Liputan6.com, Jakarta Seperti yang kita ketahui bahwa musik adalah sesuatu hal yang universal dan bisa diterima oleh semua kalangan. Bukan hanya untuk menjadi sebuah hiburan di waktu-waktu tertentu, membuka sebuah obrolan, mengetahui penyanyi favorit, tapi ternyata musik juga bisa mengungkapkan banyak hal.
Apalagi jika preferensi atau selera musik bisa mengetahui sejauh mana seseorang bisa menyukai atau lebih menyukai jenis musik tertentu dibandingkan jenis musik lainnya. Pemahaman yang lebih baik tentang preferensi musik kita dapat membantu menemukan hal-hal tentang diri kita sendiri dan orang lain.
Dilansir dari Psychology Today, Rabu (19/3/2025), bukti menunjukkan bahwa kesamaan dalam preferensi musik dapat berkontribusi pada kepuasan hubungan (pasangan romantis atau teman sekamar). Berbagi selera musik dapat memicu hubungan dan ikatan emosional secara instan.
Advertisement
Maka tidak mengherankan apabila mungkin saat kencan pertama, salah satu pertanyaan yang mungkin terlontar yaitu apakah selera musik Anda atau calon pasangan. Nah memang tidak bisa dipungkiri kalau selera musik yang dimiliki bukan cuma apa yang enak didengar di telinga, tapi juga memberitahukan sesuatu yang lebih banyak dari itu.
Tidak hanya sampai di situ, musik yang didengar pun bisa mengungkap tentang kepribadian Anda. Termasuk selera musik juga akan bisa berubah-ubah seiring pertambahan usia.
Berikut ini menjelaskan beberapa faktor psikologis utama yang mendasari preferensi musik seseorang. Yuk, disimak penjelasan selengkapnya!
1. Mengungkap karakter seseorang
Preferensi musik mengungkapkan informasi berharga tentang karakter seseorang. Secara umum, orang lebih menyukai gaya musik yang sesuai dengan kepribadian mereka.
Misalnya, orang yang membutuhkan stimulasi kreatif dan intelektual sering kali lebih menyukai gaya musik yang tidak konvensional dan kompleks (misalnya, klasik, jazz, folk). Jika Anda terbuka terhadap pengalaman baru, Anda mungkin juga terbuka terhadap pengalaman musik yang baru dan kompleks.
Orang yang ekstrovert cenderung menikmati musik kontemporer (terutama musik kontemporer yang memiliki fitur ceria, positif, dan dapat membuat orang menari). Dan orang yang menyenangkan cenderung lebih menyukai gaya musik yang lembut dan tenteram.
Secara keseluruhan, orang akan merespons musik yang mencerminkan kepribadian mereka dengan positif.
2. Bagian dari identitas diri
"Inilah diriku."
Preferensi musik kita sangat penting bagi siapa diri kita. Musik berfungsi sebagai lencana identitas agar orang lain dapat melihatnya.
Misalnya, mendengarkan musik yang inovatif dapat berfungsi untuk mengomunikasikan keyakinan bahwa seseorang itu kreatif dan tidak konvensional. Preferensi terhadap musik klasik atau eklektik dapat membantu seseorang menunjukkan status sosialnya.
Musik bukan sekadar bentuk hiburan, tetapi juga menandakan nilai-nilai yang kita pedulikan. Perubahan selera dinilai sebagai perubahan identitas.
Advertisement
3. Bertambah usia, selera musik bisa berubah
Menariknya, selera musik bisa berubah-ubah seiring dengan perkembangan usia, lho. Di mana preferensi musik cenderung terbentuk di akhir masa remaja dan bertahan hingga dewasa.
Musik yang didengarkan selama masa kanak-kanak dan remaja mungkin bisa menciptakan kenangan yang lebih kuat daripada musik yang didengarkan di usia lainnya. Sementara, musik yang kita dengarkan selama awal masa remaja menciptakan nostalgia yang kuat di tahun-tahun berikutnya.
Namun, seiring bertambahnya usia, preferensi musik sering berubah. Misalnya, remaja cenderung memiliki preferensi untuk musik yang intens, dan orang dewasa setengah baya menunjukkan preferensi yang kuat untuk musik yang lembut.
Tidak hanya itu, seiring bertambahnya usia, mereka kehilangan kemampuan untuk mendengar suara bernada tinggi dan pelan karena pendengaran mulai menurun. Usia berhubungan negatif dengan preferensi untuk musik berintensitas tinggi, karena orang yang lebih tua cenderung merasa tidak nyaman dengan musik yang keras.
4. Konteks juga mempengaruhi apa yang Anda dengar
Musik sering didengar dalam konteks (pernikahan, pemakaman, acara olahraga, atau relaksasi) yang membatasi pilihan musik. Misalnya, Anda mungkin tidak ingin mendengarkan Chopin saat berolahraga.
Kita mungkin lebih suka musik yang menenangkan saat berkendara di tengah kemacetan lalu lintas. Di ruang makan, kita cenderung lebih suka mendengarkan musik lembut yang memudahkan kita mengikuti percakapan.
Waktu juga merupakan faktor penting. Kita cenderung mendengarkan musik yang menenangkan di malam hari dan musik yang energik di siang hari.
5. Rasa familiaritas juga tidak kalah penting
Keakraban mengarah pada rasa suka. Kita cenderung lebih menyukai musik yang paling kita kenal. Pendidikan musik dapat meningkatkan preferensi musik dengan memberikan informasi latar belakang dan pemahaman tentang karya yang sedang kita dengarkan.
Misalnya, mendengarkan musik dari budaya lain dapat mengubah sikap sehingga orang menjadi lebih positif terhadap musik tersebut.
Advertisement
