Puncak Arus Balik Lebaran 2025 di Pelabuhan Bakauheni Diprediksi 4-6 April

PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) telah menyiapkan 75 kapal untuk mengantisipasi lonjakan tersebut.

oleh Ardi Munthe Diperbarui 03 Apr 2025, 13:54 WIB
Diterbitkan 03 Apr 2025, 13:50 WIB
General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Syamsudin. Foto : (Liputan6.com/Ardi).
General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Syamsudin. Foto : (Liputan6.com/Ardi).... Selengkapnya

Liputan6.com, Lampung - Lonjakan kendaraan pada arus balik Lebaran 2025 di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung diprediksi akan terjadi pada 4-5 April. PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) telah menyiapkan 75 kapal untuk mengantisipasi lonjakan tersebut. Kapal-kapal tersebut akan beroperasi di Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ), dan Pelabuhan Wika Beton, Kabupaten Lampung Selatan.

General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Syamsudin, dalam konferensi pers Rabu (2/4/2025) mengungkapkan bahwa dari total 75 kapal, sebanyak 10 kapal akan beroperasi di Pelabuhan BBJ, 5 kapal di Pelabuhan Wika Beton, dan sisanya di Pelabuhan Bakauheni. "Seluruh kapal dalam kondisi siap beroperasi. Saat ini tersedia tujuh dermaga di Bakauheni, satu di Wika Beton, dan satu dermaga BBJ," kata Syamsudin. 

Menurut dia, puncak arus balik di Pelabuhan Bakauheni diperkirakan terjadi pada 4-6 April 2025. Masyarakat yang melakukan perjalana saat arus balik pun diprediksi mengalami kelonjakan pada malam hari. Periode Sabtu pagi hingga Minggu sore akan menjadi waktu krusial bagi arus balik. Oleh karena itu, seluruh petugas dipastikan siap siaga di lapangan."Peningkatan jumlah penumpang diprediksi terjadi pada Jumat malam, Sabtu malam, dan Minggu malam. Mulai Senin, jumlah pemudik akan berkurang seiring dengan dimulainya aktivitas kerja," terangnya.

Berdasarkan data ASDP Pelabuhan Merak, selama arus mudik Lebaran 2025, sebanyak 907.287 orang telah menyeberang ke Sumatra melalui Pelabuhan Merak, Banten. Angka itu meningkat 4 persen dibandingkan tahun lalu, yang mencatat 874.929 penumpang dalam periode yang sama. "Jumlah pemudik yang menyeberang dari Merak menjadi acuan kami dalam memperkirakan arus balik. Selain itu, ada kemungkinan sebagian pemudik kembali ke Jawa bersama anggota keluarga tambahan," ungkap dia.

Guna mengantisipasi lonjakan kendaraan di Pelabuhan Bakauheni, ASDP telah berkoordinasi dengan Polda Lampung dan Polres Lampung Selatan. Jika terjadi kepadatan, sistem buffer zone akan diaktifkan di beberapa lokasi, termasuk di KM 20, KM 40, serta Rumah Makan Tiga Saudara di Lintas Timur.

"Buffer zone ini dikelola oleh pihak kepolisian guna mengurai kepadatan di tujuh dermaga Pelabuhan Bakauheni. Dengan sistem ini, kendaraan dapat menunggu di titik tertentu sebelum memasuki pelabuhan, sehingga arus lalu lintas lebih tertata dan nyaman bagi pengguna jasa penyeberangan," tegasnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya