Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perindustrian Saleh Husin menerima kunjungan Vice President of Operation Apple Inc, Patrick Murphy dan Director of IT and Learning Technologies Apple Inc, Gordon Shutwik pada Selasa (16/6/2015). Kedatangan dua petinggi Apple tersebut untuk menanyakan mengenai kebijakan pemerintah Indonesia mengenai investasi asing.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan menjelaskan, kedatangan perwakilan salah satu produsen telepon seluler terbesar di dunia ini untuk menanyakan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk produk elektronik.
"Mereka datang menanyakan kebijakan lokal konten kita," ujarnya di Kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (16/6/2015).
Putu mengungkapkan, sesuai dengan program pemerintah, pada 2017 telepon seluler dengan jaringan berteknologi tinggi yang beredar di Indonesia harus memenuhi TKDN sebesar 30 persen. "Kan kita tahu bahwa pada 2017 ada ketentuan untuk masuk dalam jaringan 4G LTE, harus memenuhi konten 30 persen," lanjutnya.
Putu menyatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan kajian terkait hal tersebut. Pasalnya dalam produk elektronik seperti telepon seluler tidak hanya ada perangkat keras (hardware) tetapi juga tertanam perangkat lunak (software) di dalamnya.
"Mereka tanya bagaimana cara mencapai itu. Diskusinya lebih pada upaya lokal kontennya bisa dipenuhi. Kami juga sedang melakukan review untuk menghitung peralatan-peralatan teknologi informasi yang berkaitan dengan lokal konten. Perangkat kan tidak yang terlihat saja, tapi juga yang tidak terlihat seperti software," tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin meresmikan pabrik perakitan telepon seluler (ponsel) milik PT Samsung Electronics Indonesia yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.
Saleh mengatakan, sebagai salah satu produsen ponsel terbesar di dunia dan memiliki pangsa pasar yang juga besar, langkah Samsung ini patut dicontoh oleh produsen ponsel lain. "Dengan kapasitas produksi sebesar 1 juta-1,5 juta unit per bulan, ini bisa jadi pemicu merk lain (untuk berproduksi di Indonesia)," ujar Saleh.
Bahkan, Saleh menantang produsen ponsel lain yang juga memiliki pangsa pasar besar di Indonesia seperti Apple untuk juga membangun pabriknya di dalam negeri. Dengan demikian, diharapkan mampu menekan impor ponsel Indonesia.
"Ini sejalan dengan apa yang diinginkan bersama. Ini akan didorong. Apa yang telah dilakukan Samsung jadi motor penggerak ponsel lain seperti Apple juga untuk memproduksi di Indonesia," tandasnya. (Dny/Gdn)
Temui Menperin, Apple Tanya Soal Ketentuan Lokal Konten
Pada 2017 telepon seluler dengan jaringan berteknologi tinggi yang beredar di Indonesia harus memenuhi TKDN sebesar 30 persen.
Diperbarui 16 Jun 2015, 18:52 WIBDiterbitkan 16 Jun 2015, 18:52 WIB
Sebelumnya di tahun 2013 Apple juga dituduh bertanggung jawab atas sejumlah kasus kondisi kerja buruh pabrik rekanan mereka di Tiongkok.... Selengkapnya
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
Produksi Liputan6.com
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Kata Pakar: Antiklimaks Persiapan Angkutan Mudik Lebaran 2025
Rica-Rica Mentok Buatan Ibu Dirindukan Pemain Satria Muda saat Lebaran
Indonesia Dikenakan Tarif Dagang 32 Persen, Bagaimana Langkah Pemerintah RI?
Polri Siapkan Langkah Strategis untuk Kelancaran Puncak Arus Balik 5-7 April
Korban Tewas Gempa Myanmar Tembus 3.085 Orang, 4 Rumah Sakit Hancur Total
Ribuan Pengunjung Tumpah Ruah Menikmati Sajian Hiburan Sawah Legar Hegar Garut
Andre Onana Dibuang, Manchester United Siapkan Kiper Prancis
15 Makanan & Minuman Peluruh Lemak dari Hidangan Khas Lebaran, Detoksifikasi Tubuh
SpaceX Luncurkan Fram2: Misi Berawak Jelajah Kutub Bumi dari Luar Angkasa
Keluarga Vadel Badjideh Ganti Pengacara Usai Cabut Kuasa Hukum Razman Nasution, Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Perubahan Aturan Masuk Inggris, Warga Uni Eropa Wajib Daftar ETA Mulai 2025
Kapan Waktu Sholat Taubat? Berikut Panduan Lengkapnya