Arus Balik Mulai Terjadi di Bandara Soetta pada H+2 Lebaran, Rabu 2 April 2025

Arus balik Lebaran 2025 di Bandara Soekarno-Hatta (Bandara Soetta), Tangerang, Banten mulai menggeliat pada H+2 Lebaran 2025, Rabu (2/5/2025).

oleh Pramita Tristiawati Diperbarui 02 Apr 2025, 19:00 WIB
Diterbitkan 02 Apr 2025, 19:00 WIB
Terminal 3 Bandara Soetta Siap Melayani Penerbangan Internasional
Pemandangan pesawat Garuda Indonesia yang bisa dilihat dari bourding lounge Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (24/04). Terminal ini mampu 25 juta calon penumpang per tahun. (Liputan6.com/Fery Pradolo)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Arus balik Lebaran 2025 di Bandara Soekarno-Hatta (Bandara Soetta), Tangerang, Banten mulai menggeliat pada H+2 Lebaran 2025, Rabu (2/5/2025). Hal tersebut terlihat dari pergerakan penumpang dan pesawat yang naik.

"Hari ini memang mulai ada kenaikan lagi, untuk pergerakan penumpang pada H+2 Lebaran hanya 134.625 orang, hari ini sudah naik lagi menjadi 147.394 orang," ujar Asst Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta M Holik Muardi, Rabu (2/4/2025).

Lalu, lanjut dia, dari 147.394 pergerakan penumpang tersebut, 70.472 orang tiba di Bandara Soetta. Sedangkan yang berangkat sebanyak 76.922 orang.

"Sementara, untuk perlintasan pesawatnya mencapai 952 penerbangan," jelas Holik.

Sementara itu, Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi mengatakan, seluruh 37 bandara siap menyambut kedatangan penumpang pesawat pada arus balik.

"Setelah arus mudik yang berjalan lancar, kini InJourney Airports memasuki periode arus balik. Kami memastikan kesiapan pada setiap titik layanan baik di area keberangkatan maupun kedatangan agar seluruh proses di bandara berjalan baik," papar Faik Fahmi.

Menurut dia, pada area keberangkatan penumpang pesawat, titik layanan yang menjadi fokus antara lain kelancaran akses kendaraan menuju terminal untuk mengantar penumpang.

"Lalu lintas kendaraan di dalam bandara termasuk akses menuju terminal sangat penting. Kami telah melakukan peningkatan fasilitas di sejumlah bandara untuk ini," ucap Fahmi.

"Seperti di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang sudah dilakukan penambahan lajur jalan dan penambahan akses menuju gedung parkir. Lalu penataan ulang infrastruktur toll gate dan pelebaran akses jalan di jalur toll gate untuk keluar-masuk bandara," sambung dia.

 

Promosi 1

Fokus Lainnya pada Keberangkatan

Garuda Indonesia Tutup 97 Rute Penerbangan
Pesawat Garuda terparkir di landasan pacu Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Banten, Rabu (17/11/2021). Maskapai Garuda Indonesia akan menutup 97 rute penerbangannya secara bertahap hingga 2022 mendatang bersamaan dengan proses restrukturisasi yang tengah dilakukan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)... Selengkapnya

Fahmi menjelaskan, fokus lainnya pada area keberangkatan adalah memastikan kelancaran proses check in. Seluruh infrastruktur dan fasilitas bandara untuk mendukung check in dipastikan siap, antara lain sistem informasi, mesin self check in dan mesin self baggage drop.

"Selanjutnya, pada area kedatangan, InJourney Airports bersama stakeholder lainnya seperti maskapai merencanakan dengan baik alur kedatangan mulai dari lokasi penempatan pesawat hingga penumpang meninggalkan bandara untuk menuju tempat tinggal," tandas dia.

Sebelumnya, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memprediksi puncak arus balik Lebaran 2025 atau Idulfitri 1446 H di 37 bandara penerbangan di Indonesia terjadi pada 6-7 April 2025.

"Nanti setelah Lebaran diproyeksikan sekitar tanggal 7 April 2025 sebagai puncak arus balik di bandara penerbangan," ujar Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi di Tangerang, Banten, melansir Antara, Rabu (2/4/2025).

InJourney Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran 2025 Terjadi pada 6-7 April di 37 Bandara Indonesia

Fahmi mengatakan, pada Jumat 28 maret 2025 sebagai puncak arus mudik Lebaran 2025 contohnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerangsecara kumulatif mencapai sekitar 148.000 orang.

Di mana, kata Fahmi, penumpang yang melintas rata-rata per harinya sejak 21 sampai 28 Maret lalu yakni tercatat 155.000 orang.

"Dan pada 28 Maret itulah khusus puncak arus mudik sebelum periode perayaan Lebaran," ucap dia.

Menurut Fahmi, pada periode masa angkutan mudik Lebaran ini, seluruhnya telah berjalan baik dan aman. Dia mengatakan, khusus di Bandara Soetta seluruh layanan di terminal, baik 1, 2 dan 3 dibuka untuk melayani angkutan mudik tersebut.

"Kita lihat kondisi sekarang ini kelihatan sudah rapih, tidak ada peningkatan. Padahal kalau kita bandingkan dengan tahun sebelumnya ini sudah meningkat sebesar 4,9 persen, bahkan kalau kita bandingkan periode sebelum COVID-19 itu naiknya 9 persen. Nah dulu dengan angka segitu sangat padat sekali," ucap Fahmi.

Menurut dia, perubahan tata kelola ini terjadi karena ada peningkatan manajemen lebih baik seperti beberapa layanan maskapai dipindahkan secara merata ke terminal lain untuk mengurai penumpukan penumpang selama arus mudik Lebaran tersebut.

"Dulu maskapai Citilink ada di Terminal 3, sekarang dipindah ke 1B. Dulu pemberangkatan jamaah umrah di Terminal 3 sekarang di 2F. Jadi manajemen bisa berjalan baik," papar Fahmi.

 

Pastikan Kesiapan Layanan di 37 Bandara

Puncak Arus Mudik, 146 Ribu Penumpang Diprediksi Terbang dari Bandara Soekarno Hatta
Ada konsep command center yang mengoperasikan pusat kendali operasi bandara atau AOCC. (Liputan6.com/Johan Tallo)... Selengkapnya

Dalam hal ini, Fahmi menegaskan, PT Angkasa Pura Indonesia juga memastikan kesiapan fasilitas layanan di 37 bandara dalam menghadapi arus balik angkutan Lebaran Idulfitri 1446 Hijriah sejak 2 April 2025.

"Setelah arus mudik yang berjalan lancar, kini InJourney Airports memasuki periode arus balik. Kami memastikan kesiapan di setiap titik layanan baik di area keberangkatan maupun kedatangan agar seluruh proses di bandara berjalan baik," terang dia.

Fahmu menjelaskan, bentuk kesiapan layanan arus balik Lebaran itu di antaranya seperti pada area penumpang pesawat, titik layanan yang menjadi fokus antara lain kelancaran akses kendaraan menuju terminal untuk mengantar penumpang.

"Lalu lintas kendaraan di dalam bandara termasuk akses menuju terminal sangat penting. Kami telah melakukan peningkatan fasilitas di sejumlah bandara untuk ini, seperti di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang sudah dilakukan penambahan menuju lajur jalan dan penambahan akses gedung parkir, lalu penataan ulang infrastruktur gerbang tol dan pelebaran akses jalan di jalur gerbang tol untuk keluar-masuk bandara," papar dia.

Menurut Fahmi, fokus lainnya pada area pemberangkatan adalah memastikan kelancaran proses check in. Dia menyebut, seluruh infrastruktur dan fasilitas bandara untuk mendukung check in dipastikan siap, antara lain sistem informasi, mesin self check in dan mesin self bagasi drop.

"Kemudian, pada area kedatangan, InJourney Airports bersama pemangku kepentingan lainnya seperti maskapai merencanakan alur kedatangan yang baik mulai dari lokasi penempatan pesawat hingga penumpang meninggalkan bandara untuk menuju tempat tinggal," ucap Fahmi.

Dia mengatakan, perencanaan lokasi penempatan pesawat sangat penting untuk mendukung penanganan bagasi penumpang pesawat.

"Penanganan bagasi menjadi titik penting pada arus balik. InJourney Airports sebagai operator bandara terus berkoordinasi dengan maskapai dan pihak ground handling untuk memastikan bagasi harus sesuai standar pelayanan termasuk standar waktu pengantaran dari pesawat hingga ke baggage claim area di terminal untuk bagasi itu diambil penumpang pesawat," tandas Fahmi.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya