Cadangan Devisa Indonesia Turun Tipis di November 2019

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,5 bulan impor atau 7,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

oleh Athika Rahma diperbarui 06 Des 2019, 11:14 WIB
Diterbitkan 06 Des 2019, 11:14 WIB
Tukar Uang Rusak di Bank Indonesia Gratis, Ini Syaratnya
Karyawan menghitung uang kertas rupiah yang rusak di tempat penukaran uang rusak di Gedung Bank Indonessia, Jakarta (4/4). Selain itu BI juga meminta masyarakat agar menukarkan uang yang sudah tidak layar edar. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta Posisi cadangan devisa Indonesia tercatat mencapai USD 126,6 miliar pada akhir November 2019. Angka ini turun tipis dibandingkan dengan posisi pada akhir Oktober 2019 sebesar USD 126,7 miliar.

Direktur Bank Indonesia Junanto Herdiawan, mengatakan posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,5 bulan impor atau 7,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

"Serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," jelas dia dalam keterangannya, Jumat (6/12/2019),

Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Perkembangan cadangan devisa pada November 2019 terutama dipengaruhi penerimaan devisa migas, penerimaan valas lainnya, dan pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai dengan didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik.

 

Berapa Jumlah Emas dalam Cadangan Devisa Indonesia?

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 666 Ribu per Gram
Ilustrasi emas. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kepala Divisi Inovasi Produk Keuangan Syariah Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) Yosita Nur Wirdayanti mengatakan, emas merupakan sarana investasi yang aman. Sebab emas merupakan salah satu instrumen yang tahan terhadap gejolak yang terjadi dalam perekonomian.

Karenanya sejumlah negara memiliki cadangan devisa berupa emas. Bahkan ada negara yang menjadikan emas sebagai porsi terbesar dalam cadangan devisa.

"Emas memamg menjadi devisa negara yang dipelihara bank sentral," kata dia, di Hotel Ashley, Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Sebagai contoh, dia menyebut Amerika Serikat sebagai negara yang sebagian besar cadangan devisanya terdiri atas emas. Cadangan devisa AS berupa emas sebanyak 8.133,46 ton atau sekitar 74,9 persen dari cadangan devisa negara Paman Sam tersebut.

Selain itu ada Jerman dengan 3.366,77 ton atau 70,6 persen dari total cadangan devisa. Ada juga Italia 2.451 ton atau 66,9 persen dari total cadangan devisa. Prancis juga memiliki 2.436 ton emas atau 61,1 persen dari cadangan devisa.

 

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya