Densus 88 Polri Tembak Mati Terduga Teroris di Makassar

Terduga teroris berinisial MT yang ditembak mati itu ditangkap terkait pengembangan kasus teror bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.

oleh Muhammad Radityo Priyasmoro diperbarui 15 Apr 2021, 16:49 WIB
Diterbitkan 15 Apr 2021, 16:15 WIB
Densus 88 tembak mati dua terduga teroris di Makassar (Liputan6.com/Fauzan)
Densus 88 tembak mati dua terduga teroris di Makassar (Liputan6.com/Fauzan)

Liputan6.com, Jakarta - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menembak mati terduga teroris di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Zulpan mengatakan, terduga teroris berinisial MT diberikan tindakan tegas dan terarah oleh tim Densus 88 Polri lantaran melawan dan membahayakan.

"Iya benar ada tindakan tegas, karena anggota dalam keadaan terdesak, MT memegang parang di kedua tangannya dan akan menyerang anggota hingga akhirnya diberikan tindakan tersebut," kata Zulpan saat dikonfirmasi, Kamis (15/4/2021).

Zulpan mengatakan, insiden terjadi di Jalan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Makassar, Silawesi Selatan (Sulsel). Peristiwa itu terjadi saat tim Densus 88 Antiteror Polri menggerebek kediaman MT.

"Anggota Densus 88 Antiteror Polri dibantu personel Brimob Polda Sulsel menggerebek rumah MT di Jalan Mannuruki. Mereka berusaha mengamankan MT," jelas Zulpan.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:


Pengembangan Teror Bom Bunuh Diri

Penjagaan Ketat Gereja Katedral Makassar Pasca Ledakan Bom
Petugas polisi berjaga di dekat gereja tempat ledakan meledak di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). Pastor Gereja Katedral Makassar, Wilhelminus Tulak menyampaikan ledakan terdengar sangat keras. Bahkan, kaca-kaca hotel di samping gereja turut terkena dampak. (AP Photo/Yusuf Wahil)

Namun saat hendak diamankan, lanjut Zulpan, terjadi perlawanan oleh MT. Pelaku berusaha menyerang dengan senjata tajam.

"Dia membawa parang pada kedua tangannya berusaha menyerang polisi. Sudah diberikan tembakan peringatan, tetapi dia (MT) berusaha menyerang dan akhirnya diberikan tindakan tegas (tembak mati)," ungkap Zulpan.

Penggerebekan terhadap MT adalah hasil pengembangan kasus dari aksi bom bunuh diri di Katedral Makassar. MT diduga kuat bagian dari anggota Jamaah Ansharud Daulah (JAD) yang berasal dari jaringan Villa Mutiara.


Bom Bunuh Diri di Katedral Makassar

Infografis Bom Bunuh Diri di Katedral Makassar. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Bom Bunuh Diri di Katedral Makassar. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya