Rupiah Menguat Seiring Kepercayaan Konsumen AS, Sekarang Segini

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai bahwa penguatan nilai tukar rupiah ini terjadi seiring dengan pelemahan dolar AS

oleh Ilyas Istianur Praditya Diperbarui 26 Feb 2025, 12:18 WIB
Diterbitkan 26 Feb 2025, 12:14 WIB
FOTO: Akhir Tahun, Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat
Karyawan menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Nilai tukar rupiah menunjukkan tren penguatan pada pembukaan perdagangan hari Rabu di Jakarta, mencatat kenaikan sebesar 24 poin atau 0,15 persen ke level 16.347 per dolar Amerika Serikat (AS) dari posisi rupiah sebelumnya di 16.371 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai bahwa penguatan nilai tukar rupiah ini terjadi seiring dengan pelemahan dolar AS yang terdorong oleh penurunan kepercayaan konsumen di Amerika Serikat.

“Rupiah berpotensi terus menguat terhadap dolar AS yang sedang melemah setelah survei kepercayaan konsumen AS menunjukkan hasil yang lebih rendah dari perkiraan,” ujarnya dikutip dari ANTARA, Rabu (26/2/2025).

Indeks Kepercayaan Konsumen

Survei terbaru menunjukkan bahwa indeks kepercayaan konsumen AS mengalami penurunan dari 102,5 menjadi 98,3, jauh di bawah ekspektasi yang berada di angka 105,3.

Menurut Lukman, sentimen negatif ini dipicu oleh kebijakan tarif yang diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump serta pemutusan hubungan kerja terhadap banyak pegawai pemerintah AS.

Pemerintah AS mengumumkan rencana pemberhentian sekitar dua ribu karyawan dari Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) serta penempatan hampir seluruh staf lainnya dalam status cuti administratif. Langkah ini dinilai memberikan dampak terhadap kepercayaan pasar dan turut berkontribusi pada pelemahan dolar AS.

 

Prediksi Rupiah

nilai rupiah melemah terhadap dollar
Pegawai menunjukkan mata uang rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (5/1/2023). Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp15.616 per dolar AS pada Kamis (5/1) sore ini. Mata uang Garuda melemah 34 poin atau minus 0,22 persen dari perdagangan sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)... Selengkapnya

Meski rupiah menunjukkan tren positif, faktor lain seperti pemangkasan rating saham Morgan Stanley Capital International (MSCI) Indonesia berpotensi menjadi tekanan bagi nilai tukar rupiah ke depan.

Lukman menyebut bahwa pemangkasan rating ini didasarkan pada prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia serta valuasi perusahaan dari sisi pendapatan.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, kurs rupiah dalam waktu dekat diperkirakan akan bergerak di kisaran 16.250 hingga 16.350 per dolar AS.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya