Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi IIIÂ DPR Arsul Sani, mendesak Polda Jawa Timur agar bisa langsung mengusut tindak pencucian uang dalam kasus pembunuhan Salim Kancil, petani yang dikenal sebagai aktivis antipenambangan pasir ilegal.
"‎Perlu juga mengembangkan penyidikan ke arah pencucian uang untuk mengetahui ke mana saja aliran uang dari Haryono, kepala desa (Kades) setempat,‎" kata Arsul dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (5/10/2015).
Asrul juga meminta pihak kepolisian segera menelusurinya sesuai dengan penyidikan dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), karena pembiaran yang terjadi itu menimbulkan dugaan-dugaan pada sejumlah orang. "Adanya aliran uang‎ miliaran rupiah dari bisnis penambangan pasir ilegal tersebut harus diusut tuntas," papar dia.
Lebih lanjut Wasekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menuturkan, Haryono diduga leluasa melakukan penambangan pasir liar dalam skala masif karena membagi hasil kegiatan penambangan liarnya tersebut dengan pihak-pihak tertentu.
"Haryono perlu disidik apakah menyuap pihak-pihak lain. Haryono harus mau membuka aliran dananya maka kalau perlu dia diberikan status justice collaborator," tegas Arsul yang mengaku telah melakukan kunjungan kerja ke lokasi penambangan di Lumajang, Jawa Timur itu.
Arsul juga mengatakan Komisi III akan mengawal kasus ini secara serius. Menurutnya, kunjungan kerja reses di awal November nanti Komisi III akan bertemu kembali Kapolda Jatim untuk meminta perkembangan penanganan perkara.
‎"Saya melihat seperti ada pembiaran atau setidaknya sikap kurang responsif dari aparat kepolisian, khususnya Polres Lumajang yang tidak menangani sungguh-sungguh tentang ancaman yang diterima kelompok Salim Kancil dan Tosan yang sudahh dilaporkan ke kepolisian di sana," tandas Arsul.
Patut diketahui, sebelumnya dua Warga Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Salim Kancil dan Tosan, dianiaya segerombolan preman sekitar 30 sampai 40 orang pada Sabtu 26 September 2015.
Penganiayaan itu diduga karena Salim dan Tosan menolak adanya aktivitas penambangan pasir ilegal di sekitar Pantai Watu Pecak, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Salim Kancil meninggal dunia, sedangkan Tosan mengalami luka serius dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Salim Kancil diduga sempat disetrum dan digergaji lehernya sebelum akhirnya meninggal di dekat pemakaman. Di tubuhnya ditemukan sejumlah luka benda tajam maupun benda tumpul. Saat ini 33 0rang telah ditetapkan jadi tersangka. Salah satunya adalah kepala desa Haryono. Ia diduga sebagai otak kejahatan. (Dms/Mut)
Kasus Salim Kancil, DPR Desak Polisi Telusuri Aliran Uang Kades
Anggota Komisi III DPR Arsul Sani, mendesak Polda Jawa Timur agar bisa langsung mengusut tindak pencucian uang dalam kasus pembunuhan Salim
Diperbarui 05 Okt 2015, 11:10 WIBDiterbitkan 05 Okt 2015, 11:10 WIB
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
EnamPlus
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Arus Balik Lebaran, KAI Commuter Tambah 2 Perjalanan Malam Jalur Bandara Soetta
Kabar 2 Pengunjung Asal Bandung yang Tenggelam di Pantai Selatan Garut
PB PORDI Gelar Turnamen Domino Makassar 2025, Menuju Panggung Dunia
Asam Lambung dan Anxiety, Kaitan Tak Terduga yang Perlu Anda Ketahui
Isyarat Hadis Nabi tentang Kemajuan Teknologi dan E-Commerce Zaman Sekarang, Simak UAH
Cerita Korban Bencana Tanah Longsor Cangar Mojokerto yang Ingin Foto Bersama Prabowo
Hasil Liga Inggris: Liverpool Keok di Kandang Fulham, Tottenham Degradasikan Southampton
Usai Tanah Longsor di Cangar Mojokerto, Khofifah Tutup Wisata Tahura Raden Soerjo
6 Potret Guzelim Anak Ali Syakieb dan Margin Wieheerm, Paras Cantik Jelita Penuh Pesona
Tanda Bahaya Post Holiday Blues Usai Libur Panjang dan Cara Mengatasinya
Bagaimana Jika Arah Kiblat Sholat Salah? Simak Penjelasan Penentuannya
6 RT dan 2 Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir, Ketinggian Air Capai 175 Cm