Liputan6.com, Jakarta - Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Ia didakwa 2 kasus, yakni suap dalam penanganan sengketa Pilkada Lebak dan suap pengurusan sengketa Pilkada Banten.
Jaksa Pentuntut Umum KPK mendakwa Komisaris utama PT Bali Pasific Pragama (PT BPP) itu menyuap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar untuk memenangkan pasangan Gubernur-Wakil Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno.
"Wawan memberi uang yang seluruhnya Rp 7,5 miliar kepada Akil Mochtar selaku hakim konstitusi," kata Jaksa KPK Afni Carolina dalam pembacaan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kamis (6/3/2014).
Uang itu diberikan Wawan agar Akil Mochtar di MK menolak permohonan keberatan yang diajukan para pesaing Atut di Pilgub, yakni Wahidin Halim-Irna Narulita dan Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki.
Wawan sebagai ketua tim pemenangan Ratu Atut-Rano Karno berhasil memenangkan Pilgub Banten pada 22 Oktober 2011 yang diikuti 2 pasangan lainnya.
Jaksa juga mencatat Wawan menggunakan PT BPP untuk mentransfer uang Rp 7,5 miliar itu keperusahaan Akil CV Ratu Samagat. "Yang mana atas permintaan terdakwa Wawan tujuan pengiriman uang dimaksud seolah-olah terdapat hubungan usaha antara PT BPP dengan CV Ratu Samagat," papar jaksa.
Tak hanya itu, transfer uang tersebut juga dilakukan berkali-kali agar tidak menarik perhatian. Pada akhir Oktober 2011, uang yang diberikan untuk biaya transportasi dan alat berat. Kemudian, pada 31 Oktober 2011 uang diberikan sebesar Rp 250 juta dan Rp 500, 1 November 2011, sebesar Rp 150 juta dan Rp 100 juta.
Sedangkan pada 17 November 2011, Wawan mengucurkan uang sebesar Rp 2 miliar ditulis untuk pembayaran bibit kelapa sawit.
Pada 18 November 2011, uang kembali diberikan sebesar Rp 3 miliar yang ditulis dengan keterangan 'u/order sawit'. Kemudian di tanggal yang sama, uang turun sebesar Rp 1,5 miliar yang disebut untuk pembelian alat berat.
Atas perbuatannya, Wawan didakwa melanggar Pasal 13 UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20/2001 jo Pasal 64 atat (1) KUHPidana. (Raden Trimutia Hatta)
Wawan Didakwa Alirkan Uang Rp 7,5 M ke Akil untuk Pilkada Banten
Wawan didakwa memberi uang yang seluruhnya Rp 7,5 miliar kepada Akil Mochtar selalu hakim konstitusi dalam Pilkada Banten.
Diperbarui 06 Mar 2014, 11:31 WIBDiterbitkan 06 Mar 2014, 11:31 WIB
Akibat terkena penyakit DBD, Wawan batal menjalani sidang perdana atas kasus yang menimpanya (Liputan6.com/Faisal R Syam).... Selengkapnya
Advertisement
Live Streaming
Powered by
Video Pilihan Hari Ini
EnamPlus
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Cara Buat Footnote dengan Mudah di Word dan Google Docs
6 Potret Temu Kangen Natasha Wilona dan Felicya Angelista, 9 Tahun Bersahabat Tak Berubah
Penyebab Mencret dan Cara Mengatasinya, Tak Boleh Dianggap Remeh
Singgung Kebijakan Tarif Impor Trump, Prabowo: Kita Bangun Ekonomi Di Atas Kaki Sendiri
Penyebab Jantung Koroner, Faktor Risiko, dan Pencegahannya, Perlu Diketahui
Pelaku Pelecehan Seksual di Eskalator Stasiun Tanah Abang Teridentifikasi, PT KAI Bersiap Dampingi Korban
Menko Pangan Zulkifli: Indonesia Bakal Bangun 20 Ribu Hektare Tambak Ikan pada 2025
Penyebab Muka Bruntusan dan Cara Mengatasinya, Efektif
Penyebab Kurap dan Cara Mencegahnya, Perlu Diketahui
Cara Buat Basreng Pedas Renyah yang Gurih dan Nagih
Eza Gionino Akui Sempat Terpuruk Usai Ibunda Meninggal, Ungkap Momen Mentalnya Kembali Bangkit
Model Cincin Tunangan Simple dan Elegan untuk Pria dan Wanita