:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1317520/original/045442700_1471233067-moto-gp.jpg)
MotoGP 2016, digelar sejak 20 Maret dan berakhir 13 November 2016. Musim balap tahun ini berlangsung 18 seri dan melibatkan 5 pabrikan dan 23 pebalap. Musim ini adalah gelaran ke-68 MotoGP. Juara bertahan Jorge Lorenzo kini berlaga dengan tim Movistar Yamaha MotoGP.
Coret Rossi, Marquez Cuma Anggap Lorenzo Saingan Utama
Unggul 42 poin membuat pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, tak lagi memasukkan nama Valentino Rossi sebagai rival utamanya. Bagi Marquez, musuh yang harus diwaspadainya saat ini adalah rekan Rossi di Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo.
Hasil balapan MotoGP Belanda 2016 di Sirkuit Assen tampaknya benar-benar mengubah peta persaingan menuju podium juara dunia. Marquez yang memiliki start tak terlalu bagus justru kini memimpin klasemen pembalap dengan jarak yang cukup lebar.
Poin Tertinggal Jauh, Rossi Menyerah Kejar Marquez
Valentino Rossi mulai realistis melihat peluang juara pada MotoGP 2016. Apalagi saat ini selisih poinnya dengan pemuncak klasemen, Marc Marquez terpaut cukup jauh.
Ya, hingga seri kedelapan, Rossi masih tertahan di posisi ketiga. Pembalap Movistar Yamaha itu baru mengoleksi 103 poin

Berita Terbaru
Resep Bihun Kuah Telur Bakso yang Nikmat Disantap Saat Sahur dan Buka Puasa
Pemimpin Suriah Umumkan Sejarah Baru Usai Tandatangani Deklarasi Konstitusi
Sering Dilakukan Tanpa Sadar, Inilah Tanda-Tanda Orang Banyak Dosa
Bursa Saham Asia Bervariasi di Tengah Ancaman Tarif Dagang Donald Trump
Sungai Ciliwung Ditargetkan Selesai Normalisasi Tahun 2026
Arti Suara Tokek: Mitos, Fakta, dan Penjelasan Ilmiah
Penyebab Asam Urat Tinggi, Kenali Komplikasi dan Cara Mengatasinya
Kronologi Terungkapnya Skandal Kapolres Ngada: Cabuli Anak-Anak dan Menjual Videonya ke Situs Porno Australia
5 Tradisi Lebaran yang Hanya Ada di Indonesia
Kejar Market Dunia, Ibas Dorong Pengembangan Karier Ilustrator Indonesia
7 Potret Warung Makan Nunung di Solo, Alami Penurunan Pengunjung
Virgil van Dijk Buka Tabik Masa Depannya usai Mimpi Buruk Liverpool di Liga Champions