Jokowi: 488 Kapal Pencuri Ikan Sudah Ditenggelamkan

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, laut masa depan ekonomi Indonesia.

oleh Pebrianto Eko Wicaksono diperbarui 17 Feb 2019, 22:11 WIB
Diterbitkan 17 Feb 2019, 22:11 WIB
Curi Ikan di Natuna, 5 Kapal Vietnam Ditangkap
Curi Ikan di Natuna, 5 Kapal Vietnam Ditangkap

Liputan6.com, Jakarta - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, laut masa depan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, pihaknya serius untuk memberantas kapal pencuri ikan di Indonesia.

Jokowi menegaskan, pihaknya telah membakar dan menenggalamkan 488 kapal yang melakukan pencurian ikan di Indonesia.

“Dalam empat tahun ini, kami sudah kejar 7.000 kapal asing ilegal fishing yang lakukan pencurian ikan di perairan kita. 488 kapal yang kita bakar dan tenggelamkan. Sekarang ini kapal 7.000 itu sudah tidak ada,” kata dia, Minggu (17/2/2019).

Jokowi mengatakan, pihaknya serius memberantas kapal pencuri ikan tersebut dapat dimanfaatkan oleh nelayan untuk meningkatkan hasil tangkapannya.

“Menjadi kesempatan nelayan untuk memanfatkan sumber daya alam(SDA) laut kita, ikan, sehingga (nelayan-red) lebih sejahtera,” tutur dia.

Selain memanfaatkan sumber daya laut terutama ikan, Jokowi juga memanfaatkan ladang minyak di laut atau offshore. Ia menilai, saat ini banyak ladang minyak yang belum digarap.

 

Ketiga, Jokowi menuturkan, pihaknya akan membenahi infrastruktur laut.

“Tol laut harus terus dikerjakan terutama ke Indonesia timur, apalagi Indonesia 17 ribu pulau, konektivitas antar pulau, pelabuhan harus secara konsisten. Betul-betul tol laut berikan manfaat untuk rakyat,” kata Jokowi.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya