Kabar Gembira dari Mendikti Saintek! Beasiswa dan KIP Tetap Aman, UKT Tidak Mengalami Kenaikan

Mendikti Saintek jelaskan bahwa beasiswa dan KIP tidak ada pengurangan, serta UKT juga tidak mengalami kenaikan.

oleh Gloria Trivena May Ary pada 28 Feb 2025, 19:44 WIB
Diperbarui 28 Feb 2025, 19:47 WIB
Kabar Gembira dari Mendikti! Beasiswa dan KIP Tetap Aman, UKT Tidak Mengalami Kenaikan
Prabowo lantik Brian Yuliarto jadi Mendiktisaintek. (©BPMI Setpres)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Kabar baik datang dari dunia pendidikan. Mendikti Saintek Brian Yuliarto menegaskan bahwa program beasiswa, termasuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, tetap berjalan tanpa ada pengurangan. Kepastian ini ia sampaikan setelah menghadiri rapat bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Dengan demikian, mahasiswa penerima manfaat bisa tetap fokus menempuh pendidikan tanpa khawatir akan perubahan kebijakan.

"Tentu tadi juga kita menekankan kembali KIP, beasiswa, itu tidak ada yang berkurang sedikit pun. Itu tadi kita sama-sama sepakati dan memang sudah dibuat menjadi seperti itu," kata Brian kepada wartawan, Jakarta, Rabu (26/2).

Selain itu, dirinya memastikan tidak perlu adanya kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Sebab, kata Brian, tidak ada pengurangan kegiatan operasional di kampus.

"Kemudian juga kami menyampaikan bahwa berbagai kegiatan operasional kampus-kampus itu tidak sampai berkurang. Sehingga UKT tidak perlu dinaikkan, UKT tidak akan naik. Itu saja," tegasnya.

Selain itu, terkait dengan pertemuan dengan Komisi X DPR RI. Dirinya mengungkapkan, banyaknya masukan dan menyampaikan sejumlah perbaikan, penyempurnaan hingga pelaksanaan pendidikan tinggi di Indonesia.

"Demikian juga dengan riset dan inovasi yang perlu dilakukan, koordinasi-koordinasi, bagaimana peran-peran itu semakin dioptimalkan," ungkapnya.

"Karena kita tahu APK dari pendidikan tinggi kita kan masih rendah. Jadi sebenarnya masih cukup banyak ruang, baik PTN maupun PTS, itu untuk sama-sama berkembang untuk melahirkan SDM-SDM yang memang dibutuhkan," pungkasnya.

Promosi 1

Dapat Dorongan dari DPR

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani memastikan, tidak akan ada pengurangan atau penurunan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN).

Hal ini dikatakannya usai rapat yang digelar secara tertutup bersama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) terkait efisiensi anggaran di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/2).

Lalu, terkait dengan rapat yang digelar secara tertutup ini dikatakannya karena ada kebijakan-kebijakan yang hari ini sedang dikomunikasikan dengan pihak Istana Negara yang belum bisa diumumkan secara resmi ke publik.

"Contoh misalnya pengurangan BOPTN, kemudian tunjangan kinerja, kemudian anggaran untuk sertifikasi dosen. Nah ini menurut kami di Komisi X besarannya belum final, sehingga di rapat ini kami pertegas kembali agar tukin tetap harus dibayarkan di tahun 2025," kata Lalu kepada wartawan, Jakarta.

"Sertifikasi dosen juga harus dianggarkan di tahun 2025, BOPTN tidak dikurangi. Sehingga tidak mengakibatkan kenaikan biaya Kuliah Tunggal atau UKT," sambungnya.

Kemudian, terkait dengan anggaran pihaknya mendorong diturunkan menjadi Rp6,17 triliun. Namun, jumlah tersebut belum termasuk dengan tunjangan kinerja (tukin) dosen.

"Nah bagaimana caranya untuk membayar 2025? Kami Komisi X meminta Mendikti Saintek yang baru untuk mengusulkan di anggaran biaya tambahan," sebutnya.

"Pada prinsipnya di dalam barusan beliau sudah sepakat dan komit untuk membayar tukin tahun 2025 termasuk serdos, termasuk BOPTN itu tidak akan diturunkan dan akan mengikuti hasil dari raker kami," sambungnya.

Kemudian, dengan tidak adanya pengurangan BOPTN diharapkan agar tidak ada kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya