Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana, lagi jadi sorotan publik setelah gaya pidatonya dalam sebuah acara menuai kritik dari warganet di media sosial. Dalam sebuah unggahan di akun X @JhonSitorus_18, Menpar Widiyanti Putri tampak membacakan teks pidatonya di podium dengan posisi menunduk, nyaris tanpa melakukan kontak mata dengan audiens.
Ia terlihat hanya sesekali menatap singkat ke depan. Pidato tersebut disampaikan dalam acara The Economic Insights 2025 yang diadakan di sebuah hotel di Jakarta pada 19 Februari 2025.
Advertisement
Warganet menilai gaya penyampaian pidato Menteri Pariwisata kurang efektif dalam menjalin komunikasi dengan audiens, sehingga pesan yang disampaikan menjadi kurang berpengaruh. Menanggapi hal tersebut, akademisi, dari Fakultas Ekonomi Indonesia (FEUI) Prof Rhenald Kasali, mengatakan bahwa, komunikasi yang baik bukan hanya sekadar menyampaikan pesan, tetapi juga membangun koneksi dengan audiens. Ia menyoroti pentingnya interaksi antara pembicara dan audiens agar pesan dapat tersampaikan secara efektif.
Advertisement
"Ini permasalahannya tentang komunikasi, jadi bagaimana seorang menteri berkomunikasi dengan audiensnya. Komunikasi itu adalah pertautan hati. Jadi ada hubungan batin antara kita dengan orang yang kita sapa di depan,"ucap Rhenald, melalui akun Instagram pribadinya, Selasa, 25 Februari 2025.-
Sebagai seseorang yang telah berkecimpung dalam dunia public speaking selama lebih dari 40 tahun, Rhenald menekankan bahwa seorang pembicara harus bisa membangun koneksi dengan audiensnya. Ia lebih memilih berdiri saat berbicara dan menggunakan power point berisi kata kunci daripada membaca teks atau kalimat panjang.
"Audience itu kami sapu matanya, kami lihat di kiri, kami sapa mereka, kami ajak ngomong yang di tengah, dan kanan kita lihat semua," ungkap pria 64 tahun itu. Praktisi bisnis ini menilai pidato Menpar Widiyanti adalah terlalu bergantung pada teks, sehingga menghilangkan aspek komunikasi langsung dengan audiens.
"Jangan membaca teks ketika berpidato. Menjadi menteri itu sebaiknya cukup dengan pointers saja. Kalimat hanya satu, kata-kata kita sendiri yang menguraikan supaya bisa lebi menyatu dengan audiens," jelasnya.
Gestur Tubuh Saat Pidato
"Kenapa begitu? Karena memimpin itu adalah to influence, berbicara itu to influence, mempengaruhi orang, jadi buatlah agar mereka mengerti, menurut, dan kemudian melakukannya,” ujarnya lagi.
Rhenald menambahkan, hal itu merupakan tugas dari seorang menteri. Selain isi pidato, Rhenald juga menekankan pentingnya gestur tubuh dalam berbicara di depan publik. "Tentu saja gestur kita juga harus diperhatikan. Tidak boleh ada ekspresi kecut atau keragu-raguan saat berbicara," tuturnya.
"Ini bukan saya menggurui tapi hanya berbagi pengalaman saja. Menteri itu kan mewakili presiden dalam hal ini Presiden Prabowo. Jadi kalau gaya pidatonya kurang enak dan menjaga jarak dengan audiens, kesannya presidennya juga jadi seperti itu, padahal pak Prabowo bukan orang yang seperti itu. Jadi Itu kalau menurut saya, menurut Anda bagaimana, silahkan tinggalka komentar," tutupnya.
Tak hanya menteri, pidato Presiden Prabowo Subianto juga sempat dikritik. Hal itu terjadi ketika acara perayaan HUT ke-17 Partai Gerindra di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 15 Februari 2025.. Segelintir pakar dan kreator konten akademik menilai ungkapannya mengandung logical fallacy.
Advertisement
Skenario yang Rumit
Selama pidato, Prabowo membela kebijakan-kebijakannya sebagai Presiden RI, salah satunya formasi Kabinet Merah Putih yang dinilai "gemuk." "Ada orang-orang pintar (yang bilang) kabinet ini terlalu gemuk. Ndasmu," sindirnya.
Mendapati itu, influencer sekaligus pegiat akademis Fathian Hafiz menyebut Prabowo terjebak dalam logical fallacy. Apa itu? Melansir BBC, Rabu (19/2/2025), itu merupakan ungkapan cacat penalaran yang, meski tidak ada kaitannya dengan manfaat sebenarnya dari suatu klaim, dapat membuat klaim tersebut terdengar lebih meyakinkan.
Menggunakan logical fallacy tidak selalu berarti seseorang salah. Namun, kesalahan logika dapat mengindikasikan pemikiran keliru dan logika yang cacat, jika digunakan secara tidak sengaja, atau upaya memanipulasi kebenaran agar lebih meyakinkan, jika digunakan secara sengaja.
Apapun itu, kata publikasi tersebut, logical fallacy merupakan tanda bahaya yang harus mendorong pertanyaan dan diskusi lebih lanjut. Salah satu bentuk kesalahan logika mengacu pada ketidaktahuan. "Ini terjadi ketika bukti yang ditafsirkan sebagai klaim kurang," kata BBC.
Itu bisa juga karena dikotomi yang salah. Seseorang dengan logical fallacy akan menyajikan skenario yang rumit seolah-olah hanya ada dua pilihan, yang sering kali saling bertentangan, alih-alih pilihan lain yang lebih logis.
Pidato Presiden Prabowo
Di HUT Gerindra, lapor kanal News Liputan6.com, Minggu, 16 Februari 2025, Prabowo menyebut, pihak yang tidak bergabung di pemerintahan juga merupakan patriot bangsa. Sebab, mereka sangat dibutuhkan kritik dan sarannya demi kemajuan bangsa.
"Tapi kritiknya yang benar, jangan kritik berdasarkan dendam," tutur Prabowo.
Menurut Prabowo, Pilpres 2024 hanyalah ajang kontestasi, yang ketika selesai, maka sepatutnya semua pihak kembali berdamai dan bersatu. "Kemarin sembahyang Jumat khotibnya luar biasa di tempat saya, antara lain dikatakan Allah SWT tidak akan merestui orang yang punya dendam di hatinya," ucap dia.
Selain itu, Prabowo memilih tidak memedulikan istilah "kabinet gemuk" yang ditujukan pada Kabinet Merah Putih yang dibentuknya. Ia mengatakan, negara Timor Leste yang jumlah penduduknya hanya dua juta jiwa bahkan memiliki kabinet berjumlah 28 orang.
"Ada orang-orang pinter (bilang), kabinet ini kabinet gemuk, terlalu besar. Saudara-saudara sekalian, Timor Leste jumlah penduduknya tidak sampai dua juta orang, kalah sama Kabupaten Bogor, kabinetnya itu 28 orang," kata Prabowo.
Advertisement
