PT Dirgantara Indonesia Siap Bikin Helikopter Kepresidenan

Presiden Jokowi pun memutuskan menolak pembelian Helikopter ‎Agusta Westland AW-101 ‎buatan Italia.

oleh Andreas Gerry Tuwo diperbarui 04 Des 2015, 14:58 WIB
Diterbitkan 04 Des 2015, 14:58 WIB
Teknisi PT Dirgantara Indonesia mengerjakan body Helikopter Super Puma NAS 332 di hanggar PTDI, Bandung, Jabar. TNI-AU memesan 9 buah helikopter Super Puma 332 seri militer.(Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso mengaku siap jika pihaknya diminta Presiden Joko Widodo membuat helikopter kepresidenan.

"Kalau diperintahkan presiden kita siap. Jadi apapun yang dianggap terbaik kita laksanakan," kata Budi di kantor Kementerian Pertahanan di Jakarta, Jumat (4/12/2015).

Budi menegaskan, jika nantinya PT DI ditugaskan membuat helikopter VVIP maka akan disesuaikan dengan kebutuhan presiden. Tak cuma menyesuaikan kebutuhan, bahkan dia memastikan akan membuat heli yang sesuai karakter Presiden.

"Alat untuk presiden bukan hanya soal canggih dan murah. Tapi juga soal selera presiden. Image sederhana yang menyebabkan heli yang cocok," tutur Budi.

Budi mengatakan, nantinya PT DI akan membicarakan soal konsep helikopter ini dengan staf presiden.

"Peralatan untuk kepala negara harus disesuaikan dengan kepribadian bapak presiden. Kalau ya ingin sederhana ya kita ikuti. Saya nggak mau memperpanjang polemik," ujar dia.

Sekretaris Kabinet Pramono mengatakan untuk pembelian helikopter cadangan tersebut, Jokowi menekankan agar proses pembelian dilakukan sesuai regulasi dan memberdayakan produk lokal.

"Presiden‎ memberi arahan bahwa lebih baik digunakan sesuai peraturan yang ada, menggunakan yang bisa dikaroseri ataupun di-assembling ataupun dibuat oleh putra bangsa sendiri," pungkas Pramono.

Presiden Jokowi pun memutuskan menolak pembelian Helikopter ‎Agusta Westland AW-101 ‎buatan Italia yang diajukan TNI AU. 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya