Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah petugas dari Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan memeriksa rumah-rumah kos yang diduga menjadi praktik prostitusi. Hal itu guna menindaklanjuti kasus kematian Deudeuh Alfi Sahrin yang menjalankan praktik prostitusi online di kamar kosnya.
Hasil pemeriksaan yang dipimpin langsung oleh Camat Tebet Mahludin, petugas menemukan sejumlah fakta yang mencengangkan. Ternyata tanah di mana rumah kos tempat Deudeuh tinggal, merupakan tanah milik negara.
Hal itu diungkapkan oleh Arifin Purba, pengelola dari rumah kos yang terletak di Jalan Tebet Utara 1, Jakarta Selatan. Fakta tersebut terungkap setelah Arifin diberondong sejumlah pertanyaan oleh Camat Tebet mengenai syarat administratif yang harus dipenuhi dalam mendirikan rumah kos.
"Tidak ada, Pak. Ada, tapi sudah (mati izinnya) dari 2003. Kita sudah urus tapi nggak keluar-keluar (izinnya)," kata Arifin di lokasi, Selasa (21/4/2015).
Jawaban terbata-bata yang keluar dari mulut Arifin, membuat Camat Mahludin semakin penasaran. "Lho ya kenapa bisa sampai izinnya nggak keluar? Syarat mana yang tidak dipenuhi sampai izin itu belum keluar," tanya Mahludin.
"Karena ini belum tersertifikat, Pak. Jadi izinnya belum bisa diurus. Sudah kita ajukan 2 kali," jawab Arifin.
Yang mencengangkan lagi, Arifin akhirnya mengaku ketika kalau tanah tempat rumah kos yang dikelolanya merupakan tanah negara. "Sertifikat belum keluar karena ini sebenarnya tanah negara, Pak. Ini diperuntukkan untuk jalur hijau. Jadi IMB (izin mendirikan bangunan) pun tidak ada," terang dia lebih lanjut.
Jawaban Arifin membuat petugas tercengang, apalagi sebelumnya Arifin telah mengaku kalau rumah kos miliknya telah beroperasi sejak lama.
"Kalau saya tinggal di sini sudah lama dari 70-an. Tapi kalau kosnya sendiri dari tahun 89. Sebelumnya hanya jualan minyak tanah sambil PNS," ujar Arifin. (Han/Sss)
Pengelola Indekos Deudeuh @tataa_chubby: Tanahnya Milik Negara
Ternyata tanah dimana rumah kos tempat Deudeuh tinggal, merupakan tanah milik negara
Diperbarui 21 Apr 2015, 12:13 WIBDiterbitkan 21 Apr 2015, 12:13 WIB
Pintu kamar kos tempat terbunuhnya Deudeuh Alfisahrin telah diberi garis polisi, Jakarta, Rabu (15/4/2015). Rumah kos Boarding House di kawasan Tebet tampak sepi pasca terbunuhnya Deudeuh. (Liputan6.com/Faizal Fanani)... Selengkapnya
Advertisement
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
120 Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa untuk Orang-orang Terdekat
Asam Urat Bisa Terjadi di Usia Muda, Ini 7 Penyebab yang Perlu Diwaspadai
Menbud Fadli Zon Resmikan Transformasi ISI Denpasar Jadi ISI Bali
Mengapa Anjing Angkat Satu Kaki Saat Kencing? Ini Alasannya
Saksikan Sinetron Luka Cinta Episode Jumat 28 Februari Pukul 21.30 WIB di SCTV, Simak Sinopsisnya
Viral Rombongan Umrah Diduga dari Indonesia Kompak Pakai Bunga di Kerudung, Sambil Teriakkan Bebaskan Palestina
Memahami Arti Debit dan Kredit: Panduan Lengkap untuk Pengelolaan Keuangan
Sukses di Eropa, MOVA Boyong 11 Perangkat Rumah Pintar ke Indonesia
30 Menu Makanan Sahur Agar Kuat Puasa, Resep dan Tips Jaga Stamina Seharian
Heboh! Denda Pagar Laut Rp 48 Miliar, Begini Fakta-faktanya
Sholat di Dalam Ka'bah, Menghadap ke Mana?
Hasil Pantauan Hilal, Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan Jatuh pada Sabtu 1 Maret 2025