Liputan6.com, Jakarta - Setiap manusia akan menghadapi kematian dan memasuki alam kubur. Dalam Islam, diyakini bahwa di alam kubur, seseorang akan ditanya tentang keyakinannya.
Pertanyaan ini bukan sekadar ujian lisan, tetapi berkaitan dengan bagaimana seseorang menjalani kehidupannya di dunia. Jawaban yang diberikan akan sangat bergantung pada kebiasaan yang dibangun selama hidup.
Advertisement
Pendakwah Ustadz Adi Hidayat atau akrab disapa UAH menjelaskan bahwa jawaban di alam kubur akan mengikuti kebiasaan seseorang dalam kehidupannya. Apa yang sering diucapkan dan diamalkan akan menjadi faktor penentu.
Advertisement
Menurut UAH, Nabi Muhammad SAW telah menyampaikan bahwa seseorang akan mampu menjawab pertanyaan di alam kubur jika terbiasa mengucapkan dan mengamalkan kalimat tauhid dalam hidupnya.
UAH menjelaskan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, kalimat syahadat sering diucapkan dalam sholat. Setiap muslim yang menjalankan sholat lima waktu akan terbiasa mengucapkan Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan rasulullah.
Selain itu, setelah sholat, banyak orang juga membaca dzikir Laa ilaaha illallah berulang kali. Kebiasaan ini bukan sekadar ritual, tetapi bagian dari pelatihan untuk menghadapi pertanyaan di alam kubur.
"Kebiasaan orang itu menentukan jawabannya di alam kubur. Kalau dalam hidupnya sudah terbiasa mengucapkan kalimat tauhid, maka akan lebih mudah menjawab pertanyaan malaikat nanti," ujar UAH dalam kajiannya, yang dirangkum dari tayangan video di kanal YouTube @MyInspiration-call.
Namun, UAH menegaskan bahwa mengucapkan kalimat tauhid tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Orang yang tidak pernah sholat atau berdzikir tidak akan mudah mengucapkan Laa ilaaha illallah dengan penuh keyakinan saat dibutuhkan.
Baca Juga
Â
Simak Video Pilihan Ini:
Jangan Dikira Gampang Ucapkan Laa ilaaha illallah di Akhir Hayat
Banyak yang berpikir bahwa cukup mengucapkan Laa ilaaha illallah di akhir hayat untuk masuk surga. Padahal, menurut UAH, Nabi Muhammad SAW telah menegaskan bahwa seseorang hanya bisa mengucapkan kalimat tersebut dengan mantap jika terbiasa melakukannya dalam keseharian.
Latihan ini tidak hanya dalam bentuk ucapan, tetapi juga melalui amal saleh, sholat, dzikir, serta menjalankan perintah Allah secara konsisten. Orang yang terbiasa mengamalkannya akan lebih siap menghadapi pertanyaan di alam kubur.
"Jangan dikira gampang mengucapkan Laa ilaaha illallah. Ini hanya bisa dilakukan dengan latihan yang terus-menerus lewat amal saleh," tambah UAH.
Seseorang yang tidak pernah sholat atau berdzikir mungkin merasa mudah untuk sekadar mengucapkan kalimat tauhid sekarang. Namun, dalam kondisi sakaratul maut atau saat menghadapi pertanyaan di alam kubur, hanya yang terbiasa melakukannya yang bisa mengucapkannya dengan yakin.
UAH mengajak umat Islam untuk mulai membiasakan diri dengan kalimat tauhid dalam kehidupan sehari-hari. Dengan sering mengucapkannya dalam sholat dan dzikir, hati akan semakin mantap dan terbiasa dengan kalimat tersebut.
Selain itu, UAH juga menekankan pentingnya memahami makna dari kalimat tauhid. Tidak cukup hanya mengucapkannya, tetapi harus disertai dengan keyakinan yang kuat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kalimat Laa ilaaha illallah bukan sekadar lafadz, tetapi inti dari keyakinan seorang muslim. Dengan memahami dan mengamalkan maknanya, seseorang akan lebih siap menjawab pertanyaan di alam kubur.
Advertisement
Untuk Ucapkan Laa ilaaha illallah saat Sakaratul Maut Butuh Latihan Terus
UAH mencontohkan bagaimana para sahabat Nabi sangat menjaga keimanan mereka dengan sering berdzikir dan memperbanyak amal saleh. Mereka tidak hanya mengandalkan ucapan, tetapi juga perbuatan.
Keimanan yang kuat tidak dibangun dalam sehari. Perlu proses dan latihan yang konsisten agar seseorang benar-benar yakin dan terbiasa dengan kalimat tauhid.
UAH mengingatkan bahwa tidak ada jaminan seseorang bisa mengucapkan Laa ilaaha illallah saat sakaratul maut jika selama hidupnya tidak pernah membiasakan diri dengan kalimat tersebut.
Sebagai penutup, UAH mengajak setiap muslim untuk mulai berlatih dari sekarang. Dengan memperbanyak sholat, dzikir, dan amal saleh, seseorang akan lebih mudah menjawab pertanyaan di alam kubur.
"Jangan tunggu sampai terlambat. Mulai sekarang, biasakan diri dengan Laa ilaaha illallah, agar nanti bisa menjawabnya dengan mantap," pungkasnya.
Penulis: Nugroho Purbo/Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul
