Liputan6.com, Jakarta - Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengamankan sopir truk yang diduga pelaku penipuan dan penggelapan 15 ton beras premium dari seorang pengusaha asal Palembang. Pelaku telah diamankan di daerah Banten pada Selasa (24/2/2025) kemarin.
"Kami berhasil mengamankan satu orang pelaku yang terlibat dalam kasus penipuan dan penggelapan beras premium sebanyak 15 ton. Pelaku diamankan di wilayah Balaraja, Tangerang, Banten," ujar Wakasat Reskrim Polres Metro Jakata Barat, AKP Dimitri Mahendra saat dikonfirmasi, Rabu (26/2/2025).
Advertisement
Baca Juga
Dimitri masih enggan menjelaskan secara rinci kronologi penangkapan terhadap pelaku. Sebab penyidik masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap terduga pelaku.
Advertisement
"Kami masih melakukan pendalaman terkait kasus ini agar peristiwa ini dapat terang dan akan kami sampaikan lebih detail dalam waktu dekat," tambah Dimitri
Kasus ini terjadi ketika korban bernama Bambang Irawan yang juga selaku pengusaha beras melaporkan telah terjadi penggelapan dan penipuan beras miliknya.
Beras tersebut semestinya dikirim ke ke Cipondoh, Tangerang. Setelah dua hari berasnya tak kunjung tiba, korban mulai merasa ada kejanggalan.
Sopir Truk Diduga Gelapkan Beras Premium 15 Ton di Jakbar
Sebelumnya, seorang sopir truk diduga melakukan penggelapan 15 ton beras premium di sebuah gudang di Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Kasus tersebut saat ini tengah diselidiki oleh pihak Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat setelah menerima laporan dari korban bernama Bambang Irawan yang juga selaku pengusaha beras tersebut.
Kanit Resmob Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKP George Ruben mengatakan pihaknya telah mendatangi lokasi untuk melakukan investigasi.
"Kami langsung mendatangi lokasi kejadian di Komplek BNI Jelambar, Grogol Petamburan, untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti," kata George kepada wartawan, Selasa (25/2/2025).
Advertisement
Kumpulkan Keterangan Saksi
George menerangkan, beras tersebut semestinya dikirim ke ke Cipondoh, Tangerang. Setelah dua hari berasnya tak kunjung tiba, korban mulai merasa ada kejanggalan.
Penyelidikan dilakukan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi guna mengidentifikasi pelaku.
“Saat ini kami masih memburu pelaku dan mendalami keterlibatan pihak lain dalam kasus ini,” tambah AKP George Ruben.
Reporter: Rahmat Baihaqi
Sumber: Merdeka.com
