Menteri Transmigrasi Bagikan 1.000 Bingkisan Lebaran dari Presiden di Rempang

Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman Suryanagara sejak 29 Maret 2025 sudah berada di Rempang, Batam untuk berdialog dengan warga terkait pindah ke kawasan permukiman Rempang Eco City di Tanjung Banon.

oleh Putu Merta Surya Putra Diperbarui 02 Apr 2025, 07:21 WIB
Diterbitkan 02 Apr 2025, 07:21 WIB
Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman Suryanagara membagikan bingkisan lebaran dari Presiden Prabowo Subianto di Rempang.
Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman Suryanagara membagikan bingkisan lebaran dari Presiden Prabowo Subianto di Rempang. (Foto: Istimewa).... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman Suryanagara sejak 29 Maret 2025 sudah berada di Rempang, Batam untuk berdialog dengan warga terkait pindah ke  kawasan permukiman Rempang Eco City di Tanjung Banon.

Dalam dialog tersebut, warga minta agar disediakan fasilitas pendidikan. Selain itu, minta agar ganti rugi yang mereka terima tidak dipotong lagi untuk rumah.

"Kita menyiapkan beasiswa bagi anak-anak transmigran agar mereka bisa kuliah di kampus-kampus ternama seperti ITB, IPB, UGM, tapi tidak perlu jauh-jauh pergi ke Jawa. Saya sudah ketemu Rektor masing-masing untuk mengembangkan pola perkuliahan di kawasan transmigrasi," kata Iftitah, dalam keterangannya, Rabu (2/4/2025).

Tak hanya mengunjungi warga yang setuju dipindah, Mentrans Iftitah juga menemui para warga yang menolak transmigrasi lokal di kelurahan Sembulang. Meski disambut berbagai spanduk penolakan, dia tetap menyalami warga dan mendengarkan aspirasi mereka.

"Program transmigrasi bersifat sukarela. Jika ada pemaksaan, saya bisa masuk penjara. Tapi di sisi lain, warga juga tidak boleh memaksa sesama warga. Jika ada yang mau pindah, jangan diintimidasi agar tidak pindah. Kita harus menghargai keinginan masing-masing," ungkap Iftitah kepada para warga.

Dalam kesempatan itu, baik warga yang bersedia maupun menolak, tetap dibagikan bingkisan lebaran dari Presiden Prabowo Subianto. 

Sementara pada 30 Maret 2025, Menteri Ifititah mengunjungi masyarakat di Pasir Panjang dan berdialog usai sholat Dzuhur berjamaah. Dalam perayaan lebaran 31 Maret 2025, dia melaksanakan salat Idul Fitri bersama masyarakat kelurahan Sembulang, di masjid Al Fajri.

Dari berbagai dialog tersebut, Iftitah menyimpulkan bahwa umumnya masyarakat Rempang tidak menolak program pembangunan pemerintah, tapi minta agar ruang hidup mereka dihargai.

Selain itu, faktanya ada masyarakat yang setuju untuk mengikuti program transmigrasi lokal, dan ada yang masih menolak.

Promosi 1

5 Langkah Besar untuk Wujudkan Transmigrasi Baru

Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan bahwa konsep transmigrasi saat ini tidak hanya sebatas pemindahan penduduk, tetapi juga mencakup pembangunan pusat pertumbuhan baru dan peradaban di wilayah baru.

Hal ini disampaikan Iftitah dalam acara Transformasi Transmigrasi yang berlangsung di Gedung Balai Makarti, Jakarta Selatan, pada Senin (24/3/2025).

“Bagaimana transmigrasi membangun pusat pertumbuhan baru yang modern dan terintegrasi,” ujar Iftitah.

Dalam kesempatan tersebut, Iftitah memperkenalkan lima langkah besar atau lima pilar utama dalam mewujudkan konsep transmigrasi baru. Pilar pertama adalah transmigrasi tuntas.

“Menyelesaikan masalah lahan dan hak-hak transmigran. Satu kata, tuntas,” tegas Iftitah.

Kedua, lanjutnya, transmigrasi lokal yakni menggerakkan potensi desa-desa dengan mengedepankan pemberdayaan masyarakat lokal. “Dari lokal menuju kota baru yang maju dan mandiri,” ujarnya.

Ketiga, transmigrasi patriot yakni membangun manusia unggul, mencetak patriot yang membangun Indonesia dari tapak kaki.

Keempat, transmigrasi karya Nusantara. Menghadirkan kawasan transmigrasi sebagai sentra ekonomi untuk penciptaan lapangan kerja.

“Kolaborasi dengan koperasi dan korporasi. Menghubungkan kawasan dengan pasar nasional dan global,” kata dia.

Poin Lainnya

Kelima, transmigrasi gotong royong yakni, revitalisasi kawasan transmigrasi lama. Menghidupkan kembali semangat gotong royong, lintas sektoral, dan pembangunan kawasan transmigrasi secara berkelanjutan.

“Inilah wajah baru transmigrasi. Transmigrasi yang modern. Transmigrasi yang kolaboratif. Transmigrasi yang menyatukan kekuatan bangsa,” kata dia.

“Transmigrasi hari ini bukan hanya soal pindah tempat, tapi tentang berpindah cara pandang. Tentang menciptakan masa depan yang lebih cerah, lebih adil, dan lebih makmur. Mari kita bawa semangat transmigrasi ini ke seluruh Nusantara. Bukan hanya dari pulau ke pulau, tapi dari hati ke hati, dari pikiran,” pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya