Liputan6.com, Jakarta - Perseverance, wahana penjelajah Mars milik NASA, kembali membuat penemuan menarik. Pada 11 Maret 2025, robot penjelajah ini menemukan sebuah batu misterius dengan bentuk yang menyerupai kumpulan ratusan telur laba-laba kecil.
Batu tersebut ditemukan di lereng Witch Hazel Hill, di tepi kawah Jezero, salah satu wilayah eksplorasi utama di Mars. Penemuan ini segera menarik perhatian para ilmuwan karena bentuknya yang tidak biasa dan lokasinya yang menantang.
Advertisement
Menurut laman Live Science pada Jumat (04/04/2025), batu ini diberi nama "St. Pauls Bay" oleh tim NASA. Permukaannya yang unik tampak terdiri dari ratusan bola kecil dan dilapisi oleh debu merah khas Mars.
Advertisement
Baca Juga
Namun, yang paling membingungkan para ilmuwan adalah kemungkinan bahwa batu ini bukan berasal dari tempat ia ditemukan, melainkan telah berpindah dari lokasi lain. Fenomena ini disebut sebagai float rock, yaitu batu yang mengalami perpindahan dari tempat asal pembentukannya.
Para ilmuwan mempertimbangkan beberapa kemungkinan terkait asal-usul batu misterius ini. Salah satu teori utama menyebutkan bahwa batu tersebut mungkin merupakan hasil dari dampak tabrakan meteor.
Ketika sebuah meteor menghantam permukaan Mars, energi dari tumbukan dapat menciptakan panas yang cukup tinggi untuk melelehkan batuan di sekitarnya. Saat mendingin, batuan yang meleleh bisa membentuk butiran kecil yang akhirnya tersebar ke berbagai lokasi akibat gelombang kejut dari tumbukan tersebut.
Jika hipotesis ini benar, maka St. Pauls Bay bisa berasal dari tempat yang sangat jauh dari lokasi penemuannya. Dengan mempelajari komposisi batu ini, ilmuwan dapat memperoleh wawasan baru tentang bagaimana material di Mars berpindah akibat aktivitas meteorit yang terus terjadi sepanjang sejarah planet tersebut.
Teori lain menyatakan bahwa batu ini berasal dari lapisan gelap di Witch Hazel Hill dan kemudian menggelinding turun ke lokasi saat ini. Pengamatan dari wahana yang mengorbit Mars sebelumnya telah menunjukkan adanya lapisan gelap di bukit ini, yang diduga terbentuk oleh berbagai proses geologis.
Jika batu tersebut memang berasal dari Witch Hazel Hill, maka penelitian lebih lanjut dapat mengungkap apakah lapisan tersebut merupakan hasil aktivitas vulkanik, jejak dari tumbukan meteor terdahulu, atau mungkin bukti keberadaan air tanah di masa lampau. Karakteristik batu ini dapat memberikan petunjuk berharga mengenai sejarah geologi Mars dan bagaimana kondisi lingkungan di planet ini berubah dari waktu ke waktu.
Bukan Batu Pertama
St. Pauls Bay bukanlah batu pertama dengan bentuk unik yang ditemukan oleh Perseverance, tetapi keberadaannya menambah daftar panjang penemuan menarik yang terus membuka tabir misteri Mars. Salah satu tujuan utama dari eksplorasi Mars adalah mencari tanda-tanda kehidupan masa lalu.
Oleh karena itu, memahami bagaimana batu-batuan di Mars terbentuk dan berpindah menjadi bagian penting dalam menelusuri jejak sejarah planet ini. Dengan mengkaji lebih dalam batu seperti St. Pauls Bay, para ilmuwan bisa mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai interaksi antara air, batuan, dan kekuatan geologi yang membentuk permukaan Mars selama miliaran tahun.
Penemuan ini juga semakin memperkuat alasan bagi NASA untuk melanjutkan Mars Sample Return Mission, sebuah misi ambisius yang direncanakan akan membawa sampel batuan Mars kembali ke bumi pada 2030-an. Sampel-sampel ini akan dianalisis menggunakan teknologi canggih yang tidak dapat dibawa ke Mars, memungkinkan para ilmuwan untuk menggali lebih dalam tentang komposisi kimia dan potensi biologis dari batuan Mars.
Jika ada jejak kehidupan mikroba yang pernah menghuni Mars, maka sampel ini bisa menjadi kunci untuk mengonfirmasi keberadaan mereka di masa lalu. Selain itu, memahami pergerakan batuan di Mars juga memiliki implikasi lebih luas bagi eksplorasi planet lainnya, termasuk bumi dan bulan-bulan es di tata surya yang mungkin memiliki lingkungan serupa.
Misi Perseverance sendiri masih terus berlanjut, dengan banyak rencana eksplorasi ke depan yang akan mencakup analisis lebih lanjut terhadap wilayah Jezero Crater. Kawah ini dipilih sebagai lokasi utama eksplorasi karena diyakini pernah menjadi danau kuno yang dapat menyimpan jejak kehidupan mikroba jika pernah ada di Mars.
Dengan teknologi canggih yang dibawa oleh wahana ini, termasuk instrumen spektrometer dan bor pengambil sampel, setiap batuan yang ditemukan dapat memberikan cerita baru tentang masa lalu Mars. Ke depannya, misi-misi penjelajahan ke Mars akan semakin fokus pada eksplorasi wilayah-wilayah yang dianggap memiliki potensi tinggi dalam menyimpan bukti kehidupan di masa lalu.
St. Pauls Bay hanyalah salah satu dari banyak petunjuk yang terus membawa kita lebih dekat pada jawaban tentang apakah Mars pernah memiliki kehidupan.
(Tifani)
Advertisement
