Liputan6.com, Jakarta- Pembalap muda Indonesia Muhammad Kiandra Ramadhipa gagal merebut gelar juara Asia Production 250cc (AP250) di ARRC 2024. Kiandra harus merelakan gelar juara direbut rekan setimnya di Astra Honda Racing Team (AHRT), Herjun Atna Firdaus.
Rama, sapaan akrabnya, sempat punya peluang menjadi juara Asia AP250 setelah memenangi balapan pertama ARRC 2024 Buriram yang berlangsung Sabtu (7/12/2024). Kemenangan ini membuat Rama sempat memimpin klasemen AP250 dengan keunggulan dua poin dari Herjun.
Baca Juga
Namun dewi fortuna tidak berpihak kepada Rama pada balapan kedua. Ramadhipa terpaksa tidak dapat melanjutkan balapan karena terdapat kendala pada mesin sepeda motornya.
Advertisement
Gelar juara direbut Herjun setelah finis di posisi kedua pada balapan kedua ARRC Buriram 2024. Herjun total mengoleksi 165 poin. Rama harus puas menempati urutan tiga klasemen akhir pembalap karena memperoleh 147 angka.
Meski mengalami pengalaman pahit, Rama tak kecewa banget. Apalagi yang akhirnya jadi juara adalah rekan setimnya. Rama akan menjadikan kegagalan di tahun 2024 ini sebagai modal berharga untuk menjadi lebih kuat di musim depan.
Rama Siap Comeback Lebih Kuat di 2025
"Di race satu alhamduillah bisa mendapatkan momentum yang pas dan mendapatkan ritme yang baik dari awal start sehingga bisa memimpin balapan. Di race 2 saya cukup kecewa. Saya sudah memberikan yang terbaik. Mungkin rezekinya baru sampai situ aja," ujar Rama.
"Saya tidak putus asa. Saya akan menggunakan pengalaman ini untuk bisa membuat diri saya jadi lebih kuat di tahun 2025," sambung Ramakepadwa wartawan di kawasan Kelapa Gading, Selasa (10/12/2024).
Advertisement
Kedekatan Para Pembalap AHRT
Sementara itu Herjun mengaku bersyukur bisa mengunci gelar juara. Yang disayangkan hanya tak bisa bertarung dengan sengit melawan Kiandra di race kedua ARRC 2024 Buriram. Herjun padahal ingin bisa bersaing secara fair di lintasan. Pasalnya keduanya memang memiliki hubungan sangat baik di luar lintasan.
"Kuncinya di awal sampai pertengahan seri banyak kurang beruntung ada jatuh lah dan hasil kurang baik. Tapi sampai akhir seri saya tetap yakin rezeki tidak akan kemana. Saya terus mempersiapkan diri sebaik-baiknya meski sempat tertinggal poin," papar Herjun.
"Bersaing dengan Rama sebenarnya kita ngak ada kaya gimana panas di luar sirkuit. Pas di Sirkuit kita bersaing dengan fair. Disayangkan Rama di seri terakhir motornya ada kendala. Itu bukan hasil yang kita inginkan. Karena maunya Herjun dan Rama bisa bersaing bukan salah satunya ada problem. Kita di luar sirkuit selalu berteman dengan baik," ujar Herjun.
Untuk menghadapi musim balap 2025, Herjun dan Rama belum mau membeberkan akan tampil dikelas mana. Keduanya menyerahkan sepenuhnya kepada AHRT.
"Soal kelas yang diikuti musim depan nanti akan diumumkan saat launching tim pada bulan Februari. AHRT akan mengumumkannya," tutur Herjun.