Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto diminta untuk mendorong Jaksa Agung mengusut tuntas semua yang terlibat dalam kasus permainan impor minyak di Pertamina tanpa pandang bulu.
Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman dalam menanggapi isu mafia BBM yang merugikan para pekerja di Pertamina.
Baca Juga
"Para pekerja merupakan korban permainan mafia BBM selama ini," kata Yusri dalam keterangan diterima, Jumat (4/4/2025).
Advertisement
Yusri juga meminta, Direksi Pertamina (Persero) dengan Subholding melakukan evaluasi dan perubahan menyeluruh terhadap Tata Kelola Impor (TKI), Tata Kelola Organisasi (TKO), General Terms & Condition Impor Minyak Mentah dan BBM serta LPG dan Optimalisasi Hilir.
Tujuannya, agar terjadi efisiensi dari singkronisasi kegiatan di Kilang Pertamina International (KPI) dengan Pertamina Patra Niaga (PPN) dan Pertamina International Shipping (PIS) serta Pertamina Hulu Energi (PHE).
Â
Dukung Presiden Prabowo
Sementara itu, pengamat intelijen, Sri Rajasa menyebut adanya makelar kasus (markus) dan makelar jabatan (marjab) yang bergerak aktif di seputaran kasus terkait. Modusnya, mereka seolah ingin memerangi korupsi, namun ternyata mempunyai agenda melindungi tokoh tertentu.
"Oleh sebab itu, kita semua harus bahu membahu mendukung Presiden Prabowo Subianto untuk memerintah Kejaksaan Agung dan KPK serta BPK untuk mengusut tuntas mafia migas dan makelar kasus serta makelar jabatan," Sri Radjasa memungkasi.
Advertisement
