Liputan6.com, Jakarta - Penipuan online semakin canggih, salah satunya adalah modus penipuan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Kasus ini marak terjadi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah dan Kota Tangerang. Para penipu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mencuri data pribadi warga dengan mengatasnamakan petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
Modus operandi para penipu beragam, mulai dari menghubungi korban lewat pesan singkat, WhatsApp, hingga telepon. Mereka menawarkan bantuan aktivasi IKD dengan iming-iming promo atau diskon, lalu meminta korban mengirimkan data pribadi, termasuk foto. Data ini kemudian berpotensi disalahgunakan untuk berbagai kejahatan, seperti penipuan online atau pinjaman online (pinjol) ilegal.
Advertisement
Baca Juga
"Jadi, jika ada yang meminta hal-hal seperti itu, dipastikan bukan dari kami," kata Kepala Disdukcapil Kotim, Agus Tripurna Tangkasiang dilansir dari Antara.
Maraknya penipuan ini membuat Disdukcapil di berbagai daerah mengeluarkan imbauan agar masyarakat waspada. Mereka menekankan bahwa aktivasi IKD hanya bisa dilakukan di loket resmi Disdukcapil, baik di kantor, Mal Pelayanan Publik (MPP), atau saat petugas melakukan layanan jemput bola. Proses aktivasi membutuhkan koneksi langsung ke sistem Disdukcapil dan melibatkan verifikasi langsung, termasuk selfie yang terhubung ke sistem komputer Disdukcapil.
"Setelah foto selfie terbaca, baru bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya," jelas Agus Tripurna Tangkasiang.
Penipuan aktivasi IKD bukan hanya sekedar meminta data pribadi. Data tersebut dapat disalahgunakan untuk berbagai tujuan kejahatan. Contohnya, data tersebut dapat digunakan untuk membuka rekening bank palsu, mengambil pinjaman online ilegal atas nama korban, atau bahkan untuk kejahatan yang lebih serius.
Penting untuk diingat bahwa Disdukcapil tidak pernah meminta data pribadi melalui pesan singkat atau WhatsApp. Jika Anda menerima pesan seperti itu, segera abaikan dan laporkan ke pihak berwajib. Jangan pernah memberikan data pribadi Anda kepada orang yang tidak Anda kenal atau yang menghubungi Anda melalui jalur tidak resmi.
Selain itu, hindari mengklik tautan mencurigakan yang dikirim melalui pesan singkat atau WhatsApp. Tautan tersebut bisa mengarah ke situs web palsu yang dirancang untuk mencuri data pribadi Anda. Selalu pastikan bahwa Anda hanya mengakses situs web resmi Disdukcapil.
Kepala Disdukcapil Kota Tangerang, Rizal Ridolloh, juga menegaskan hal yang sama. "Penipuan tersebut dilakukan melalui panggilan telepon atau pesan WhatsApp dengan menawarkan aktivasi IKD dan verifikasi data pribadi. Kami tidak pernah melalui prosedur tersebut, dan hal itu adalah penipuan yang bisa berdampak pada data pribadi," tegasnya.
Cara Aman Mengaktifkan IKD
Untuk menghindari menjadi korban penipuan, pastikan Anda hanya mengaktifkan IKD melalui jalur resmi. Aktivasi IKD hanya dapat dilakukan di kantor-kantor resmi Disdukcapil, seperti kantor Disdukcapil, kantor kecamatan, kantor kelurahan, dan booth layanan Dukcapil di beberapa pusat perbelanjaan atau Mal Pelayanan Publik (MPP).
Jangan pernah mengaktifkan IKD melalui telepon, WhatsApp, video call, atau situs web dan aplikasi yang tidak resmi. Waspadalah terhadap permintaan share screen saat aktivasi, karena hal ini bertujuan untuk mencuri data pribadi Anda.
Advertisement
