Liputan6.com, Jakarta - Peredaran uang palsu semakin marak, khususnya menjelang Lebaran. Bank Indonesia (BI) pun mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada dan teliti dalam memeriksa uang yang diterima. Modus pelaku semakin canggih, membuat uang palsu nyaris tak terbedakan dari uang asli. Oleh karena itu, memahami cara membedakan uang asli dan palsu menjadi keahlian penting yang harus dimiliki semua orang.
Kejadian ini bukan hanya merugikan individu, tetapi juga berdampak buruk pada perekonomian secara keseluruhan. Polisi saat ini tengah menyelidiki kasus peredaran uang palsu tersebut, termasuk mengungkap jaringan pelaku dan asal-usul uang palsu yang beredar. Kerja sama masyarakat sangat dibutuhkan untuk menekan peredaran uang palsu ini. Jika Anda menemukan uang palsu, segera laporkan kepada pihak berwajib.
Advertisement
Baca Juga
Untuk membantu masyarakat, BI telah menyarankan metode 3D: Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Metode ini efektif dan mudah dipraktikkan untuk membedakan uang asli dan palsu. Berikut penjelasannya.
1. Dilihat
Langkah pertama adalah dengan teliti mengamati uang yang Anda terima. Perhatikan detail-detail berikut:
- Warna:Â Uang asli memiliki warna yang cerah dan tajam. Uang palsu cenderung kusam dan pudar.
- Gambar:Â Periksa ketajaman gambar dan detailnya. Uang asli memiliki gambar yang jelas dan detail, sedangkan uang palsu seringkali buram atau kurang detail.
- Benang pengaman:Â Uang asli memiliki benang pengaman yang tertanam di dalam kertas uang. Benang ini biasanya terlihat jika diterawang dan memiliki ciri khas tertentu, seperti tulisan atau gambar.
2. Diraba
Setelah Dilihat, langkah selanjutnya adalah meraba tekstur uang tersebut. Perhatikan hal-hal berikut:
- Tekstur kertas:Â Uang asli memiliki tekstur kertas yang khas, agak kasar dan tidak licin. Uang palsu seringkali terasa lebih halus atau licin.
- Relief:Â Raba bagian-bagian yang timbul pada uang, seperti gambar pahlawan atau logo Bank Indonesia. Uang asli memiliki relief yang jelas dan terasa timbul, sedangkan uang palsu reliefnya kurang terasa.
Dengan meraba tekstur uang, Anda dapat merasakan perbedaan antara uang asli dan palsu yang signifikan.
3. Diterawang
Langkah terakhir adalah menerawang uang terhadap cahaya. Perhatikan:
- Nomor seri:Â Pastikan nomor seri terlihat jelas dan tidak terputus-putus.
- Benang pengaman:Â Periksa kembali benang pengaman yang telah disebutkan sebelumnya. Pastikan benang tersebut terlihat jelas dan memiliki ciri-ciri keamanan yang sesuai.
- Watermark:Â Uang asli memiliki watermark (tanda air) yang terlihat jika diterawang.
Dengan menerawang uang, Anda dapat melihat detail-detail yang tersembunyi dan memastikan keasliannya.
Tips Tambahan Mencegah Kerugian Akibat Uang Palsu
Selain metode 3D, ada beberapa tips tambahan yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kerugian akibat uang palsu:
- Periksa uang dengan seksama: Jangan terburu-buru saat menerima uang, terutama saat menerima kembalian.
- Laporkan ke pihak berwajib: Jika Anda menemukan uang palsu, laporkan segera ke pihak berwajib.
- Manfaatkan layanan digital: Gunakan metode pembayaran digital seperti mobile banking atau QRIS untuk mengurangi risiko menerima uang palsu.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan memahami cara membedakan uang asli dan palsu, kita dapat bersama-sama mencegah peredaran uang palsu dan menjaga stabilitas ekonomi.
Â
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence
Advertisement
