Liputan6.com, Jakarta PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) terus berkontribusi dalam meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat Indonesia.
Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 6, yaitu memastikan akses air bersih dan sanitasi bagi semua.
Baca Juga
IIF memahami bahwa ketersediaan air bersih merupakan aspek fundamental bagi kesehatan, kesejahteraan, dan pertumbuhan ekonomi suatu negara.
Advertisement
Pentingnya Ketersediaan Air Bersih di Indonesia
Menurut survei Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, akses air minum layak di Indonesia mencapai 92,64 persen. Ini berarti 9 dari 10 rumah tangga telah mendapatkan akses air minum layak, sementara sebagian lainnya masih mengalami keterbatasan.
Salah satu solusi utama untuk mengatasi kesenjangan ini adalah dengan mengembangkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
SPAM mencakup fasilitas produksi, pengolahan, penyimpanan, serta distribusi air untuk memastikan kualitas dan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Peran IIF dalam Pengembangan Infrastruktur Air Bersih
Chief Investment Officer IIF, M. Ramadhan Harahap, menyatakan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam memperluas akses air bersih di Indonesia.
Beberapa proyek SPAM yang dikembangkan IIF dilakukan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
"Skema ini memungkinkan pemanfaatan keahlian dan sumber daya dari berbagai pihak, serta pembagian risiko dan manfaat yang lebih proporsional," katanya, Rabu (26/3/2025).
Dengan pendekatan KPBU, proyek-proyek SPAM yang didukung tidak hanya layak secara finansial, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan lingkungan bagi masyarakat.
Proyek Strategis IIF dalam Penyediaan Air Bersih
Hingga tahun 2024, IIF telah berperan aktif dalam berbagai proyek strategis di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu contohnya adalah proyek SPAM di Bandar Lampung dengan kapasitas pengolahan air bersih sebesar 750 liter per detik (lps), yang bertujuan meningkatkan pasokan air bersih bagi penduduk setempat. Selain itu, IIF juga mengembangkan fasilitas pengolahan air bersih berkapasitas 450 lps di Kota Dumai.
Keterlibatan IIF dalam proyek-proyek ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.
"Dengan pendekatan pembiayaan inovatif dan berkelanjutan, IIF terus berupaya mempercepat pencapaian target 100% akses air bersih di Indonesia pada tahun 2030," pungkas M. Ramadhan.
Advertisement
Dampak Positif terhadap Pembangunan Berkelanjutan
Dukungan IIF terhadap sektor air bersih tidak hanya berkontribusi pada SDG 6, tetapi juga berdampak positif terhadap berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan lainnya, seperti:
- SDG 3 – Menjamin kesehatan yang baik dan kesejahteraan bagi masyarakat.
- SDG 11 – Mewujudkan kota dan permukiman yang berkelanjutan.
- SDG 17 – Memperkuat kemitraan global untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.
Dengan demikian, peran IIF dalam mendukung ketersediaan air bersih menjadi bagian integral dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
Ke depan, IIF akan terus berinovasi dan berkolaborasi dalam mengembangkan infrastruktur air bersih guna memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan lingkungan.
