Lanjutkan Pengembangan AI, Tel-U dan APJII Jalin Kerja Sama

Kerja sama ini diharapkan dapat mengoptimalkan tata kelola internet berbasis AI guna meningkatkan efisiensi dan keamanan digital di Indonesia.

oleh Arie Nugraha Diperbarui 29 Mar 2025, 20:00 WIB
Diterbitkan 29 Mar 2025, 20:00 WIB
Tel-U, bandung
Penguatan kerja sama akademik antara Tel-U dan APJII melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Tel-U Coffee, Selasa (18/3). (sumber foto: Humas Tel-U)... Selengkapnya

Liputan6.com, Bandung - Telkom University (Tel-U) bersama Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bekerja sama akademik antara Tel-U dan APJII melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Menurut Rektor Tel-U, Profesor Suyanto, kolaborasi ini bertujuan untuk mendukung riset dan survei dalam tata kelola internet berbasis AI, serta pengembangan kebijakan dan etika teknologi, khususnya Etika AI.

"Melalui payung nota kesepahaman ini, kami berharap dapat mendorong inovasi dan kolaborasi antara akademisi dan profesional dalam menghadapi tantangan regulasi internet. Telkom University dan APJII siap berperan sebagai mitra strategis bagi pemerintah dalam penyusunan kebijakan di bidang TIK, AI, dan Etika AI," ujar Suyanto di Bandung, Selasa (25/3/2025).

Suyanto menambahkan kedua institusi juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar penguatan kerja sama akademik dan riset dalam tata kelola internet berbasis AI. Sedangkan Ketua Umum APJII, Muhammad Arif, menambahkan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat mengoptimalkan tata kelola internet berbasis AI guna meningkatkan efisiensi dan keamanan digital di Indonesia. "Kami optimistis, kolaborasi ini akan memperkuat sinergi antara Telkom University dan APJII dalam membangun ekosistem digital yang berkelanjutan," ungkap Arif.

Lebih dari itu, Arif berharap kolaborasi ini juga membuka peluang luas bagi pengembangan jaringan kemitraan antara Telkom University, APJII, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pertumbuhan ekosistem digital di Indonesia.

Promosi 1

Kolaborasi Komdigi, Tel-U, dan Industri

Sebelumnya pada awal Maret 2025, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Telkom University, dan berbagai pemimpin industri menginisiasi program pengembangan ekosistem bawah laut dalam upaya mempercepat transformasi digital dan memperkuat infrastruktur bawah laut Indonesia. Program ini diluncurkan dalam ajang Mobile World Congress Barcelona 2025 dan bertujuan untuk membangun talenta digital bawah laut kelas dunia guna menghadapi tuntutan ekonomi digital global.

Menurut Direktur Kerja Sama Strategis & Kantor Urusan Internasional Telkom University, Lia Yuldinawati, S.T., M.M., Ph.D., program ini dirancang untuk memberikan pelatihan mutakhir, peluang penelitian, serta pengalaman praktis dalam teknologi kabel bawah laut dan infrastruktur digital. "Melalui kolaborasi antara industri, akademisi, dan pemerintah, program ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pembelajaran yang kuat," ujar Lia pada 4 Maret 2025.

Lia mengatakan bahwa tujuan utama program ini meliputi pembekalan profesional dan mahasiswa dengan keterampilan dalam sistem kabel bawah laut, desain jaringan, dan manajemen infrastruktur digital. Selain itu kolaborasi industri dan akademisi dalam mengintegrasikan keahlian akademis Telkom University dengan pengalaman teknis mitra industri, inovasi dan penelitian, mendorong riset dan pengembangan teknologi bawah laut yang dapat berkontribusi secara global.

Ditambah soal daya saing global serta mempersiapkan talenta Indonesia untuk memenuhi standar internasional dan menjadi pemain utama di industri digital dunia. Lia menekankan peran strategis institusi akademik dalam menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, serta mempersiapkan lulusan yang siap bersaing secara global.

"Telkom University adalah institusi akademis yang berkomitmen untuk melakukan penelitian, inovasi, dan kewirausahaan yang berkelanjutan. Sesuai dengan visinya untuk menjadi National Excellent Entrepreneurial University pada tahun 2028, Telkom University secara aktif berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs)," ungkap Lia.

Lia menegaskan sebagai institusi akademik, kami bangga dapat memainkan peran penting dalam membentuk generasi pemimpin digital masa depan. Program ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, memastikan lulusan kami sepenuhnya siap untuk menghadapi tuntutan industri.

Inisiatif Strategis

Sdangkan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria, menyatakan, inisiatif tersebut strategis guna memperkuat infrastruktur digital Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. "Komdigi mendukung penuh pengembangan talenta lokal, inovasi, dan kolaborasi antara industri, akademisi, dan pemerintah guna menjadikan Indonesia pemimpin global di sektor kabel bawah laut." ungkap Nezar.

Program Pengembangan Ekosistem Bawah Laut akan dimulai secara resmi pada kuartal kedua tahun 2025 dengan berbagai lokakarya, pelatihan, dan proyek penelitian di Indonesia. Selain itu, program ini akan menjalin kemitraan dengan organisasi internasional guna memberikan eksposur global kepada peserta. Dengan adanya inisiatif ini, Indonesia semakin dekat untuk menjadi pusat digital terkemuka di kawasan, memastikan kesiapan dalam memanfaatkan potensi penuh era digital melalui pengembangan talenta dan inovasi teknologi.

Sejak 2020, Telkom University telah bekerja sama dengan Telecom Infra Project (TIP) melalui TIP Community Lab untuk mengakselerasi program Making Indonesia 4.0. Kini, inisiasi program tersebut diperkuat dengan dukungan dan kolaborasi berbagai organisasi terkemuka, termasuk Telkom Infra, Telekomunikasi International (Telin), Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), XL Axiata, Meta, Alita Praya Mitra, GSMA, dan Asosiasi Penyelenggara Sistem Komunikasi Kabel Bawah Laut Indonesia (ASKALSI), AJARI, TIP, dan Ciena.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya