Berburu Lailatul Qadr di Masjid I’tikaf Kampung Maghfirah, Taman Nyaman Belajar Islam

Untuk menjaga kesehatan para peserta, panitia juga mensiagakan tenaga dokter dan tenaga kesehatan yang mendampingi peserta selama beri’tikaf.

oleh Muhammad Ali Diperbarui 28 Mar 2025, 22:21 WIB
Diterbitkan 28 Mar 2025, 21:10 WIB
Kampung Maghfiroh
Ustadz Bendri dan Ayah Irwan, praktisi Ketahanan Keluarga atau Parenting menjadi pemateri dan pembimbing peserta I’tikaf di Masjid I’tikaf Kampung Maghfirah, di Tangkil, Caringin Bogor. (Tim News).... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Sedikitnya 800 orang menghabiskan 10 hari terakhir Ramadan di Masjid I’tikaf Kampung Maghfirah. mereka berdatangan dari Jabodetabek. Selain itu ada juga yang berasal dari Bandung dan berbagai daerah seperti padang, Palembang, Bengkulu, Kalimantan, Aceh bahkan ada yang dari kupang dan Papua.

Mengapa mereka begitu antusias jauh-jauh datang ke Kampung Maghfirah? Kebanyakan peserta mengaku i’tikaf disini karena tempatnya yang nyaman dan bisa beribadah seakan ibadah di Masjid Nabawi.

“Masjidnya nyaman, bersih dan yang lebih penting lelah ibadah yang panjang seperti tak terasa, karena kami dibimbing dengan sangat baik oleh para guru. Imam-imam sholatnya juga begitu merdu suaranya seperti sholat di Masjidil Haram, hingga tak terasa, air mata kerap berlinang dibuatnya,” tutur Melinda peserta i’tikaf asal Aceh, dikutip Jumat (28/3/2025).

Sementara Yobi, peserta asal Depok mengatakan kenyamanan ibadah terjamin dengan pelayanan para pengurus dan santri yang sigap, ramah dan bersahabat. Ia mengaku sudah tahun ke 4 beri’tikaf di tempat ini.

Lain lagi dengan Rasyid, orang tua santri Maghfirah Islamic Leadership Boarding School (MILBoS). Ayah 3 anak yang tidak pernah melewatkan waktu ber’itikaf selama 4 tahun terakhir ini juga mengaku punya kesan mendalam saat hendak berbuka puasa di sini.

“10 menit jelang berbuka puasa seluruh peserta i’tikaf sudah berkumpul di hadapan menu ta’jil. Sambil menunggu azan berkumandang, kami semua berdoa dibimbing oleh Syaikh dan Ustadz dengan doa yang sangat dalam dan menyentuh kalbu. Kami dengan khusyuk bermunajat di waktu mustajab, berharap semoga doa-doa terbaik kami dikabulkan Allah,” tutur mantan presenter berita MetroTV ini.

Masjid I’tikaf yang berdiri di kawasan berhawa sejuk di kaki gunung Pangrango, Caringin, Bogor menjadi tempat yang sangat syahdu dan khusyu untuk beribadah puasa dan memburu malam Lailatul Qadar di 10 hari terakhir Ramadan.

I’tikaf di masjid ini memang terasa berbeda. Selain suasananya yang berhawa sejuk, masjid ini juga menyediakan fasiltas yang cukup memadai. Seperti kasur, bantal dan selimut untuk jamaah beristirahat, toilet yang bersih dengan air hangat untuk keperluan mandi. pengurus masjid juga menyediakan konsumsi untuk sahur dan berbuka puasa dengan menu nusantara yang khas dan lezat.

 

Promosi 1

Siagakan Tenaga Kesehatan

Untuk menjaga kesehatan para peserta, panitia juga mensiagakan tenaga dokter dan tenaga kesehatan yang mendampingi peserta selama beri’tikaf. Para peserta bersyukur karena dapat mengisi waktu i’tikaf dengan terbimbing dan terlayani dengan baik.

Sisa waktu Ramadan seakan tak terbuang sia-sia karena jadwal yang ketat diisi dengan ibadah wajib dan sunnah seperti sholat wajib 5 waktu, puasa, tadarus Al-Qur’an. Sholat sunah yang terjaga dan terbimbing.

Ustadz Isymal, ketua panitia i’tikaf menjelaskan dalam sehari sekurangnya 5 juz seluruh peserta membaca Al-Qur’an secara bersama sama.

“Kita Sholat tarawih 1 juz, tahajut 1 juz dan tadarus Al-Qu’an 3 juz, itu di luar membaca Al-Qur’an yang menjadi target pribadi setiap peserta.“ tutur Isymal.

“Di sini, paling tidak jama’ah bisa khatam Al-Qur’an sebanyak 5 kali atau lebih dalam 10 hari terakhir ini.” Pungkas Ustadz Lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan Islam ini.

 

Dibimbing Ustadz Berkompeten

Diantara waktu i’tikaf para peserta juga mendapatkan materi keislaman seperti tadabbur Al-Qur’an, fikih, hadits, sejarah, tafsir dan materi parenting. Di antara nara sumbernya ialah doktor pakar akidah lulusan Madinah Syekh Ali, Founder dan pembina Kampung Maghfirah Ahmad Hatta, dan para asatidzah praktisi dan spesialis parenting seperti Ustadz Deka Kurniawan, Ustadz Bendri Jaysurohman, Ayah Irwan, dan Bunda Ely Risman.

Ahmad Hatta, ustadz kelahiran Palembang 1969 adalah lulusan Pesantren Gontor dan Madinah University. Ia membangun Kampung Maghfirah pada 2016. Kampung Maghfirah menjadi kawan pendidikan Islam terpadu untuk segala usia dari anak-anak hingga orang tua. Di sini telah berdiri Maghfirah Islamic Leadership Boarding School (MILBoS) dan Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan Islam (STIPI) yang mencetak kader guru.

Selain sekolah, di kawasan ini juga berdiri Masjid I’tikaf yang menjadi sentra kegiatan dakwah dan pendidikan Islam. Secara berkala di masjid ini digelar Pesantren Husnul Khatimah yang diikuti ratusan peserta yang kebanyakan para orang tua.

Tak ayal lagi menghabiskan 10 hari Ramadan di Masjid I’tikaf Kampung Maghfirah terasa menjadi lebih bermakna Karena masjid ini menjadi laksana taman nyaman belajar Islam. Semoga seluruh peserta i’tikaf mendapatkan lailatul Qadr.

Infografis

Infografis Jadwal Imsakiyah 1445 H Ramadan 2024 untuk Wilayah Jakarta.
Infografis Jadwal Imsakiyah 1445 H Ramadan 2024 untuk Wilayah Jakarta. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya