dalam tahap pengembangan untuk meningkatkan akses dan daya tarik situs bersejarah ini.
Hal ini akan memudahkan para peziarah untuk mengunjungi dan mempelajari lebih dalam tentang sejarah penting Gua Tsur. Dengan demikian, Gua Tsur akan semakin dikenal dan dihormati sebagai situs bersejarah yang memiliki nilai spiritual dan historis yang tinggi bagi umat Islam.
Advertisement
