Liputan6.com, Jakarta - Saksi kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji dan korupsi dana operasional menteri (DOM) di Kementerian Agama, Abdul Muis mengungkapkan bahwa mantan Menteri Agama Suryadharma Ali pernah menggunakan paspor dinas untuk menghadiri acara wisuda anaknya yang kuliah di Inggris.
Selain itu, Abdul Muis yang merupakan staf perjalanan dinas luar negeri pada Kementerian Agama juga mengungkapkan bahwa Suryadharma Ali atau SDA sekaligus minta diurus biaya visa keberangkatan keluarganya yang akan ke Inggris.
"Mengunjungi anaknya yang sekolah di sana. Untuk menghadiri wisuda," ujar Abdul Muis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (7/10/2015).
Selain mengurus keluarga SDA, Abdul Muis juga mengaku pernah mengurus visa dan paspor istri Suryadharma, Wardhatul Asriyyah serta beberapa keluarganya ke Australia dan Jerman.
"Kalau Australia, kunjungan kerja ke salah satu universitas. Kalau Jerman, Bapak (Suryadharma Ali) pengecekan kesehatan," kata Abdul.
Di hadapan majelis hakim, Abdul Muis mengaku pernah menyampaikan keberatannya mendapat tugas yang bukan menjadi tanggung jawabnya. Namun, ia langsung ditegur oleh Sekretaris Menteri Agama, Saefuddin Syafii.
"Kepada Pak Sesmen pernah (keberatan) disampaikan. Tapi dia bilang 'Tolong ini arahan Pak Menteri'," ucap dia.
Namun, Abdul mengaku tidak tahu dari mana asal uang yang ia gunakan untuk mengurus paspor dan visa kelurga Suryadharma. Ia selalu minta anggaran pengurusan ke Rosandi selaku staf subag tata usaha atas perintah Saefuddin Syafii.
"Dari Pak Saefuddin diarahkan ke Rosandi. Pak Rosandi yang membayarkan," tutur Abdul.
Pada perkara ini, Suryadharma Ali didakwa melakukan tindak pidana korupsi dalam penyelenggaraan ibadah haji dan menyelewengkan dana operasional menteri sebesar Rp 1,8 miliar. Anggaran dinas ini diduga disalahgunakan Suryadharma untuk kepentingan pribadi. (Ndy/Ado)
SDA Disebut Hadiri Wisuda Anak di Inggris Pakai Paspor Dinas
Selain mengurus keluarga SDA, Abdul Muis juga mengaku pernah mengurus visa dan paspor istri Suryadharma.
Diperbarui 07 Okt 2015, 20:09 WIBDiterbitkan 07 Okt 2015, 20:09 WIB
Suryadharma Ali (SDA) saat membacakan nota keberatan (eksepsi) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (7/9/2015). SDA ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 22 Mei 2014 dan mulai ditahan pada 10 April 2015. (Liputan6.com/Helmi Afandi)... Selengkapnya
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
Produksi Liputan6.com
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Pelita Jaya Telan Kekalahan Perdana di BCL Asia 2025, Tak Berdaya Lawan Wakil Taiwan
Gara-gara Ambisi Sang Ibu, Bocah di Hong Kong Terpaksa Sekolah di 2 TK Sekaligus
Dampak Bencana Alam dan Banjir, Okupansi Hotel di Kawasan Puncak Baru 53 Persen
10 Obat Kolesterol Alami yang Aman Rekomendasi dr. Zaidul Akbar
Penyebab Sakit Gigi yang Perlu Anda Ketahui, Pelajari Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
Kenapa Selalu Berharap yang Belum Didapat? Renungan Penting Ustadz Adi Hidayat
Bupati Tangerang Turun ke Sungai Golden, Bersihkan Tumpukan Sampah
Penyebab Muka Gatal, Kenali Faktor dan Cara Mengatasinya
Penyebab Skizofrenia, Memahami Faktor-Faktor yang Memicu Gangguan Mental Serius
6 Pesona Feby Febiola yang Tak Pernah Memudar, Cantik dan Awet Muda di Usia 46 Tahun
Penyebab Pembangunan Belum Merata di Indonesia Dilihat dari Aspek Geografis, Berikut Tantangan dan Solusinya
Puncak Arus Balik, Penumpang Whoosh dari Bandung Disarankan Gunakan KA Feeder