Buta Akibat Glaukoma Bisa Dihindari, Begini Caranya

Glaukoma, penyakit mata yang dikenal sebagai pencuri penglihatan, tidak bisa disembuhkan tetapi dapat dikelola dengan deteksi dini dan pengobatan tepat. Ketahui gejala, cara deteksi, dan pengobatannya!

oleh Tim Disabilitas Diperbarui 27 Feb 2025, 13:16 WIB
Diterbitkan 27 Feb 2025, 13:16 WIB
Pemeriksaan Mata Gratis bagi 100 Guru Aktif dan Purnabakti SMAN 4 Jakarta
(Ki-Ka Belakang) Wakil Bidang Kesiswaan SMAN 4, Jakarta Siti Rusmiati, Ketua Glaukoma Service JEC Eye Hospitals and Clinics yang juga Perwakilan Himpunan Alumni SMA 4 Jakarta (HIMALS4) Widya Artini Wiyogo dan Ketua Umum HIMALS4 Vivid F. Argarini meninjau pemeriksaan mata gratis dalam kegiatan Bakti Guru Purnabakti SMAN 4 Jakarta (29/11/2022). (Liputan6.com/Fery Pradolo)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Glaukoma, penyakit mata yang menyebabkan kerusakan saraf optik, tidak dapat disembuhkan. Namun, dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, perkembangan penyakit ini dapat diperlambat, mencegah kerusakan mata lebih lanjut dan menjaga penglihatan. Penyakit ini seringkali menyerang tanpa gejala, sehingga penting untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin.

Peningkatan tekanan di dalam bola mata merupakan penyebab utama glaukoma. Tekanan ini merusak saraf optik secara perlahan, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kebutaan jika tidak ditangani. Oleh karena itu, memahami gejala, metode deteksi, dan pilihan pengobatan glaukoma sangat penting untuk menjaga kesehatan mata.

Dokter spesialis mata, Kevin dari KMN EyeCare, menekankan pentingnya deteksi dini. "Glaukoma kerap berkembang perlahan tanpa gejala awal yang jelas, sehingga disebut sebagai pencuri penglihatan diam-diam," kata Kevin. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah kerusakan permanen pada saraf optik dan menjaga kualitas penglihatan.

Apa Itu Glaukoma?

Glaukoma adalah penyakit mata kronis yang merusak saraf optik, yang mengirimkan gambar dari mata ke otak. Kerusakan ini disebabkan oleh peningkatan tekanan di dalam bola mata, yang disebut tekanan intraokular.

Tekanan intraokular yang tinggi dapat merusak saraf optik secara bertahap. Jika tidak diobati, glaukoma dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen, bahkan kebutaan.

Ada berbagai jenis glaukoma, tetapi glaukoma sudut terbuka adalah yang paling umum. Jenis ini seringkali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga sering terlambat terdeteksi.

Gejala Glaukoma

Glaukoma seringkali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Namun, beberapa gejala yang mungkin muncul antara lain kehilangan penglihatan sisi (peripheral vision) secara bertahap.

Gejala lain yang mungkin muncul termasuk pandangan seperti ada lingkaran cahaya di sekitar lampu. Penglihatan kabur, terutama di malam hari, juga bisa menjadi indikasi glaukoma.

Rasa tidak nyaman atau tekanan di dalam mata juga bisa menjadi gejala glaukoma. Namun, penting diingat bahwa banyak kasus glaukoma tidak menunjukkan gejala sama sekali, sehingga deteksi dini sangat penting.

Mendeteksi Glaukoma

Deteksi dini glaukoma sangat penting untuk mencegah kerusakan permanen pada saraf optik. Beberapa tes yang digunakan untuk mendeteksi glaukoma meliputi tonometri, pemeriksaan saraf optik, dan perimetri.

Tonometri mengukur tekanan di dalam bola mata. "Hasil tes yang menunjukkan tekanan di atas normal, artinya Anda berisiko lebih tinggi mengalami kerusakan saraf optik," jelas Kevin.

Pemeriksaan saraf optik dilakukan untuk mencari tanda-tanda kerusakan. Dokter menggunakan alat khusus untuk melihat langsung ke bagian belakang mata, memeriksa bentuk dan warna saraf optik.

Tes perimetri atau uji lapang pandang mengukur kemampuan mata melihat objek di area sekitar. Tujuannya untuk mendeteksi kehilangan penglihatan tepi, gejala khas glaukoma.

Tes tambahan seperti pachymetry, yang mengukur ketebalan kornea, juga dapat dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Ketebalan kornea dapat memengaruhi pengukuran tekanan mata.

"Jika Anda berada dalam kelompok risiko tinggi, seperti memiliki riwayat keluarga dengan glaukoma atau kondisi medis tertentu seperti diabetes, melakukan pemeriksaan ini secara rutin sangat dianjurkan untuk mendeteksi glaukoma sedini mungkin," saran Kevin.

Mengobati Glaukoma

Meskipun glaukoma tidak dapat disembuhkan, pengobatan bertujuan untuk mengontrol tekanan di dalam bola mata dan memperlambat perkembangan penyakit.

Pengobatan glaukoma dapat berupa obat tetes mata, terapi laser, atau pembedahan. Tujuannya adalah untuk menurunkan tekanan intraokular dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada saraf optik.

Obat tetes mata biasanya merupakan pilihan pertama dalam pengobatan glaukoma. Terapi laser dapat digunakan untuk membuka saluran air mata yang tersumbat.

Pembedahan mungkin diperlukan jika pengobatan lain tidak efektif. Jenis pembedahan yang dilakukan akan bergantung pada jenis dan keparahan glaukoma.

Pengobatan glaukoma membutuhkan pemantauan dan pengobatan jangka panjang. Penting untuk mengikuti petunjuk dokter dan melakukan pemeriksaan mata secara rutin untuk memantau perkembangan penyakit.

"Begitu kerusakan saraf optik terjadi, kondisinya tidak bisa diperbaiki, hanya dapat diperlambat," tegas Kevin. Oleh karena itu, pencegahan dan deteksi dini sangat krusial.

Pentingnya Pemeriksaan Rutin

Pemeriksaan mata rutin sangat penting untuk mendeteksi glaukoma sedini mungkin. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat memeriksa tekanan mata dan kondisi saraf optik.

Deteksi dini memungkinkan pengobatan dimulai lebih awal, memperlambat perkembangan penyakit dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Semakin cepat glaukoma terdeteksi, semakin besar kemungkinan untuk mencegah kebutaan.

Jangan menunda pemeriksaan mata jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan glaukoma atau kondisi medis tertentu seperti diabetes. Lakukan pemeriksaan rutin untuk menjaga kesehatan mata Anda.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya