Jubir Corona: Arus Logistik Dijaga Tetap Lancar, Tapi Itu Tak Mudah

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Corona Achmad Yurianto mengatakan, pemerintah akan memastikan arus logistik lancar di saat ada PSBB.

oleh Putu Merta Surya Putra diperbarui 02 Mei 2020, 18:02 WIB
Diterbitkan 02 Mei 2020, 18:02 WIB
Achmad Yurianto
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto memberikan orang-orang yang terinfeksi Virus Corona penyebab COVID-19 saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta pada Selasa (28/4/2020). (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Liputan6.com, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Corona Achmad Yurianto mengatakan, pemerintah akan memastikan arus logistik lancar di saat ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Kita menyadari bahwa dalam rangka membatasi aktivitas, maka kita harus memberikan kepastian bahwa arus logistik lancar. Kebutuhan-kebutuhan dasar seluruh warga tetap terpenuhi secara wajar dan secara cukup," kata Yurianto ini di kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (2/5/2020).

Oleh karenanya, kata dia, pemerintah akan memberikan jaminan arus logistik ini akan tetap dijaga lancar.

"Pemerintah memberikan jaminan bahwa arus logistik akan terus dijaga akan tetap lancar, dari pusat ke daerah. Dari gudang-gudang logistik sampai kepada masyarakat yang membutuhkannya," ungkap pria yang akrab disapa Yuri.

Yurianto pun menegaskan, masalah penyaluran logistik di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19 ini bukanlah pekerjaan mudah.

"Ini bukan pekerjaan ringan. Dan ini bukan pekerjaan yang bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah. Oleh karena itu perlu kerja sama semua pihak," tandas Yurianto.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Saksikan video pilihan di bawah ini:


Pemberian Bansos

FOTO: Melihat Proses Pengemasan Bantuan Sosial Pemerintah Pusat
Pekerja mengemas paket bantuan sosial (bansos) di Gudang Food Station Cipinang, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Pemerintah pusat menyalurkan paket bansos selama tiga bulan untuk mencegah warga mudik dan meningkatkan daya beli selama masa pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, enyaluran bantuan sosial (bansos) Presiden untuk masyarakat terdampak Covid-19 di wilayah DKI Jakarta masih terus berlangsung. Pemerintah berupaya mempercepat penyaluran bansos tersebut agar dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang sangat membutuhkan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebutkan berdasarkan data Kementerian Sosial (Kemensos), per-1 Mei 2020, penyaluran bansos presiden telah disalurkan kepada 462.419 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau 48,8% dari total sasaran penerima yang sebanyak 947.126 KPM.

Hal ini disampaikan saat melakukan kunjungan lapangan untuk mengecek stok sembako di MT Haryono, Jakarta Selatan, Sabtu (2/5/2020).

Dalam kunjungan tersebut, Menko PMK didampingi Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kemenko PMK Tubagus A Choesni, Asisten Deputi Kompensasi Sosial, Asisten Deputi Konflik Sosial, serta Sekretaris Jenderal Kemensos, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos, dan Sesditjen Linjamsos Kemensos.

"Hari ini kita mempercepat bantuan presiden untuk sembako di wilayah DKI dan Bodetabek. Insyaallah untuk DKI target penyaluran kita hari ini bisa lebih dari 60%," kata Muhadjir dalam keterangannya.

Dia menegaskan, untuk mempercepat penyaluran bansos, pemerintah telah menambah jumlah gudang stok penyimpanan sembako untuk bansos presiden dari 5 menjadi 12.

"Kita harapkan stoknya tidak terlambat lagi dan bisa dipercepat. Mudah-mudahan dalam dua hari penyaluran bansos presiden untuk DKI gelombang satu ini bisa selesai," ungkap Muhadjir.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya