Prilly Latuconsina Ungkap Pengalaman di Kaimana, Mengejar Lumba-Lumba sampai Buang Air di Hutan Mangrove

Prilly Latuconsina keasyikam merekam pergerakan lumba-lumba, yang membuatnya sempat erpisah dari tim penyelam di perairan Kaimana .

oleh Henry Diperbarui 26 Feb 2025, 09:01 WIB
Diterbitkan 26 Feb 2025, 09:01 WIB
Prilly Latuconsina Ungkap Pengalaman Liburan di Kaimana yang dibuatkan Film Dokumenter.  (Liputan6.com/Henry)
Prilly Latuconsina Ungkap Pengalaman Liburan di Kaimana yang dibuatkan Film Dokumenter. (Liputan6.com/Henry)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Aktris Prilly Latuconsina punya banyak cerita menarik ketika menjalani syuting film dokumenter pendek bersama Konservasi Indonesia di Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat. Salah satunya adalah mengejar sambil merekam pergerakan lumba-lumba hingga hampir terpisah dari tim penyelam.

"Ada kejadian lucu banget di Teluk Bicari itu. Aku saking semangatnya imau ambil footage lumba-lumba, karena aku pegang kamera juga, aku akhirnya berenang ikuti lumba-lumbanya, karena visibility-nya itu cuma lima meter," ungkapnya di acara peluncuran film dokumenter Menjaga Laut, Menjaga Kehidupan di kawasan Jakarta Pusat, Selasa, 25 Februari 2025.

Karena antusiasmenya merekam pergerakan lumba-lumba, artiis yang ditunjuk menjadi Kawan Hiu Paus itu jadi berisiko terpisah dari tim penyelam di perairan Kaimana yang airnya berwarna biru.

Untungnya salah satu teman penyelam segera menyadari bahwa Prilly bisa terpisah dari kawanan apabila tidak didampingi. "Dia sudah melihat, wah Prilly kalau sudah berenang ikuti lumba-lumba, kalau enggak diikuti bakal hilang," kata Prilly Latuconsina.

Prilly dan penyelam yang menemaninya kemudian memutuskan untuk tidak pergi ke titik lain dan membunyikan kentongan agar keberadaan mereka bisa diketahui oleh anggota tim penyelam yang lain. Prilly mengaku sudah mempelajari upaya penyelamatan di perairan, dan mendapatkan lisensi sebagai penyelam penyelamat.

"Kita jadi tahu kalau kita pisah dari rombongan itu bagaimana, tantangannya kalau di alam ya, benar-benar kita enggak bisa baca alam itu seperti apa," ucapnya.

Ia lantas menuturkan pengalamannya menggali lubang untuk buang air ketika berada di tengah hutan mangrove dan membersihkan diri menggunakan air laut. "Iya lagi di tengah hutan terus tba-tiba pengen buang air, ya mau gimana lahgi, kan nggak mungkin nyaru toilet. Ya mau nggak mau gali lubang dan bersihinnya pakai air laut. Wah, i tu jadi pengalaman yang luar biasa banget sih," kenangnya.

"

Destinasi Ekowisata Berbasis Konservasi

Prilly Latuconsina Ungkap Pengalaman Liburan di Kaimana yang dibuatkan Film Dokumenter
Prilly Latuconsina Ungkap Pengalaman Liburan di Kaimana yang dibuatkan Film Dokumenter.  (Liputan6.com/Henry)... Selengkapnya

"Terus bisa bangun harus jam 4 pagi agar kita bisa melihat burung," ia menambahkan.Prilly menambahkan, selain memiliki keindahan alam bawah laut, Kaimana punya beragam spesies hewan unik di hutannya., yang membuatnya semakin jatuh cinta dengan daerah tersebut.

Kaimana, yang dikenal sebagai “Kerajaan Ikan” (Kingdom of Fish), dikenal sebagai destinasi ekowisata berbasis konservasi yang berkelanjutan. Dengan kekayaan biodiversitas lautnya, keindahan terumbu karang, serta kearifan lokal yang menjaga keseimbangan alam, Kaimana menjadi contoh nyata bahwa pariwisata dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan.

Sebagai bagian dari kampanye kesadaran konservasi alam, Prilly membagikan pengalamannya setelah menjelajahi Kaimana dan melihat langsung upaya konservasi yang dilakukan masyarakat, pemerintah setempat, dan juga Konservasi Indonesia (KI) sebagai mitra pembangunan.

"Setelah mengunjungi Kaimana dan mendatangi spot-spot diving di Kaimana di Teluk Triton seperti Bo’s Rainbow, Larry’s Dive Heaven, Christmas Rock, sampai Teluk Bicari yang menjadi tempat pertemuan hiu paus dan lumba-lumba, aku sangat yakin kalau kabupaten ini adalah surga tersembunyi yang harus kita jaga oleh siapa saja termasuk kita semua yang mengunjunginya," terang Prilly.

Selain menyusuri keindahan bawah laut perairan Kaimana, aktris berusia 28 tahun ini juga sempat mendatangi Danau Ubur-ubur hingga, hutan menyusuri hutan mangrove di Kampung Marsi. Sedangkan, di Kampung Namatota, Prilly mengaku mendapat kesempatan berharga saat dapat memelajari proses transplantasi terumbu karang.

 

Keanekaragaman Hayati di Kaimana

Potret Prilly Latuconsina saat di Hutan Mangrove Kaimana Papua Barat.(instagram/prillylatuconsina96)
Potret Prilly Latuconsina saat di Hutan Mangrove Kaimana Papua Barat.(instagram/prillylatuconsina96)... Selengkapnya

Dalam upaya menjaga kelestarian ekosistemnya, KI bersama dengan masyarakat adat, pemerintah daerah, serta berbagai mitra konservasi, terus berkolaborasi untuk mengembangkan pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Salah satu inisiatif utama adalah perlindungan ekosistem laut dan mangrove seluas lebih dari 52 ribu hektare, yang menjadi habitat penting bagi spesies bernilai ekonomi dan ekologi, termasuk hiu paus dan lumba-lumba Indo-Pasifik.

"Kaimana punya keanekaragaman hayati yang luar biasa. Dengan pendekatan konservasi berbasis masyarakat dan pengelolaan wisata yang bijak, kami percaya Kaimana bisa menjadi ikon ekowisata baru di Indonesia bahkan di dunia seperti Raja Ampat," kata Meizani Irmadhiany, Senior Vice President & Executive Chair Konservasi Indonesia.

Sejak 2013, upaya konservasi di Kaimana sudah menunjukkan hasil yang luar biasa. Berdasarkan pemantauan KI pada 2020, Kaimana telah menjadi rumah bagi 1.157 spesies ikan dan 492 jenis terumbu karang, yang menjadikannya salah satu ekosistem laut terkaya di dunia.

Selain itu, dijaganya tradisi Sasi Nggama oleh masyarakat adat yang merupakan sebuah sistem kearifan lokal yang mengatur pemanfaatan sumber daya laut, menjadikan perlindungan melalui tradisi berdampak besar pada perekonomian masyarakat. 

Konservasi Beriringan dengan Pariwisata

[Bintang] Buat yang Butuh Refreshing, Jalan Yuk ke Kaimana Papua Barat
Teluk Triton yang terletak di Kabupaten Kaimana, Papua Barat. (Bintang.com/Ruben Silitonga)... Selengkapnya

"Keberhasilan program transplantasi terumbu karang di Kampung Namatota juga menjadi bukti bahwa konservasi dapat berjalan beriringan dengan pariwisata. Inisiatif ini bukan hanya menghidupkan kembali ekosistem bawah laut, tetapi juga meningkatkan daya tarik wisata bagi para penyelam dan pecinta lingkungan," tutur Meizani.

Kolaborasi KI bersama pemerintah daerah untuk terus mendampingi masyarakat dalam mengembangkan ekowisata berbasis komunitas, salah satunya dilakukan bersama Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)  Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Kaimana, yang berperan besar dalam memastikan keberlanjutan pengelolaan kawasan konservasi seluas hampir 500 ribu hektare yang merupakan aset penting bagi ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Dalam acara yang sama, Raja Namatota Randi Asnawi Ombaier mendukung kehadiran para mitra di Kaimana yang membantu dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Seperti yang dilakukan oleh KI dalam membuat pendataan hasil sasi atau berbagi informasi dengan para pelaku sasi lainnya yang ada di dalam jejaring sasi.

"Kami jadi bisa melihat ada peluang sumber pendapatan baru dengan memanfaatkan kekayaan alam kami secara bijak yaitu dengan ekowisata. Kami membuat desa wisata di Namatota dengan memanfaatkan kehadiran hiu paus yang membuat banyak turis datang di sekitar desa kami,," terang Raja Namatota.

 

Infografis Destinasi Wisata Bahari yang Populer di Indonesia
Infografis Destinasi Wisata Bahari yang Populer di Indonesia.  (Liputan6.com/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya