Liputan6.com, Jakarta Manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa. Namun, Islam sebagai agama yang penuh rahmat memberikan kesempatan bagi setiap hamba-Nya untuk kembali ke jalan yang benar melalui taubat. Salah satu bentuk nyata dari penyesalan dan permohonan ampun adalah dengan menunaikan sholat taubat, sebuah ibadah sunnah yang dianjurkan bagi setiap muslim yang ingin membersihkan diri dari dosa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Baca Juga
Advertisement
Sholat taubat memiliki keistimewaan tersendiri, sebagaimana disampaikan dalam hadits Rasulullah SAW, bahwa siapa pun yang melakukan dosa, kemudian berwudhu, melaksanakan sholat, dan dengan tulus memohon ampun, maka Allah SWT akan mengampuninya. Ini menjadi bukti betapa luasnya kasih sayang Allah bagi hamba-hamba-Nya yang benar-benar ingin kembali ke jalan-Nya.
Tapi, kapan waktu yang paling tepat untuk melaksanakan sholat taubat? Adakah waktu-waktu tertentu yang lebih utama? Artikel ini akan mengulas secara lengkap mengenai waktu yang dianjurkan untuk menunaikan sholat taubat agar ibadah ini semakin bernilai di sisi Allah SWT. Dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (2/4/2024).
Waktu Pelaksanaan Sholat Taubat
Sholat taubat dapat dikerjakan kapan saja setelah seseorang menyadari telah melakukan dosa, baik disengaja maupun tidak. Islam mengajarkan untuk tidak menunda-nunda taubat, karena menunda bertaubat juga dianggap sebagai dosa. Oleh karena itu, begitu seseorang menyesali perbuatannya, ia dianjurkan segera memohon ampun kepada Allah SWT dengan melaksanakan sholat taubat.
Namun, ada beberapa waktu yang diharamkan untuk melaksanakan sholat sunnah, termasuk sholat taubat, yaitu:
- Setelah sholat Subuh hingga matahari terbit
- Saat matahari berada tepat di atas kepala (tengah hari sebelum Zuhur)
- Setelah sholat Ashar hingga matahari terbenam
Di luar waktu-waktu tersebut, sholat taubat dapat dilakukan kapan saja. Meski demikian, sebagian ulama menyebutkan bahwa waktu yang paling utama untuk melaksanakan sholat taubat adalah pada sepertiga malam terakhir, sekitar pukul 01.00 hingga sebelum masuk waktu Subuh. Waktu ini diyakini sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa dan memohon ampunan, sebagaimana disebutkan dalam berbagai riwayat bahwa pada saat itu, Allah SWT turun ke langit dunia untuk mengabulkan doa-doa hamba-Nya yang memohon ampunan.
Dengan demikian, setiap muslim yang merasa telah berbuat dosa hendaknya segera bertaubat dan, jika memungkinkan, melaksanakan sholat taubat pada waktu-waktu yang lebih utama agar semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih ampunan-Nya.
Advertisement
Tata Cara Sholat Taubat
Sholat taubat adalah sholat sunnah yang dikerjakan sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT atas dosa yang telah dilakukan. Sholat ini terdiri dari dua rakaat dan dapat dikerjakan kapan saja di luar waktu-waktu yang diharamkan.
1. Niat Sholat Taubat
Sebelum melaksanakan sholat taubat, seseorang harus berniat di dalam hati. Berikut adalah lafaz niat sholat taubat dalam bahasa Arab, latin, dan artinya:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ
Ushalli sunnatat taubati rak'ataini lillahi ta'ala
Artinya: Saya niat sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah.
2. Tata Cara Sholat Taubat
Sholat taubat dilakukan seperti sholat sunnah pada umumnya dengan urutan sebagai berikut:
- Berwudu, memastikan diri dalam keadaan suci dari hadas kecil dan besar.
- Mengucapkan niat dalam hati.
- Takbiratul ihram, mengangkat tangan sambil mengucapkan "Allahu Akbar".
- Membaca doa iftitah (sunnah).
- Membaca surat Al-Fatihah.
- Membaca surat pendek dari Al-Qur'an.
- Rukuk, membaca tasbih rukuk tiga kali.
- Iktidal, berdiri tegak setelah rukuk.
- Sujud pertama, membaca tasbih sujud tiga kali.
- Duduk di antara dua sujud, membaca doa di antara dua sujud.
- Sujud kedua, membaca tasbih sujud tiga kali.
- Bangun untuk rakaat kedua dan melaksanakan gerakan yang sama seperti rakaat pertama.
- Tasyahud akhir setelah selesai rakaat kedua.
- Mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.
- Membaca doa setelah sholat taubat, memohon ampunan kepada Allah dengan sungguh-sungguh.
Doa Setelah Sholat Taubat Nasuha
Setelah melaksanakan sholat taubat, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan istighfar sebagai bentuk kesungguhan dalam memohon ampunan kepada Allah SWT. Doa-doa yang dianjurkan setelah sholat taubat mencerminkan ketundukan, penyesalan, serta harapan akan rahmat dan ampunan-Nya.
1. Membaca Istighfar
Bacaan istighfar ini dianjurkan setelah sholat taubat sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَاتُوبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullaahal'adzim, alladzii laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaiih
Artinya: Saya mohon kepada Allah Yang Maha Agung, Dzat yang tiada Tuhan melainkan hanya Dia Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri. Aku bertaubat kepada-Nya.
2. Membaca Sayyidul Istighfar
Sayyidul Istighfar adalah doa istighfar yang paling utama dan sangat dianjurkan untuk dibaca setelah sholat taubat.
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa anaa 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu a'uudzu bika min syarri maa shana'tu abuu-u laka bini' matika 'alayya wa abuu-u bidzanbii faghfir lii fa innahu laa yagfirudz dzunuuba illa anta
Artinya: Wahai Tuhan, Engkau adalah Tuhanku, tiada yang patut disembah melainkan hanya Engkau. Engkaulah yang menjadikan aku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam ketentuan dan janji-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosaku. Karena itulah ampunilah aku, sebab tidak ada yang dapat memberikan ampunan melainkan Engkau wahai Tuhanku. Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa yang telah aku perbuat. (HR Bukhari) .
Advertisement
