Gempa M6,0 Guncang Perairan Timur Bolaang Mongondow Timur, Badan Geologi Sebut Ada Aktivitas Zona Penunjaman Ganda Punggungan Mayu

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD.

oleh Arie Nugraha Diperbarui 27 Feb 2025, 14:28 WIB
Diterbitkan 27 Feb 2025, 12:47 WIB
peta gempa
Peta kawasan rawan bencana gempa bumi Mongondow Timur, Sulawesi Utara. (sumber gambar: PVMBG Badan Geologi)... Selengkapnya

Liputan6.com, Bandung - Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya MIneral (ESDM) menyebutkan gempa berkekuatan M6,0 pada kedalaman 10 kilometer di perairan timur Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, Rabu 26 Februari 2024, pukul 05.55 WIB akibat diakibatkan oleh aktivitas zona penunjaman ganda Punggungan Mayu dengan mekanisme sesar naik yang berarah relatif utara-selatan.

Menurut Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman dan data mekanisme sumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terletak pada koordinat 124,83° BT dan 0,41° LU, berjarak 45 km Tenggara Tutuyan.

"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan dan jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami," terang Wafid, Bandung, Rabu (26/2/2025).

Wafid mengatakan gempa dirasakan di Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan, dan Minahasa Tenggara dengan skala intensitas IV Modified Mercally Intensity (MMI).

Sementara itu, daerah Manado, Minahasa, Minahasa Utara, Kotamobagu, Gorontalo, Minahasa Selatan, Bitung, dan Gorontalo Utara merasakan dengan skala intensitas III MMI. Kemudian, Boalemo, Taliabu, dan Tagulandang merasakan gempa dengan skala intensitas II - III MMI.

"Lalu gempa ini pun dirasakan di beberapa Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) seperti di Pos PGA Ambang (III-IV MMI) dan Pos PGA Soputan (IV MMI)," jelas Wafid.

Wafir menuturkan sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah hingga tinggi.

Hingga saat ini Badan Geologi belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat gempa bumi tersebut.

"Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena meskipun pusat gempa bumi berada di dasar laut, namun kekuatannya tidak dapat mengakibatkan deformasi kerak bumi yang bisa menimbulkan tsunami," sebut Wafid.

Wafir menerangkan kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak mengakibatkan terjadinya sesar permukaan dan bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

Lokasi terdekat dengan pusat gempa bumi adalah di perairan sejauh 45 Km Tenggara Tutuyan. Daerah ini pada umumnya tersusun oleh morfologi dataran pantai yang berbatasan dengan morfologi perbukitan bergelombang hingga terjal.

"Menurut data Badan Geologi daerah tersebut tersusun oleh tanah lunak (kelas E) dan tanah sedang (kelas D) pada morfologi dataran pantai, serta tanah keras (kelas C) pada morfologi perbukitan," ungkap Wafid.

 

Terekam Dua Stasiun Seismik Luar Negeri

Selain oleh BMKG, gempa cukup besar kekuatannya ini pun terekma oleh dua stasiun seismik luar negeri. Dilaporkan The United States Geological Survey (USGS) di Amerika Serikat, pusat gempa berada pada koordinat 0.391° LU dan 124.830° BT dengan magnitudo (M6,1) pada kedalaman 10 km.

Bahkan hingga pukul 19.23 WIB, USGS merekam pula tujuh gempa susulan masing berkekuatan M4,9, M4,6, M4,9, M5,0, M4,9, M4,8 dan M4,9.

Sementara dari data GeoForschungsZentrum (GFZ) di Jerman, menunjukkan bahwa pusat gempa berada pada koordinat 124.92° BT dan 0.23° LU magnitudo (M5,9) pada kedalaman 10 km.

 

Antisipasi Gempa Bumi

Dilansir Liputan6, Jika Anda berada dalam situasi guncangan akibat gempa, berikut adalah beberapa hal yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan sesudah gempa bumi:

Sebelum Terjadi Gempa:

- Untuk memastikan keamanan tempat tinggal Anda, pastikan bahwa struktur dan letak rumahdapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Lakukan evaluasi dan renovasi ulang terhadap struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempa bumi.

- Penting untuk mengenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat. Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung.

- Mempelajari manfaat P3K dan alat pemadam kebakaran.

- Patikan selalu menyiapkan nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempa bumi.

- Atur perabotan di rumah Anda agar menempel kuat pada dinding. Hal itu disarankan agar benda tersebut tak mudah jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempa bumi.

- Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempa terjadi

- Untuk barang yang mudah terbakar, baiknya disimpan pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.

- Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.

- Pastikan Anda selalu siap dengan alat-alat penting seperti Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air.

 

Saat Terjadi Gempa

Saat Terjadi Gempa:

- Ketika Anda merasakan gempa dan sedang berada dalam bangunan, lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja, cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan. Jika memungkinkan, lari ke luar gedung untuk mencari tempat berlindung yang lebih aman.

- Jika berada di luar bangunan atau area terbuka, hindari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, dan pohon. Perhatikan juga tempat Anda berdiri, hindari apabila terjadi rekahan tanah.

- Jika gempa terjadi ketika Anda sedang mengendarai mobil, segera keluar, turun dan menjauh dari mobil. Hindari juga kendaraan Anda jika terjadi pergeseran atau kebakaran.

- Jika gempa terjadi ketika Anda berada di area pantai, jauhi pantai dan cari medan yang tinggi untuk menghindari bahaya tsunami.

- Jika Anda tinggal di daerah pegunungan, apabila terjadi gempa bumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

Setelah Terjadi Gempa

Setelah Terjadi Gempa:

- Jika gempa terjadi ketika Anda berada di dalam bangunan, keluar dari bangunan tersebut dengan tertib. Tidak disarankan untuk keluar melalui tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa. Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K, telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau orang disekitar Anda.

- Setelah terjadi gempa, segera periksa lingkungan sekitar Anda. Pastikan tidak terjadi kebakaran. Selain itu, disarankan juga untuk memeriksa aliran dan pipa air, untuk menghindari hal-hal yang membahayakan.

- Hindari bangunan yang sudah terkena gempa karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.

- Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, guna menghindari bahaya susulan.

- Dengarkan informasi mengenai gempa bumi dari radio untuk mencari informasi apabila terjadi gempa susulan. Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak diketahui jelas sumbernya.

- Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.

- Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan demi keamanan dan keselamatan kita semuanya.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya