Efek Lebaran dan Ramadan pada Pola Tidur, Simak Cara Ampuh Memperbaikinya

Efek Lebaran pada Pola Tidur: Mengapa Banyak Orang Sulit Kembali ke Rutinitas?

oleh Miranti Diperbarui 04 Apr 2025, 14:16 WIB
Diterbitkan 04 Apr 2025, 14:16 WIB
Tips Memulihkan Kondisi Tubuh Setelah Kurang Tidur di Malam Hari
Ilustrasi perempuan insomnia. (c) logoff/Depositphotos.com... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Setelah merayakan Lebaran, banyak dari kita yang masih merasakan pegal di badan, mata yang terasa berat, dan kesulitan untuk kembali ke rutinitas kerja. Fenomena ini ternyata dialami oleh banyak orang. Apa sebenarnya penyebabnya? Ternyata, ada beberapa faktor yang membuat pola tidur kita terganggu setelah liburan panjang Lebaran.

Selama Ramadan, perubahan jam tidur, aktivitas malam yang lebih padat, serta kelelahan fisik dan mental selama liburan berkontribusi pada gangguan tidur ini. Selain itu, perubahan pola makan dan perasaan 'post-vacation blues' semakin membuat kita enggan untuk kembali beraktivitas.

Dalam artikel ini, mari mengupas tuntas penyebab kesulitan kembali ke rutinitas setelah Lebaran dan memberikan tips praktis untuk mengatasi gangguan tidur tersebut. Simak selengkapnya pada Jumat (4/4/2025).

Benarkah Mudik Jadi Musuh Tidur Setelah Lebaran?

Mudik jadi tradisi yang nggak bisa dilewatkan saat Lebaran. Perjalanan panjang dan aktivitas padat selama mudik seringkali menguras energi dan membuat kita kurang tidur. Belum lagi, acara-acara malam hari di kampung halaman yang seru, membuat waktu tidur jadi berkurang.

Begitu juga dengan aktivitas di kota. Kunjungan keluarga, silaturahmi, dan berbagai acara yang biasanya berlangsung hingga larut malam, membuat kita sulit untuk tidur cukup. Akibatnya, tubuh jadi kurang istirahat dan sulit untuk kembali ke rutinitas normal.

Bayangkan, setelah seharian lelah, kita masih harus menghadapi acara keluarga yang menyenangkan, tetapi juga menguras tenaga. Ini membuat kita sulit untuk mengatur waktu istirahat yang cukup.

Penyebab Pola Tidur Terganggu

1. Ramadan dan Perubahan Pola Tidur

Selama bulan Ramadan, kebiasaan bangun untuk sahur dan meningkatnya aktivitas pada malam hari tentu mengganggu ritme biologis tubuh kita. Akibatnya, kita sering kekurangan tidur, dan tubuh memerlukan waktu untuk kembali menyesuaikan diri dengan pola tidur normal setelah Lebaran.

Setelah Lebaran, tubuh masih memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan pola tidur yang baru. Jadi, jangan heran jika Anda merasa mengantuk dan kesulitan bangun pagi selama beberapa hari setelah Lebaran.

Tubuh kita membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Jangan paksakan diri untuk langsung kembali ke rutinitas tidur seperti sebelum Lebaran, lakukan penyesuaian secara perlahan.

2. Kelelahan Fisik dan Mental Pasca Liburan

Liburan Lebaran, meskipun menyenangkan, ternyata dapat menyebabkan kelelahan fisik dan mental. Perjalanan mudik yang melelahkan, pertemuan keluarga yang padat, dan berbagai aktivitas lainnya bisa menjadi penyebabnya.

Kelelahan ini berdampak langsung pada kualitas tidur kita. Tubuh yang lelah seringkali sulit untuk rileks dan tidur nyenyak, sehingga kita merasa lelah dan lesu sepanjang hari.

Oleh karena itu, penting untuk memberikan waktu istirahat yang cukup bagi tubuh setelah liburan Lebaran. Jangan langsung memaksakan diri untuk kembali beraktivitas seperti biasa.

3. Pengaruh Makanan Lebaran pada Kualitas Tidur

Siapa yang tidak tergoda dengan makanan lezat saat Lebaran? Makanan berlemak, manis, dan tinggi kafein memang menggoda, tetapi bisa mengganggu pencernaan dan membuat kita sulit tidur.

Apa yang kita konsumsi sebelum tidur sangat berpengaruh terhadap kualitas tidur kita. Hindari makanan berat dan minuman yang mengandung kafein atau alkohol sebelum tidur.

Cobalah untuk memilih makanan yang lebih sehat dan bergizi, serta mengatur porsi makan agar tidak berlebihan, terutama menjelang tidur.

4. Mengatasi 'Post-Vacation Blues'

Setelah liburan panjang, banyak orang mengalami 'post-vacation blues', yaitu perasaan malas dan kesulitan kembali ke rutinitas. Kondisi ini juga mempengaruhi pola tidur dan dapat menyebabkan kesulitan tidur atau bangun pagi.

Rasa malas ini sering membuat kita enggan untuk kembali ke rutinitas normal. Kita merasa lebih nyaman bermalas-malasan di rumah daripada kembali bekerja.

Untuk mengatasi hal ini, cobalah membuat jadwal aktivitas yang teratur dan konsisten. Jangan menunda-nunda pekerjaan atau tugas yang harus diselesaikan.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya