Liputan6.com, Jakarta - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) melanjutkan sidang dengan terdakwa Anas Urbaningrum. Sidang berlanjut dengan pembacaan pleidoi atas tuntutan jaksa penuntut umum.
Setelah Anas membacakan 80 halaman pleidoi dengan cara berdiri, kini giliran tim penasihat hukum yang juga ikut membacakan nota keberatan tersebut
Salah satu penasihat hukum Anas, Indra Natan mengatakan kasus yang menjerat kliennya merupakan manipulasi hukum dan proses tebang pilih. Hal itu, menurut dia, dapat dilihat dari bocornya surat perintah penyidikan (sprindik) atas nama Anas.
Selain itu, dalam dakwaan dan tuntutan disebutkan adanya aliran uang kepada peserta Kongres Partai Demokrat. Tapi, yang terjerat masalah hukum hanya Anas Urbaningrum.
"Namun, penuntut umum seolah menutup mata kalau ada 3 kandidat yang maju untuk menjadi ketua dalam kongres tersebut," kata Indra di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Kamis (18/9/2014).
Indra menilai, penuntut umum seharusnya mengetahui ada 2 calon lain yang juga ikut dalam pertarungan memperebutkan kursi ketua Umum Partai Demokrat. Mana mungkin, calon lainnya tidak melakukan hal serupa. Karena itu, dia meminta agar calon lainnya juga dijerat dengan permasalahan hukum yang sama.
"Saksi yang dihadirkan menyebutkan, mereka juga menerima uang dari kandidat lainnya. Bahkan, salah satu saksi karena untuk kepentingan dirinya sendiri mengaku menerima aliran dana dari seluruh tim sukses calon," imbuh Indra.
Dia menambahkan, berdasarkan fakta persidangan itu, seharusnya tidak hanya Anas yang terlibat dalam kasus ini. Kedua calon lainnya, yakni Marzuki Alie dan Andi Mallarangeng juga bisa dijerat dalam kasus yang sama.
"Andi Mallarangeng hanya pada penyalahgunaan kewenangan dan Marzuki Alie tidak tersentuh permasalahan hukum sama. Kenapa hanya Anas saja yang terlibat permasalahan hukum?" tandas Indra. (Ali)
Pleidoi Pengacara: Kenapa Hanya Anas yang Dijerat?
Kuasa hukum Anas, Indra Natan mengatakan kasus yang menjerat kliennya merupakan manipulasi hukum.
Diperbarui 18 Sep 2014, 21:12 WIBDiterbitkan 18 Sep 2014, 21:12 WIB
Kubu Anas Urbaningrum menilai jaksa ikiut membangun persepsi sepanjang persidangan kasusnya (Liputan6.com/Miftahul Hayat) ... Selengkapnya
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
Produksi Liputan6.com
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Jadwal Sholat DKI Jakarta, Jawa dan Seluruh Indonesia Hari Ini Sabtu 26 April 2025
1.000 Lilin Duka untuk Paus Fransiskus di Taman Doa Kristus Raja Maumere
1.967 CPNS Mengundurkan Diri, Ketua DPR: Negara Kehilangan Potensi SDM Berkualitas
Istri dan 2 Anaknya jadi Korban Tragedi Kanjuruhan, Sopir Truk Tebu Ini Dapat Umrah Gratis dari Gus Iqdam
Dapat Pasokan dari Madura, Oknum Perangkat Desa di Banyuwangi Jadi Pengedar Sabu
Cuaca Buruk, 3 Pesawat Batik Air dan Lion Air Tujuan Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan Sementara ke Kertajati
Jennifer Lawrence Zodiac Sign: A Deep Dive into the Actress's Astrological Profile
Paus Fransiskus Wafat, Gereja Katolik di Keuskupan Maumere Gelar Misa Harian
5 Tips Memilih Gamis Terbaru untuk Wanita Gemuk agar Terlihat Modis dan Percaya Diri
KPK Ungkap Motor Royal Enfield Terdaftar Bukan Atas Nama Ridwan Kamil
Diduga Jadi Korban Fitnah, WN Australia Kirim Surat ke Presiden RI
Mengenal Basilika Santa Maria Maggiore Akan Jadi Tempat Peristirahatan Paus Fransiskus