Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah direksi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menambah kepemilikan saham pada akhir Februari 2025.
Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis (27/2/2025), Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja membeli 337.000 saham BBCA dengan harga Rp 8.900 per saham pada 25 Februari 2025. Dengan demikian, dana yang dikucurkan untuk beli saham BBCA itu sebesar Rp 2,99 miliar. Usai transaksi, Jahja genggam 34.187.785 saham BBCA dari sebelumnya 33.850.785 saham BBCA.
Dengan demikian, Direktur BCA Santoso menambah kepemilikan saham pada 25 Februari 2025. Santoso membeli 20.000 lembar saham BBCA dengan harga Rp 8.900 per saham. Dengan demikian, nilai pembelian saham BBCA itu sekitar Rp 178 juta. Setelah transaksi, Santoso genggam 2.710.902 saham BBCA atau setara 0,002 persen dari sebelumnya 2.690.902 saham.
Advertisement
Selain itu, Direktur John Kosasih membeli 45.000 lembar saham BBCA dengan harga Rp 8.875 per saham. Dengan demikian, nilai pembelian saham itu sekitar Rp 399,37 juta. Usai transaksi John Kosasih memiliki 776.076 saham BBCA dari sebelumnya 731.076 lembar saham BBCA.
“Tujuan transaksi investasi, dengan status kepemilikan saham langsung,” demikian seperti dikutip.
Pada penutupan perdagangan Kamis, 27 Februari 2025, harga saham BBCA terpangkas 2,85 persen ke posisi Rp 8.525 per saham. Harga saham BBCA dibuka naik 25 poin ke posisi Rp 8.800 per saham. Sagam BBCA berada di level tertinggi Rp 8.800 dan level terendah Rp 8.500 per saham. Total frekuensi perdagangan 55.748 kali dengan volume perdagangan 2.144.372 saham. Nilai transaksi Rp 1,8 triliun.
Seiring harga saham BBCA yang lesu pada perdagangan Kamis pekan ini, berapa harga 1 lot saham BBCA?
1 lot saham terdiri dari 100 lembar saham. Dengan harga saham BBCA ditutup di posisi Rp 8.525 per saham sehingga 1 lot saham BBCA pada Kamis, 27 Februari 2025 sebesar Rp 852.500.
Ketahui Harga Saham
Mengetahui harga terkini membantu investor dalam pengambilan keputusan, baik untuk membeli maupun menjual saham. Informasi ini dikumpulkan dari sumber data pasar saham terpercaya, tetapi perlu diingat harga saham sangat dinamis dan bisa berubah setiap saat.
Perlu diingat harga saham yang disebutkan di sini adalah harga pada saat data dikumpulkan. Fluktuasi harga saham sangat umum terjadi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal perusahaan maupun faktor eksternal seperti kondisi ekonomi makro, sentimen pasar, dan kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, sangat penting bagi investor selalu memantau pergerakan harga saham dan melakukan riset sebelum melakukan transaksi jual beli.
Investor perlu mempertimbangkan berbagai faktor lain, seperti laporan keuangan BCA, kinerja keuangan historis, strategi bisnis perusahaan, dan kondisi pasar secara umum.
Selain itu, penting juga untuk memperhatikan rasio-rasio keuangan antara lain Price-to-Earnings Ratio (PER), Price-to-Book Value (PBV), dan Return on Equity (ROE) untuk menilai valuasi saham. Analisis fundamental dan teknikal juga dapat membantu investor dalam memprediksi pergerakan harga saham di masa mendatang.
Penting untuk selalu mempertimbangkan risiko investasi. Harga saham dapat turun maupun naik, dan investor berpotensi mengalami kerugian. Diversifikasi portofolio investasi dapat membantu mengurangi risiko kerugian.
Selalu lakukan riset dan analisis yang menyeluruh sebelum melakukan investasi di pasar saham. Jangan hanya bergantung pada informasi harga saham terkini saja.
Advertisement
Tips Investasi Saham
- Lakukan riset dan analisis yang menyeluruh sebelum berinvestasi.
- Pahami profil risiko dan tujuan investasi Anda.
- Diversifikasi portofolio investasi.
- Pakai uang "dingin" atau dana yang tidak mendesak.
- Konsultasikan dengan profesional di bidang keuangan.
- Selalu pantau perkembangan pasar dan kinerja investasi.
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang dengan memakai artificial intelligence
