Ekonom Prediksi Deflasi 0,05 Persen pada Februari 2019

Inflasi tahun ke tahun diprediksi 2,6 persen.

oleh Agustina Melani diperbarui 01 Mar 2019, 08:05 WIB
Diterbitkan 01 Mar 2019, 08:05 WIB
Inflasi
Pembeli membeli sayuran di pasar, Jakarta, Jumat (6/10). Dari data BPS inflasi pada September 2017 sebesar 0,13 persen. Angka tersebut mengalami kenaikan signifikan karena sebelumnya di Agustus 2017 deflasi 0,07 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Ekonom prediksi akan terjadi deflasi pada Februari 2019. Hal ini seiring harga komoditas dan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang turun.

"Month to month akan terjadi deflasi 0,05 persen pada Februari 2019," ujar Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede, saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (1/3/2019).

Ia menuturkan, ada sejumlah faktor mendorong deflasi pada Februari 2019. Pertama, harga komoditas cenderung melemah. Kedua, ada penyesuaian harga BBM nonsubsidi. “Ketiga tarif listrik 900 mw juga turun,” kata Josua.

Keempat, menurut Josua, harga pangan antara lain daging ayam dan telur juga menurun. Sejumlah faktor itu dinilai menjadi penyumbang deflasi Februari.

Dengan demikian, Josua prediksi, inflasi tahun ke tahun atau year on year sebesar 2,6 persen. Pada Januari 2019, inflasi mencapai 0,32 persen. Sedangkan inflasi tahun ke tahun sebesar 2,82 persen.

 


BI Prediksi Februari Deflasi 0,07 Persen

September 2018, BPS Catat Deflasi 0,18 Persen
Pedagang telur melayani pembeli di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (1/10). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada bulan September 2018 terjadi deflasi sebesar 0,18 persen. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memprediksi terjadi deflasi pada Februari ini sebesar 0,07 persen (month to month). Prediksi  ini mengacu pada hasil survei pemantauan harga yang dilakukan pada seluruh kantor perwakilan BI di tanah air.

"Terkait survei pemantauan harga harga sph yang dilakukan dari BI dan 46 kantor perwakilan BI menujukkan harga-harga tetap terkendali," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Mesjid BI, Jakarta, Jumat 22 Februari 2019.

Adapun berdasarkan survei hingga minggu ketiga di bulan ini, prediksinya Februari akan terjadi deflasi sebesar 0,07 pesen mtm. Sementara secara year on year sebesar 2,58 persen.

"Jadi ini lebih rendah dari realisasi inflasi Januari, sebagaimana diketahui bulan Januari ada inflasi 0,32 persen. Bulan ini kita perkirakan ada deflasi 0,07 persen," jelas dia.

Dia mengungkapkan hasil survei juga menunjukkan semua harga terkendali. Bahkan beberapa ada yang mengalami menurun sehingga menimbulkan deflasi.

Deflasi ini terutama disumbang penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa hari lalu.

"Deflasi tercatat di sejumlah harga pangan seperti cabai merah deflasi -0,07 persen, daging ayam ras, bawang merah deflasi 0,06 persen, telur ayam ras -0, 05 persen dan sejumlah komditas lainnya, cabe rawit juga minus 0,02 persen. Bensin deflasi -0,07 persen khusunya untuk bahan bakar non subsidi sebab minyak dunia turun," dia menandaskan

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya