Polisi Panggil Lima Saksi Terkait Acara Berdendang Bergoyang

Polisi memanggil lima orang pihak manajemen festival musik Berdendang Bergoyang, buntut dihentikannya acara tersebut akibat diduga melanggar aturan.

oleh Ady Anugrahadi diperbarui 31 Okt 2022, 17:00 WIB
Diterbitkan 31 Okt 2022, 17:00 WIB
Jamrud Hentak Panggung Bergelora Berdendang Bergoyang Festival 2022
Penonton saat menyaksikan aksi grup band Jamrud di panggung Bergelora perhelatan Berdendang Bergoyang Festival, Kawasan Istora Senayan, Jakarta, Jumat (28/10/2022). Tampil selama lebih kurang satu jam, Jamrud menghentak penggemarnya dengan sejumlah lagu baru dan lawas, diantaranya Telat 3 Bulan, Pelangi di Matamu, Surti Tejo, dll. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta Polisi memanggil lima orang pihak manajemen festival musik Berdendang Bergoyang, buntut dihentikannya acara tersebut akibat diduga melanggar aturan.

Sedianya, acara yang digelar di Istora Senayan, Jakarta Pusat, itu diselenggarakan selama tiga hari terhitung dari 28-30 Oktober 2022.

"Hari ini direncanakan ada lima yang kami undang. Termasuk di dalamnya rangkaian dari manajemen ya terkait kepanitian termasuk juga bagian tiketing kemudian kita dalami juga ya masalah kesehatan termasuk juga bertanggung jawab untuk petugas yang bagian cek," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Komarudin dalam keterangannya, Senin (31/10/2022).

Dia mengatakan, proses pemeriksaan terus berjalan. Penyidik tidak hanya berhenti pada pihak panitia. Pemanggilan terhadap penonton sedang dijadwalkan.

Meski demikian, Komarudin menegaskan, pemanggilan penonton lebih kepada sisi korban.

"Ada rencana (periksa penonton) Kalau penonton dalam hal ini lebih kepada korban ya. Makanya dari data kesehatan kan nanti bisa ketahuan " jelas dia.

Sebelumnya, pada Minggu 30 Oktober 2022, polisi telah meminta keterangan dua orang sebagai saksi.

Komarudin menyebut, mereka adalah SA selaku perwakilan dari pihak manajemen event dan SH yang mewakil bagian produksi.

Namun, kedua saksi telah dipulangkan usai menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Pusat hari ini.

"Tadi sudah kita pulangkan setelah kita introgasi. Sementara masih tahap lidik," jelas Komaruddin.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.


Ada Kejanggalan

Pemanggilan itu pun berkaitan dengan pengunjung yang membeludak, di mana jumlah sangat jauh berbeda dengan surat permohonan izin yang diajukan kepada kepolisian.

"Itu fakta di lapangan, sehingga nanti akan menjurus kepada ticketing," kata Komaruddin, Minggu kemarin.

Komarudin menerangkan, sekiranya nanti ditemukan ada indikasi pidana maka berkas akan dinaikan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan.

"Iya kita akan teruskan. Sementara ini dia mengakui bahwa dia bertanggung jawab. Besok kita akan lanjutkan pemeriksaan termasuk kita juga akan periksa tim medis, berapa jumlah orang yang ditangani, termasuk tingkat fatalitasnya nanti kita lihat," ujar dia.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya